LAPORAN OBSERVASI DAN KEGIATAN PROGRAM PENGALAMAN - skripsi man (dulrohman webs)

Kamis, 02 Agustus 2012

LAPORAN OBSERVASI DAN KEGIATAN PROGRAM PENGALAMAN

LAPORAN OBSERVASI DAN KEGIATAN PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN
DI SMK MUHAMMADIYAH KARTASURA

Disusun untuk melengkapi tugas-tugas dan
Memenuhi salah satu syarat menempuh
 Ujian praktik mengajar




Disusun Oleh:
1.         Rika Yayan Nugraheni              A 310 070 103
2.         Iva Avri Ana                               A 310 070 194
3.         Iga Pia Sadora                            A 310 070 139
4.         Riyanti                                         A 310 070 300


JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA SASTRA DAERAH
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2010

PENGESAHAN


Telah disetujui dan disyahkan untuk digunakan Laporan Program Pengalaman Lapangan di SMK MUHAMMADIYAH KARTASURA oleh dosen Pembimbing Lapangan, Koordinator Program Pengalaman Lapangan dan Kepala Sekolah pada
Hari                 :
Tanggal           :




Dosen Pembimbing,                                                    Koordinator PPL,


Drs. Main Sufanti, M.Hum                                      Heriyanto, S.Pd



Mengetahui,
Kepala SMK Muhammadiyah Kartasura


Drs. Suharyanto







KATA PENGANTAR


Assalamu’alaikum Wr. Wb.
            Puji syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan inayah-Nya pada kita semua. Salam dan sholawat semoga senantiasa kita tujukan kepada pemimpin kita, nabi besar Muhammad SAW, yang telah menunjukkan jalan terang menuju ridho yang Maha Kuasa, karena dengan ridho-Nya lah kami dapat menyusun dan menyelesaikan laporan kegiatan Program Pengalaman lapangan (PPL) di SMK Muhammadiyah Kartasura tahun 2010-2011. Laporan kegiatan dimaksudkan sebagai syarat guna menempuh ujian praktek mengajar pada jurusan Bahasa Indonesia dan Sastra Daerah.
            Dalam menyusun laporan hasil kegiatan Program Pengalaman Lapangan (PPL) ini, kami dibantu oleh berbagai pihak. Oleh karena itu tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada:
  1. Ibu Drs. Main Sufanti, M.Hum selaku Dosen Pembimbing Lapangan.
  2. Bapak Drs. Suharyanto selaku Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah kartasura.
  3. Bapak Heriyanto, S.Pd selaku koordinator guru pamong dari SMK Muhammadiyah Kartasura.
  4. Drs. Sukatmini selaku guru pamong bidang studi bahasa Indonesia.
  5. Bapak/ibu guru serta staf karyawan SMK Muhammadiyah Kartasura yang telah membantu memperlancar kegiatan kami.
  6. Siswa-siswi SMK Muhammadiyah Kartasura yang kami sayangi.
  7. Rekan-rekan praktikan di SMK Muhammadiyah Kartasura yang telah membantu dalam penyusunan laporan kami.
Kami yakin laporan ini jauh dari sempurna, oleh karena itu dalam kesempatan yang baik ini kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari rekan-rekan semuanya. Semoga laporan ini dapat memberikan manfaat dan tambahan ilmu untuk kita semuanya.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


Surakarta,  Oktober 2010

   penyusun
           




DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
HALAMAN PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I. PENDAHULUAN
A.    Arti pentingnya PPL bagi Mahasiswa
B.     Tujuan PPL bagi Mahasiswa
BAB II. PELAKSANAAN PPL
A.    Program / Rancangan kegiatan PPL
1.      Observasi pembelajaran di kelas
2.      Pembuatan RP yang telah dilakukan
B.     Pelaksanaan Praktik Pembelajaran
1.      Kegiatan praktek pembelajaran
2.      Umpan balik dari pembimbing
C.     Pelaksanaan Praktik Persekolahan
D.    Keterkaitan Program dan Pelaksanaanya
1.      Analisis keterkaitan program dan pelaksanaannya
2.      Hambatan-hambatan dalam pelaksanaan PPL
3.      Usaha untuk mengatasi hambatan-hambatan
BAB III. PENUTUP
A.    Kesimpulan
B.     Saran
C.     LAMPIRAN





























                                                             BAB I
PENDAHULUAN

  1. Arti Pentingnya PPL Bagi Mahasiswa
Program Pengalaman Lapangan (PPL) adalah suatu program praktek pengalaman yang secara langsung terjun di lapangan yang menerapkan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan kaidah teoritis yang didapat dari bangku perkuliahan pada kawasan sekolah dan juga merupakan kegiatan perluasan wawasan pengalaman persekolahan sehingga memperoleh komprehensivitas integralitas keilmuan sebagai calon guru. Dengan demikian PPL menyangkut praktik mengajar dan praktik persekolahan.
Program Pengalaman Lapangan juga merupakan salah satu kegiatan kurikuler dan salah satu mata kuliah wajib yang wajib dilaksanakan oleh mahasiswa semester VII, hal tersebut mencakup baik latihan mengajar secara terbimbing dan terpadu maupun latihan tugas-tugas keguruan dan kegiatan kependidikan lainnya untuk memenuhi persyaratan pembentukan profesi kependidikan.
Program Pengalaman Lapangan di titik beratkan pada prinsip fungsional sehingga kehadiran mahasiswa di sekolah merupakan daya dukung sekolah bukan sebagai penghambat proses belajar mengajar di sekolah, sehingga PPL harus diberikan target volume kerja bagi mahasiswa dalam satuan jam kegiatan tertentu agar kekosongan aktivitas mahasiswa dalam kegiatan PPL di sekolah dapat dihindari.
Program Pengalaman Lapangan yang dilaksanakan mahasiswa di sekolah sebenarnya bukan merupakan kegiatan pengabdian pada sekolah melainkan kegiatan pendidikan untuk meningkatkan dan memperdalam keterampilan mahasiswa yang terkait dengan praktik mengajar dan praktik persekolahan. Dengan demikian kegiatan PPL harus lebih menekankan keterlatihan siswa dalam bidang keguruan pada tuntutan pengorbanan material.
  1. Tujuan PPL Bagi Mahasiswa
    1. Tujuan dari kegiatan PPL adalah sebagai berikut:
a.       Memenuhi target kurikulum dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Untuk merealisasikan tujuan tersebut, setiap aktivitas PPL harus mengacu pada terbentuknya tenaga kependidikan yang formal.
b.      Membentuk profesionalitas giri atau tenaga kependidikan yang lain baik yang berkenaan dengan latihan mengajar di kelas, pengelolaan administrasi sekolah maupun kemampuan dalam memecahkan persoalan sekolah.
c.       Memberikan wawasan kepemimpinan kepada praktikan yang berhubungan dengan aplikasi teori yang diperolehnya dari bangku kuliah, agar para mahasiswa memiliki pemahaman yang intragalistik holostik untuk menyikapi tentang berbagi problematika di dunia pendidikan serta mempunyai solusi yang memang bersifat solusi dalam memcahkan permasalahan yang terjadi dibidang pendidikan sekolah.
    1. Sasaran
Secara garis besar landasan dari kegiatan PPL adalah sepuluh kompetensi guru, namun dalam rangka pengembangan maka orientasi kerja PPL diarahkan pada prinsip fungsional, artinya peserta diharuskan memnuhi target dalam pencapaian volume kerja seperti yang telah ditentukan oleh sekolah yang bersangkutan.
Dalam hal ini sasaran dimaksudkan sebagai program pengalaman lapangan pribadi calon pendidik yang memiliki seperangkat pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap serta pola tingkah laku yang diperlukan bagi profesi tenaga kependidikan serta mampu dan tepat menggunakannya dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajara, baik di sekolah maupun di luar sekolah.





BAB II
PELAKSANAAN PPL

  1. Program / Rancangan Kegiatan PPL
1.      Observasi Pembelajaran di Kelas
Observasi di kelas dilaksanakan sebelum melakukan kegiatan praktik belajar mengajar. Hal tersebut dimaksudkan agar para praktikan mempunyai gambaran bagaimana cara mengajar guru yang para baik serta cara pengelolaan kelas supaya tetap kondusif dalam kegiatan belajar mengajar. Dari observasi pembelajaran di kelas, diperoleh hasil sebagai berikut:
a.       Sebelum guru membuka pelajaran guru menertibkan para siswa lebih dahulu, jika sudah tertib dan tenang barulah guru mengabsen dan mengucapkan salam. Apabila guru mengajar pada jam pertama, pelajaran dimulai dengan membaca Al-qur’an selama 15 menit dibawah pengawasan guru yang bersangkutan, setelah itu barulah pelajaran dimulai.
b.      Guru sudah berusaha memotivasi siswa belajar dengan sungguh-sungguh, misalnya guru memberikan pretest dan beberapa pertanyaan lisan.
c.       Guru mengingatkan kembali materi pelajaran minggu lalu dengan beberapa pertanyaan.
d.      Didalam proses belajar mengajar guru menjelaskan materi dengan metode ceramah, selain itu juga menggunakan pendekatan komulatif
e.       Guru juga ada usaha untuk menarik perhatian siswa dengan mengajak komunikasi siswa atau ada selingan humor, sehingga siswa benar-benar tidak merasa bosan dan tidak mengantuk saat proses pembelajaran berlangsung
f.       Guru bisa meninglatkan lagi usaha mengaktifkan siswa. Siswa bisa disuruh menjawab soal di papan tulis dengan imbalan nilai plus (nilai tambahan)
g.      Gutu sedah menguasai materi sangat baik, mungkin karena gurunya sudah berpengalaman dan ada persiapan sebelum mengajar akibatnya penyampaian lancar, jelas dan guru dapat menguasai kelas.
h.      Dalam menjelaskan materi ajar alangkah baiknya guru menggunakan media penunjang yang sesuai dengan materi ajar.
i.        Untuk memperjelas pembelajaran perlu dilakukan latihan-latihan mengenai materi yang baru saja disampaikan.
j.        Teknik komunikasi dengan siswa sangat baik, yaitu guru memberikan bimbingan ke tiap-tiap siswa waktu mengerjakan soal di kelas. Dengan begitu siswa bisa menanyakan langsung kesulitan yang dialami, tanpa harus malu didengar teman sekelas lainnya. Hal itu erat hubungannya dengan usaha menanggapi siswa-siswa yang kesulitan belajar. Otomatis guru akan menjawab dan membantu membimbing siswa menyelesaikan soal.
k.      Saat ada siswa yang ramai dan kurang memperhatikan pelajaran, guru akan menegur siswa dan memberi peringatan.
l.        Sistematika penyampaian materi ajar sudah berurutan dan sesuai dengan silabus KTSP. Materi yang lebih dasar ke yang lebih kompleks.
m.    Penampilan guru sudah cukup baik dan sopan sesuai dengan ketentuan penampilan guru teladan.
n.      Yang terakhir guru menyimpulkan materi ajar yang baru disampaikan, lalu memberikan PR jika dianggap perlu dan menutup pembelajaran dengan salam.
o.      Selain mengobservasi guru dalam proses belajar mengajar praktikan juga mengamati tingkah laku siswa saat kegiatan belajar mengajar di kelas, misalnya:
1)      beberapa siswa mendengarkan dan memperhatikan penjelasan guru.
2)      Beberapa siswa diam tapi tidak memperhatikan pelajaran, mungkin melamun, mengantuk, menulis, tidur atau melakukan aktivitas lain seperti membuka pelajaran lain dan ada yang main handphone.
3)      Ada juga yang asyik berbicara dengan teman lainnya.
  
2.      Pembuatan RPP / RP yang Telah Dilakukan
Sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar, praktikan mempersiapkan rencana pembelajaran dan surat tugas mengajar lebih dahulu. Kemudian dikonsultasikan dengan guru pamong. Pembuatan Rencana Pembelajaran (RP) dilakukan sebelum kegiatan mengajar dengan maksud pembelajaran akan tercapai. Dalam pembuatan satu RP sebaiknya untuk sekali mengajar. Oleh karena itu praktikan sudah membuat RP lebih dari cukup, sebab sudah beberapa kali mengajar. Adapun isi dari dari satuan pembelajaran adalah:
a.       Identitas
b.       Tujuan pelajaran
c.       Materi pelajaran
d.      KBM
e.       Alat dan sumber belajar
f.       Penilaian: prosedur penilaian dan alat penilaian

Selain itu, adapun  bentuk-bentuk dari sistematika pembuatan SP/RP yang telah disepakati antara praktikan dan guru pamong adalah sebagai berikut:
Format Satuan Pembelajaran / Format Rencana Pembelajaran




SATUAN PEMBELAJARAN/ RENCANA PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran     :
Pokok Bahasan    :
Kelas/Semester     :
Sekolah                :
Waktu                  :

                                             I.            Tujuan pembelajaran
 


                                          II.            Materi ajar:
 


                                       III.            Metode pembelajaran:
A.      Menggunakan Metode
 


B.       Pendekatan Pembelajaran
 


                                       IV.            Langkah – langkah pembelajaran:
A.    Kegiatan awal:
 


B.     Kegiatan inti:
 


C.     Kegiatan akhir:
 



                                          V.            Alat/ bahan/ sumber belajar:
 


                                       VI.            Penilaian:
 


Butir Soal Terlampir

Kartasura, . . . . . . . . . . . . . .


Mengetahui
Guru Pamong                         Praktikan

 
                       
Satuan pembelajaran dan rencana pembelajaran dikonsultasikan terlebih dahulu kepada guru pamong sebelum praktikan mengajar.

  1. Pelaksanaan Praktik Mengajar Secara Umum
1.      Kegiatan Praktik Pembelajaran
Praktikan mengajar dilakukan setelah memiliki persiapan untuk masuk kelas dengan kesiapan yang matang, sehingga pelaksanaan mengajar dapat berjalan dengan baik dan terencana. Pelaksana praktik mengajar adalah pelaksanaan mengajar seperti guru asli didepan kelas dan berhadapan langsung dengan siswa. Tetapi rencana mengajar harus sudah dikonsultasikan dan disetujui oleh pamong yang bersangkutan. Dalam hal ini pembagian mahasiswa dengan guru pamong ibu Dra. Sukatmini sebagai berikut:
a.  Rika Yayan Nugraheni, Iva Avri Avra, Iga Pia Sadora, dan Riyanti dengan guru pamong Dra. Sukatmini mengajar kelas XI, mendapat jam ajar selama 2 x 40 menit serta praktikan mengajar satu kali dalam seminggu.

Dalam kegiatan belajar mengajar, praktikan menyampaikan materi dengan menggunakan metode ceramah dan menggunakan pendekatan komunikatif, seperti pre-test yang menangkut materi minggu lalu untuk mengetahui pemahaman siswa tentang materi yang diajarkan, siswa diminta untuk mengerjakan latihan yang bersangkutan dengan materi kemudian mengerjakan di papan tulis dan membahasnya. Sewaktu berada di kelas, praktikan tidak hanya terpaku pada satu tempat melainkan bergerak dinamis sesuai dengan kondisi kelas dan pandangan ditujukan keseluruh, sehingga dengan menontrol kondisi siswa dengan lebih mudah dan lebih baik.
Dalam penyampaian pelajaran, praktikan menggunakan bahasa yang mudah diterima dengan menggunakan bahasa Indonesia yang benar-benar berurutan, karena masih banyak siswa yang belum (tidak) paham dengan pelajaran bahasa inggris. Selain itu suara juga harus keras dan jelas agar dapat didengar oleh siswa dengan baik. Pada saat berlangsungnya proses belajar mengajar, ada berbagai macam tingkah laku siswa seperti, ada siswa yang benar-benar memperhatikan pelajaran, namun ada pula yang melakukan aktivitas lain yang tidak berhubungan dengan pelajaran yang sedang diajarkan. Terhadap siswa yang kurang memperhatikan pelajaran, praktikan mendekati dan menegur siswa tersebut agar lebih memperhatikan pelajaran, namun bagi siswa yang sulit untuk diatur, praktikan memberikan sanksi berupa tugas tambahan atau menjawab pertanyaan tentang materi yang sedang dibahas.
Adapun kegiatan praktikan saat mengajar:
a.       Ketepatan waktu dalam pelaksanaan tugas. Praktikan harus sudah ada disekolah beberapa menit sebelum pelajaran dimulai, praktikan lebih dahulu mempersiapkan segala sesuatu untuk mendukung kegiatan pembelajaran.
b.      Praktikan datang ke kantor atau ruang guru lebih dahulu sebelum dan setelah mengajar agar ada kekeluargaan dengan bapak ibu guru lainnya.
c.       Hal-hal yang di laksanakan waktu mengajar dimulai, praktikan memperhatikan suasana kelas. Apabila siswa sudah siap menerima pelajaran, maka praktikan dapat segera memulai pelajaran dengan mencakup salam dan basmallah bersama-sama.
d.      Tingkah laku siswa pada waktu menerima pelajaran : selama siswa mengikuti pelajaran, siswa berusaha menjawab apabila diberi pertanyaan oleh praktikan. Siswa juga diberi waktu untuk memahami pelajaran dan menanyakan hal yang belum jelas.
e.       Hal-hal yang dilakukan praktikan pada akhir pelajaran. Pada akhir pelajaran, praktikan memberi pekerjaan rumah dan memberikan sedikit latihan yang diberikan selama proses belajar. Hal ini ntuk mengetahui sejauh mana siswa menyerap pelajaran yang telah dismpaikan, kemudian praktikan mengakhiri pelajaran dengan mengucapkan salam.
Selain hal yang dicapai seperti yang tercantum diatas, praktikan juga mendapatkan mandat atau tugas mengajar dari guru pamong dengan bukti surat tugas mengajar yang ada pada lampiran.
    1. Umpan Balik dari Pembimbing
Dalam kegiatan praktik mengajar didalam kelas, guru pamong sesekali memonitor mahasiswa praktikan secara langsung yaitu dengan cara menemani mahasiswa praktikan dalam mengajar, hal ini bertujuan untuk dapat secara langsung menilai cara atau metode pengajaran. Selain itu apabila kondisi kelas tidak dapat dikendalikan oleh mahasiswa praktikan, maka guru pamong dapat membantu untuk mengontrol situasi di dalam kelas.
Setelah selesai melakukan  kegiatan mengajar, guru pamong selalu memberikan kritik dan saran yang sangat membangun bagi kemajuan ketrampilan mengajar, sehingga pada saat melakukan kegiatan mengajar selanjutnya dapat memperbaiki kekurangan mengenai segala hal yang berkenaan dengan kegiatan belajar.

  1. Pelaksanaan Praktik Persekolahan
Selama praktikan berada di lingkungan sekolah SMK Muhammadiyah Surakarta, banyak kegiatan yang dilaksankan oleh pihak sekolah baik kegiatan pengajaran atau yang menyangkut kependidikan, keadministrasian ataupun ekstrakurikuler yang melibatkan mahasiswa praktikan untuk membantu pengelolaan sekolah sehingga dapat memberikan pengalaman yang berharga bagi para praktikan itu sendiri. Didalam praktikan sekolahan ini, seluruh mahasiswa praktikan terlibat didalamnya. Adapun kegiatan tersebut antara lain:
a.    Observasi
Pada awal dimulainya kegiatan PPL, mahasiswa praktikan melakukan kegiatan observasi yang meliputi dua hal, antara lain observasi umum mengenai segala hal yang ada di lingkungan sekolah maupun sesuatu yang memiliki hubungan dengan lingkungan sekolah itu sendiri. Sedangkan obseravsi khusus adalah tentang cara atau metode yang digunakan oleh guru pamong masing-masing pada saat mengajar. Yang masing-masing akan dijabarkan sebagai berikut:

Kegiatan observasi lingkungan sekolah
Kegiatan lingkungan sangat berpengaruh terhadap lingkungan sekolah terutama jauh dari keramaian. Oleh karena itu seorang guru manyatakan keadaan lingkungan yang terjadi tempat belajar mengajar, sebab dengan pengenalan lingkungan akan membantu mempermudah guru dalam mendidik memberikan pendidikan kepada anak didiknya. Lingkungan yang mendukung terhadap keberhasilan anak sangatlah diperlukan. Lingkungan ini dalam keadaan aman, tentram serta jauh siswa. Untuk itu kami akan menjabarkan keadaan fisik di SMK Muhamadiyah Kartasura sebagai berikut :

  1. Keterkaitan program dan pelaksanaannya
1. Analisa Keterkaitan Progam dan Pelaksanaan
        Pada pelaksanaan program yang satu dengan yang lain saling keterkaitan, karena kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang berkesinambungan dalam pelaksanaanya. Program – program yang dilakukan ada yang hanya bersifat temporer dan ada yang sementara dan sesaat.
2. Hambatan – hambatan
        Dalam setiap kegiatan dan keadaan apapun banyak hambatan yang ditemui. Demikian juga dalam kegiatan yang dilakukan oleh Mahasiswa Praktikan 2010, misalnya:
Ø  Kurang kompaknya hubungan antara praktikan dikarenakan perbedaan sifat, kesibukan dan urusan pribadi masing p- masing yang tentunya berbeda.
Ø  Kurang akrabnya hubungan antar mahasiswa Praktikan dengan guru karena ruangan yang terpisan.
Ø  Kesalah pahaman antar mahasiswa Praktikan dengan pihak sekolah yang mungkin dikarenakan kurangnya koordinasi dan komunikasi.
Ø  Keterbatasan masing – masing praktikan yang masih belum terlalu banyak pengalaman dalam hal mengajar, serta waktu yang diberikan kepada praktikan untyuk melaksanakan praktikan untuk melaksanakan praktik pembelajran yang terbatas mengakibatkan mahasiswa Praktikan belum dapat menguasai betul seluk beluk dunia pendidikan SMK.
Ø  Kurangnya sarana dan prasarana pembelajaran.
Ø  Kurangnya kedisiplinan dan kekompakan dari praktikan karena kesibukan personal.
Ø  Kurangnya kesidiplinan dan partisipasi siswa dalam pelaksanaan pembelajran.

3. Usaha Mengatasi Hambatan – hambatan
        Meskipun banyak hambatan yang terjadi, pasti ada jalan keluar untuk mengatasi hambatan tersebut. Semua permasalahan yang ada dibahas dan dicari jalan penyelesaiannya yang diusahakan tidak ada pihak – pihak yang dikecewakan atau dirugikan, sehingga hambatan tesebut dapat teratasi dengan baik. Untuk mengatsi hambatan – hambatan yang terjadi, hal – hal yang dilakukan sebagai berikut :
Ø  Agar kekompakan antar praktikan terjalin dengan baik, maka diperlukan adanya komunikasi yang lebih, agar masing –masing praktikan merasa lebih bertanggung jawab atas tugas dan kewajiban masing – masing .
Ø  Usaha mahasiswa praktikan untuk ,mengakrabkan diri dengan guru adalah dengan rajin tersenyum, menyapa dan berdialog sesering mungkin dengan guru yang bertugas yang ada dalam suatu ruangan.
Ø  Untuk meluruskan kesalahpahaman dengan pihak sekilah mahasiswa PPL melakukan koordinasi dan komunikasi agar setiap permasalahan yang ada dapat terselesaikan dengan baik.
Ø  Dalam hal pananganan mahasiswa siswa yang kurang memiliki minat belajar, diberikan motivasi dan pemahaman tentang pentingnya menuntut ilmu untuk masa depan dan modal hidup kelak. Disamping itu pada saat mahasiswa praktikan melaksanakan praktik pembelajaran, digunakan media pengajran untuk menarik minat siswa agar mau memperhatikan pelajaran yang diberikan.
Ø  Untuk mengatasi keterbatasan kemampuan praktikan dan keterbatasan waktu mengajar, maka praktikan rajin untuk berkonsultasi dengan guru pamong masing-masing.
Ø  Memberi wawasan dan pemahaman kepada para siswa yang kurang aktif.
Ø  Mengadakan evaluasi pada praktikan serta dengan diadakannya pertemuan dengan DPL setiap satu minggu sekali.
Ø  Berusaha melobi dan berdiskusi dengan pihak sekolah yang terkait.
Ø  Mengadakan evaluasi para praktikan untuk membahas kegiatan selama PPL.
        Dalam mengatasi hambatan yang terjadi, seringkali terdapat berbagai macam pilihan pemecahan yang pada akhirnya diharapkan merupakan solusi sebagaimana yang tertulis diatas. Praktikam berharap dari berbagai permasalahan yang ada mampu menjadi pengalaman berharga yang nantinya akan sangat membantu mahasiswa pada saat terjun langsung sebagai pendidik.  















BAB III
PENUTUP

  1. Kesimpulan
Syukur alhamdullilah senantiasa kita panjatkan kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmad, hidayah dan inayahnya kepada kita semua. Sholawat seerta salam semoga tetap tercurah kepada beliau nabi besar Muhammad SAW beserta keluarganya serta pengikutnya yang setia sampai akhir zaman nanti, dengan ijin Allah kami dapat menyelesaikan laporan ini dengan follow up dari kegiatan PPL yang kami laksanakan di SMK Muhammadiyah Kartasura.
Dari berbagai observasi dan kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan diperoleh beberapa kesimpulan:
    1. SMK Muhammaddiyah Kartasura telah memiliki standardisasi yang cukup memadai untuk pelaksanaan proses belajar mengajar dalam rangka untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
    2. Pelaksanaan proses belajar mengajar sudah sesuai dengan kurikulum.
    3. Kegiatan administrasi sekolah telah berjalan dengan baik untuk membantu tercapainya tujuan yang telah direncanakan.
    4. Suasana ukhuwah islamiyah begitu kental di keluarga besar SMK Muhammadiyah Kartasura.

Penulis menyadari bahwa manusia tidak lepas dari salah dan lupa, karena kami hanya makhluk yang lemah yang selama kami melaksanakan PPL di SMK Muhammadiyah Kartasura banyak melakukan kesalahan dan kekhilafan yang disengaja maupun tidak disengaja. Akhir kata penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kami selama PPL maupun terlaksananya PPL.


  1. Saran-saran
Dalam perjalanannya kini SMK Muhammadiyah Kartasura belum selesai pada batas akhir. Untuk itu SMK Muhammadiyah Kartasura harus diimbangi kesabaran dan peningkatan, agar dapat membuktikan bahwa swasta tidak selalu “kalah” dengan negeri.
Adapun saran-saran baik untuk sekolah ataupun untuk DPL kami:
1.      Kegiatan proses belajar mengajar lebih ditingkatkan terutama dalam penggunaan active learning.
2.      Mengupayakan agar siswa dapat memiliki buku pegangan selain lembar kerja siswa sehingga akan menambah referensi siswa.
3.      Mengaktifkan siswa untuk membaca ataupun meminjam buku di perpustakaan yang telah tersedia.
4.      Hendaknya DPL lebih sering melihat langsung proses kegiatan pengajaran oleh peserta PPL agar dapat memberikan masukan, serta lebih sering konfirmasi dengan mahasiswa PPL dengan cara mengadakan rapat bersama.
Demikianlah hasil observasi yang telah kami peroleh setelah mengikuti kegiatan PPL selama kurang lebih dua bulan di SMK Muhammadiyah Kartasura. Untuk melengkapi laporan ini kami melampirkan data-dat yang kami peroleh dari SMK Muhammadiyah Kartasura. Namun kami sadar masih banyak kekurangan, tetapi itu merupakan kewajaran sebab keterbatasan dari seorang manusia.

Tidak ada komentar: