Pengertian persepsi - skripsi man (dulrohman webs)

Senin, 25 Juni 2012

Pengertian persepsi

Pengertian Persepsi


            Manusia sebagai makhluk sosial yang sekaligus juga makhluk individual, maka terdapat perbedaan antara individu yang satu dengan yang lainnya (Wolberg, 1967). Adanya perbedaan inilah yang antara lain menyebabkan mengapa seseorang menyenangi suatu obyek, sedangkan orang lain tidak senang bahkan membenci obyek tersebut. Hal ini sangat tergantung bagaimana individu menanggapi obyek tersebut dengan persepsinya. Pada kenyataannya sebagian besar sikap, tingkah laku dan penyesuaian ditentukan oleh persepsinya.

Persepsi pada hakikatnya adalah merupakan proses penilaian seseorang terhadap obyek tertentu. Menurut Young (1956) persepsi merupakan aktivitas mengindera, mengintegrasikan dan memberikan penilaian pada obyek-obyek fisik maupun obyek sosial, dan penginderaan tersebut tergantung pada stimulus fisik dan stimulus sosial yang ada di lingkungannya. Sensasi-sensasi dari lingkungan akan diolah bersama-sama dengan hal-hal yang telah dipelajari sebelumnya baik hal itu berupa harapan-harapan,nilai-nilai, sikap, ingatan dan lain-lain. Branca (1965) mengemukakan: Perceptions are orientative reactions to stimuli. They have in past been determined by the past history and the present attitude of the perceiver. Sedangkan menurut  Wagito (1981) menyatakan bahwa persepsi merupakan proses psikologis dan hasil dari penginderaan serta proses terakhir dari kesadaran, sehingga membentuk proses berpikir.

Persepsi merupakan pandangan atau penilaian seseorang terhadap suatu objek. Persepsi merupakan kesimpulan seseorang tentang sesuatu melalui proses menyeleksi, mengorganisasi dan menginterpretasi suatu rangsangan atau stimulus dari lingkungan.Dalam keseluruhan proses pendidikan, kegiatan belajar mengajar merupakan suatu kegiatan yang paling pokok. Hal ini berarti bahwa berhasil tidaknya suatu proses pendidikan, tergantung pada bagaimana proses belajar mengajar itu berlangsung. Proses belajar mengajar yang diartikan sebagai interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa, dan antar sesama siswa dalam proses pengajaran mengandung unsur saling memberi dan menerima antara guru dan siswa. Materi adalah seperangkat pengetahuan ilmiah sebagai kurikulum yang disampaikan dan dibahas dalam proses PBM agar sampai pada tujuan yang ditetapkan. Untuk menyampaikan materi secara lengkap dan terstruktur kepada siswa diperlukanlah suatu bahan ajar, bahan ajar yang utama yaitu berupa buku teks, sedangkan sebagai lembar latihan, pembantu bahan ajar utama dan media pengajaran dipergunakanlah Lembar Kerja Siswa (LKS). Untuk dapat memaksimalkan buku teks dan LKS sebagai bahan ajar dalam pengajaran bahasa Arab, persepsi siswa terhadap hal tersebut sangat dibutuhkan.


Masalah umum dalam penelitian ini adalah bagaimana penggunaan dan persepsi siswa terhadap buku teks dan LKS dalam pengajaran bahasa Arab. Adapun tujuan penelitian secara umum adalah mengetahui bagaimana penggunaan dan persepsi siswa terhadap buku teks dan LKS dalam pengajaran bahasa Arab, serta bagaimana pelaksanaan pengajarannya. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian adalah siswa-siswi kelas VII dan VIII MTs Ma'arif Sukorejo Pasuruan yang berjumlah 115 siswa dan guru bahasa Arab dari sekolah tersebut. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi, lembar angket, dan wawancara.


Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengajaran bahasa Arab di MTs Ma'arif Sukorejo menggunakan buku teks dan LKS. Buku teks sebagai bahan ajar utama, hanya disampaikan dengan dituliskan di papan tulis, sedangkan LKS sebagai lembar latihan, alat bantu belajar, dan media pembelajaran bagi siswa. Persepsi siswa terhadap penggunaan buku teks dan LKS dalam pengajaran bahasa Arab cenderung lebih menyukai LKS. Hal ini dapat dikarenakan siswa lebih akrab dengan LKS mereka daripada buku teks, mengingat setiap siswa wajib memiliki LKS, sedangkan buku teks hanya dimiliki oleh guru yang kemudian dituliskan di papan tulis. Akan tetapi sebagian besar siswa tetap menginginkan buku teks digunakan sebagai bahan ajar sekaligus pemberi materi yang utama. Sedangkan LKS digunakan sebagai alat bantu belajar, media, sekaligus wadah untuk menuangkan hasil belajar yang mereka peroleh dari buku teks dengan cara mengerjakan soal-soal yang ada dalam LKS.


 Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada guru untuk lebih mengoptimalkan penggunaan buku teks yang merupakan bahan ajar utama karena persepsi siswa yang cenderung lebih menyukai LKS. Bagi siswa agar dapat meningkatkan belajar dengan menggunakan bahan ajar yang utama yaitu buku teks, mengingat isi dan materi dalam buku teks jauh lebih lengkap daripada LKS. Sedangkan bagi peneliti lain bisa mengkaji lebih dalam bagaimana persepsi siswa dari unsur-unsur lain.

Tidak ada komentar: