twitter


KARAKTERISTIK GEJALA PENDIDIKAN DAN BELAJAR MIPA DI LEMBAGA PENDIDIKAN


Makalah Mata Kuliah
Teori, Proses dan Konteks Sosial Budaya




Disusun Oleh :
KELOMPOK 7
Anggota :
§  Zainal Abidin Sinaga           NPM    : 20117279011
§  Hasyim                             NPM    : 20117279004
§  Febri                                 NPM    : 20117279115
§  Emmy P                            NPM    : 20117279003
§  Alifia                                 NPM    : 20117279022


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI        2012


KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum. Wr. Wb.

Puji syukur kehadirat Allah Swt yang telah memberikan segala limpahan nikmatnya sehingga penyusunan makalah ini dapat terselesaikan. Salawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan alam Nabi Besar Muhammad Saw. Dan semoga limpahan rahmat dan keselamatan tercurahkan pula kepada para sahabat dan seluruh umatnya.
Makalah ini disusun untuk memenuhi sebagian dari syarat-syarat guna memperluas ilmu pengetahuan dalam mata kuliah Teori, Proses dan
Konteks Sosial Budaya.
Ucapan terima kasih yang dalam tak terhingga saya sampaikan kepada seluruh komponen yang memberikan bantuan kepada saya sehingga makalah ini tersusun dengan baik. Ucapan terima kasih penulis terutama disampaikan kepada :
2     Bapak Dr. Suko Pratomo, M.Pd. selaku dosen pengampu yang telah memberikan tugas beserta pengajaran dalam mata kuliah Teori, Proses dan Konteks Sosial Budaya.
3     Teman-teman kelompok dua yang telah bekerja sama dengan baik serta kompak dalam menyelesaikan makalah ini.
Ucapan terima kasih pula  kami sampaikan kepada semua komponen yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu yang telah membantu kami dalam menyelesaikan penyusunan makalah ini, mudah-mudahan Allah SWT membalasnya dengan yang lebih baik.
Dalam penyusunan laporan ini penulis tidak menutup kemungkinan adanya kesalahan dan kehilafan sebab itu penulis berharap untuk diberi kritikan dan saran yang membangun guna kesempurnaan laporan ini.

Wassalamu’alaikaum Wr. Wb.

Jakarta, 10 Juli 2012


Penyusun




DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR

BAB I       PENDAHULUAN
1.1.    Latar Belakang Masalah ...................................................
1.2.    Rumusan Masalah ............................................................
1.3.    Tujuan ..................................................................................

BAB II      KONSEP-KONSEP PSIKOLOGI DALAM
                 PENDIDIKAN MIPA
2.1.     Apakah Psikologi itu? .......................................................
2.2.     Hubungan Psikologi dengan Ilmu-ilmu Lain ...............
2.3.     Apakah Psikologi Pendidikan itu? .................................
2.4.     Psikologi Dalam Pendidikan MIPA ................................
2.5.     Psikologi perkembangan dan psikologi belajar ...........

BAB III     PENUTUP
3.1      Kesimpulan ........................................................................
3.2      Saran ....................................................................................

DAFTAR PUSTAKA











BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Banyak negara yang mengakui bahwa persoalan pendidikan merupakan persoalan yang pelik. Namun semuanya merasakan bahwa pendidikan merupakan salah satu tugas negara yang amat penting. Bangsa yang ingin maju, membangun, dan berusaha memperbaiki keadaan masyarakat dan dunia tentu mengatakan bahwa pendidikan merupakan kunci keberhasilan suatu bangsa.
Pengemasan pendidikan, pembelajaran dan pengajaran sekarang ini belum optimal seperti yang diharapkan. Hal ini terlihat dengan kekacauan-kekacauan yang muncul di masyarakat bangsa ini, diduga bermula dari apa yang dihasilkan oleh dunia pendidikan. Pendidikan yang sesungguhnya paling besar memberikan kontribusi terhadap kekacauan.
Pendidikan merupakan suatu lembaga untuk memajukan bangsa, yang tentunya tidak berada begitu saja, di dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, perlu adanya motivasi dan dorongan juga berkaitan tersuksesnya dunia pendidikan.
Ilmu Psikologi adalah psikologi yang ditrapkan di dalam dunia pendidikan dalam mensukseskan pendidikan di dunia pendidik. Oleh karena itu, betapa pentingnya psikologi pendidikan karena dengan psikologi pendidikan, pendidikan MIPA juga bisa dipahami dengan cukup baik.
Mata Pelajaran MIPA merupakan suatu ilmu yang sulit difahami siswa, sehingga perlu adanya konsep-konsep Psikologi pendidikan MIPA, supaya tuntutan dan kebutuhan masyarakat terealisasi dan penyelenggaraan pendidikan menjadi berkualitas.

1.2 Rumusan Masalah
Permasalahan yang akan dibahas pada makalah ini yaitu:
a.    Apa pemahaman konsep teori, proses dan konteks sosial budaya dalam konsep-konsep psikologi dalam pendidikan MIPA tersebut?
b.    Mengapa perlu mengkaji konsep konsep psikologi dalam pendidikan MIPA itu?
c.    Bagaimana konsep-konsep Psikologi dalam Pendidikan MIPA tersebut, sehinga tuntutan dan kebutuhan masyarakat terealisasi dan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas?

1.3 Tujuan
Tujuan makalah ini adalah:
a.    Mampu memahami konsep teori, proses dan konteks sosial budaya dalam konsep-konsep psikologi dalam pendidikan MIPA.
b.    Mengkaji konsep konsep psikologi dalam pendidikan MIPA.
c.    Mengetahui konsep-konsep Psikologi dalam Pendidikan MIPA antara tuntutan dan kebutuhan masyarakat agar menciptakan pendidikan yang berkualitas.



BAB II
KONSEP-KONSEP PSIKOLOGI DALAM PENDIDIKAN MIPA

2.1      Apakah Psikologi itu?
Menurut arti kata-katanya psikologi sering diterjemahkan menjadi ilmu jiwa. Yakni dari kata psyche yang berarti : jiwa, roh dan logos yang berarti ilmu. Sebenarnya terjemahan tersebut kurang tepat, karena bertitik tolak dari pandangan dualisme manusia, yang menganggap bahwa manusia itu terdiri dari dua bagian yaitu jasmani dan rohani.
Psikologi adalah ilmu yang ingin mempejari manusia. Manusia sebagai suatu kesatuan yang ingin mempelajari manusia. Manusia sebagai suatu kesatuan yang bulat antara jasmani dan rohani. Dengan singkat dapat kita katakan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia.
Yang dimaksud dengan tingkah laku disini adalah segala kegiatan/tindakan/perbuatan manusia yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan, yang disadari maupun yang tidak disadarinya. Crow dan crow memberikan batasan psikologi yaitu interaksi manusia dengan dunia sekitarnya. Batasan psikologi yang diberikan oleh Sartain psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku organisme yang hidup, terutama tingkah laku manusia.
Obyek psikologi biasanya dibedakan menjadi 2 macam:
a.    Obyek Material
Yakni objek yang dipandang secara keseluruhannya, adapun objek material dari psikologi ialah manusia. Manusia, disamping menjadi objek psikologi juga menjadi objek bagi ilmu-ilmu yang lain. Sosiologi, antropologi, sejarah, biologi, ilmu kedokteran, ilmu hukum, ilmu mendiidk, semuanyanya objeknya adalah manusia.





b.    Obyek Formal
Jika dipandang menurut aspek mana yang dipentingkan dalam pendidikan psikologi itu. Dalam hal ini maka objek formal dari psikologi adalah berbeda-beda menurut perubahan zaman dan pandangan para ahli masing-masing. Pada aliran behaviorisme yang menjadi objeknya adalah tingkah laku manusia yang tampak (lahiriah) sedangkan pada aliran psikologi yang dipelopori oleh Verb objeknya adalah gejala-gejala ketidaksadaran manusia.
Pada Umumnya psikologi itu dapat dibagi menjadi dua golongan besar :
1)    Psikologi Metafisika, yang menyelidiki hakikat jiwa seperti yang dilakukan oleh Plato dan Aristoteles.
2)    Psikologi Empiri, yang menyelidiki gejala-gejala kejiwaan dan tingkah laku manusia dengan menggunakan pengamatan (observasi), percobaan atau eksperimen dan pengumpulan berbagi macam data yang ada hubungannya dnegan gejala-gejala kejiwaan manusia. Psikologi Empiri dibagi lagi atas :
(1)  Psikologi Umum, yang menyelidiki atau mempelajari gejala-gejala kejiwaan manusia pada umumnya.
(2)  Psikologi Khusus yang menyelidiki gejala-gejala kejiwaan manusia menurut aspek-aspek tertentu sesuai dengan pandangan serta tujuannya.
Macam-macam psikologi :
-          Psikologi Perkembangan
-          Psikologi Pemuda
-          Psikologi Kedokteran
-          Psikologi Kriminal
-          Psikologi Tekhnik
-          Psikologi Karakteriologi
-          Psikologi Pendidikan
-          Psikologi Sosial
-          Psikologi Gestaulk
-          Behaviorisme
-          Psikologi Ketidaksadaran
2.2      Hubungan Psikologi dengan Ilmu-ilmu Lain
Bagaimana hubungan antara psikologi dengan ilmu-ilmu lain itu, terutama dengan antropologi, sosiologi dan fisiologi.
a.    Psikologi dan Antropologi
Secara etimologi, antropologi berarti ilmu tentang manusia. Natropos berarti manusia dan logos berarti ilmu. Antropologi sebagai ilmu yang mempunyai perhatian terhadap semua cabang pengetahuan yang berhubungan dnegan manusia, yaitu manusia sebagai gejala biologis dan manusia sebagai makhluk sosial. Apa yang diselidiki oleh antropologi sebenarnya juga banyak merupakan objek-objek dari psikologi. Psikologi menyelidiki tingkah laku manusia sebagai individu. Untuk mengetahui suatu individu tidak mungkin kita dpaat melepaskan diri dari usaha mengetahui bagaimana kebudayaan masyarakat tempat individu itu hidup dan dibesarkan. Sebaliknya untuk mengetahui suatu kebudayaan tertentu seringkali diperlukan untuk mengerti atau mengetahui bagaimana orang-orang atau indivdu-individu dalam masyarakat itu mengalami dan merasakannya. Jadi, psikologi dan antropologi keduanya menyangkut daerah dan masalah-masalah tertentu yang bersamaan, keduanya saling mengisi (suplementer). Perbedaan keduanya terletak pada tekanannya. Psikologi menekankan pada individu sedangkan antropologi menekankan pada kelompok.
b.    Psikologi dan Sosiologi
Sosiologi adalah juga suatu ilmu yang secara langsung berhubungan dengan tingkah laku manusia. Seperti halnya dengan Antropologi ia behubungan dengan masalah manusia dalam kelompok: masalah berhubungan sosial manusia.Hanya biasanya sosiologi itu menyangkut hubungan kelompok manusia yang lebih kecil, sedangkan Antropologi mengenai kelompok manusia yang luas/besar. Para ahli sosiologi terutama memusatkan perhatiannya kepada tingkah laku kelompok. Misalnya : masalah kejahatan, kenakalan/kejahatan anak-anak, perceraian/talak, perkembangan dan perubahan sifat-sifat keluarga, dan sebagainya. Melihat kepada apa yang menjadi obyek sosiologi, tampak bahwa ilmu psikologi dan sosiologi mempunyai banyak persamaan, psikologi menekankan pada person individu, sedangkan sosiologi menekankan pada sifat-sifat dan tingkah laku kelompok terutama berhubungan sosial manusia.
c.    Psikologi dan Fisiologi
Fisiologi adalah ilmu yang mempelajari fungsi-fungsi berbagai organ yang ada dalam tubuh manusia (seperti fungsi perut dan hati, limpa dan empedu) dan berbagai sistem peredaran. Apa yang diselidiki/dipelajari oleh psikologi  ialah mengenai personal individu itu sendiri. Individu sebagai kesatuan antara jasmani dan rohani. Jadi meskipun psikologi menyelidiki fungsi-fungsi jasmani, dalam hubungan dengan fungsi-fungsi/kegiatan/kegiatan rohani individu.

2.3    Apakah Psikologi Pendidikan itu?
Para ahli psikologi pada umumnya berpendapat bahwa psikologi pendidikan adalah psikologi yang diterapakan di dalam pendidikan. Psikologi pendidikan merupakan ilmu-ilmu terapan. Psikologi pendidikan merupakan suatu ilmu yang berusaha menjelaskan masalah-masalah belajar yang dialami individu dari sejak lahir sampai usia lanjut, terutama yang menyangkut kondisi-kondisi yang mempengaruhi belajar.
Psikologi pendidikan adalah cabang dari psikologi yang dalam penguraian dan penelitiannya lebih menekankan pada masalah pertumbuhan dan perkembangan anak, baik fisik maupun mental, yang sangat erat hubungannya dengan masalah pendidikan terutama yang mempengaruhi proses dan keberhasilan belajar.
Psikologi pendidikan merupakan ilmu yang memusatkan dirinya pada penemuan dan aplikasi prinsip-prinsip dan teknik-teknik psikologi pendidikan mencakup topik-topik psikologi pendidikan mencakup topik-topik psikologi yang erat hubungannya dengan pendidikan.
Sesuai pendapat Crow & Crow, ruang lingkup psikologi pendidikan antara lain ialah :
1)    Sampai sejauh mana faktor-faktor pembawaan dan lingkungan berpengaruh terhadap belajar
2)    Sifat-sifat dari proses belajar
3)    Hubungan antara tingkat kematangan dengan kesiapan belajar.
4)    Signifikansi pendidikan terhadap perbedaan-perbedaan individu dalam kecepatan dan keterbatasan belajar.
5)    Perubahan-perubahan jiwa yang terjadi selama dalam belajar
6)    Hubungan antara prosedur-prosedur mengajar dengan hasil belajar.
7)    Teknik-teknik yang sangat efektif bagi penilaian kemajuan dalam belajar.
8)    Pengaruh/akibat relatif pendidikan formal dibandingkan dengan pengalaman-pengalaman belajar yang insitental dan informal terhadap suatu individu.
9)    Akibat/pengaruh psikologi ditimbulkan oleh kondisi-kondisi sosiologis terhadap sikap para siswa.
10) Nilai manfaat sikap ilmiah terhadap pendidikan bagi personil sekolah.
Good dan Brophy dalam bukunya yang berjudul “Educational Pschology, A Realistic Approach” (1997) menguraikan tentang psikologi pendidikan menjadi 6 bagian.
Bagian 1     :   Menguraikan tentang psikologi dalam hubungannya dengan tugas.
Bagian 2     :   Manajemen Kelas yang mencakup antara lain ;
Ø Perkembangan  dan sosialisasi anak
Ø Kepemimpinan dan dinamika kelompok
Ø Psikologi eksperimental
Ø Hasil-hasil penelitian manajemen kelas
Ø Menguraikan masalah-masalah manajemen melalui persiapan yang baik dan pengalaman belajar yang efektif.
Bagian 3     :   Menguraikan masalah belajar, yang meliputi:
Ø  Pengertian tentang belajar
Ø  Prinsip-prinsip umum belajar
Ø  Tipe-tipe belajar
Ø  Perhatian dan persepsi
Ø  Transfer dalam belajar
Ø  Perbedaan-perbedaan individul dalam belajar
Ø  Model-model dan design instruksional
Ø  Prinsip-prinsip pengajaran
Bagian 4     :   Pertumbuhan, perkembangan dan pendidikan, yang berisi:
Ø  Prinsip-prinsip perkembangan psikologis :
Ø  Perkembangan fisik :
Ø  Perkembangan kognitrif
Ø  Perkembangan personal dan sosial
Ø  Kreatuvitas
Ø  Sosialisasi
Ø  Aplikasi prinsip-prinsip perkembangan ke dalam pendidikan
Bagian 5     :   Mengenai Motivasi, yang meliputi antara lain :
Ø  Pengertian motivasi
Ø  Perilaku Stimulus-Respon
Ø  Teori Kognitif dari motivasi
Ø  Disonasi
Ø  Aplikasi Motivasi da;lam pendidikan dan pengajaran
Bagian 6     :   Prinsip-prinsip evaluasi dan pengukuran yang mencakup antara lain :
Ø  Macam-macam tes
Ø  Cara-cara menyusun tes essay dan tes objektif
Ø  Performance test
Ø  Prosedur penilaian
Ø  Monitoring kemajuan siswa
Ø  Reliabilitas dan validitas tes
Ø  Penggunaan ststistik dalam mengolah hasil tes
           



2.4  Psikologi Dalam Pendidikan MIPA
Pendidikan MIPA merupakan mata pelajaran yang cukup dianggap sulit sehingga perlu pelayanan yang serius supaya keberhasilan proses pembelajarannya tercapai dengan baik.
Berdasarkan beberapa konsep-konsep psikologi yang telah dibahas bahwa psikologi pendidikan MIPA adalah psikologoi yang khusus menguraikan kegiatan atau aktivitas manusa dalam hubungannya dengan situasi pendidikan MIPA. Maka psikologi merupakan imu yang bisa dijadikan parter dalam mencapai pendidikan yang berkualitas, sehingga mata pelajaran MIPA bisa tidak lagi dianggap mata pelajaran yang menyulitkan dan menakutkan. Apabila seorang pengajar memahami psikologi, seperti apa yang dikemukakan oleh Nana Syaodih Sukmadinata (1997), bahwa minimal terdapat dua bidang psikologi yang mendasari pengembangan kurikulum yaitu (1) psikologi perkembangan dan (2) psikologi belajar. Psikologi perkembangan merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu berkenaan dengan perkembangannya. Dalam psikologi perkembangan dikaji tentang hakekat perkembangan, pentahapan perkembangan, aspek-aspek perkembangan, tugas-tugas perkembangan individu, serta hal-hal lainnya yang berhubungan perkembangan individu, yang semuanya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan mendasari pengembangan kurikulum. Psikologi belajar merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu dalam konteks belajar.
Psikologi belajar mengkaji tentang hakekat belajar dan teori-teori belajar, serta berbagai aspek perilaku individu lainnya dalam belajar yang semuanya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan sekaligus mendasari pengembangan kurikulum.Masih berkenaan dengan landasan psikologis, Ella Yulaelawati memaparkan teori-teori psikologis yang mendasari Kurikulum Berbasis Kompetensi. Dengan mengutip pemikiran Spencer, Ella Yulaelawati mengemukakan pengertian kompetensi bahwa kompetensi merupakan karakteristik mendasar dari seseorang yang merupakan hubungan kausal dengan referensi kriteria yang efektif dan atau penampilan yang terbaik dalam pekerjaan pada suatu situasi.
Selanjutnya, dikemukakan pula tentang 5 tipe kompetensi, yaitu :
1.    Motif; sesuatu yang dimiliki seseorang untuk berfikir secara konsisten atau keinginan untuk melakukan suatu aksi.
2.    Bawaan; yaitu karakteristik fisisk yang merespons secara konsisten berbagai situasi atau informasi.
3.    Konsep diri; yaitu tingkah laku, nilai atau image seseorang.
4.    Pengetahuan; yaitu informasi khusus yang dimiliki seseorang.
5.    Keterampilan; yaitu kemampuan melakukan tugas secara fisik dan mental.
Kelima kompetensi tersebut memiliki implikasi praktis terhadap perencanaan sumber daya manusia atau pendidikan. Keterampilan dan pengetahuan cenderung lebih tampak pada permukaan ciri-ciri seseorang, sedangkan konsep diri, bawaan dan motif lebih tersembunyi dan lebih mendalam dan merupakan pusat kegiatan seseorang. Kompetensi permukaan (keterampilan dan pengetahuan) lebih mudah dikembangkan. Pelatihan merupakan hal yang tepat untuk menjamin kemampuan ini. Sebaliknya kompetensi bawaan dan motif jauh lebih sulit untuk dikenali dan dikembangkan.


2.5  Psikologi perkembangan dan psikologi belajar
A.        Psikologi Perkembangan
Psikologi perkembangan adalah cabang dari ilmu psikologi yang mempelajari perkembangan dan perubahan aspek kejiwaan manusia sejak dilahirkan sampai dengan mati. Terapan dari ilmu psikologi perkembangan digunakan di bidang berbagai bidang seperti pendidikan dan pengasuhan, pengoptimalan kualitas hidup dewasa tua, penanganan remaja.
B.        Psikologi  Belajar
1. Pengertian Belajar
Diantara para ahli psikologi terdapat keberagaman  dalam cara menjelaskan dan mendefinisikan tentang belajar (learning). Namun demikian secara eksplisit maupun implisit pada akhirnya terdapat makna yang sama, ialah bahwa dalam definisi manapun konsep belajar itu selalu menunjukkan kepada suatu proses perubahan prilaku atau pribadi seseorang berdasarkan praktek atau pengalaman tertentu. (Hilgard, 1984:4: Whiterington, 1952:163: Sartain, 1958:229: Crow ang crow, 1956:225: Skiner, 1958:199: Lidgern, 1960:94: Morgan. 1961:187: Di Vesta and Thompson, 1970:111; Gage and Berliner, 1975:86; Lefrancois, 1975:356)
2.  Psikologi Belajar
Tujuan psikologi pendidikan ialah menemukan berbagai fakta, generalisasi dan teori psikologi yang berkaitan dengan pendidikan untuk digunakan dalam upaya melaksanakan proses pendidikan yang efektif. Pendidik merupakan upaya dalam mempengaruhi individu agar berkembang menjadi manusia yang sesuai dengan yang dikehendaki. Peranan psikologi dalam pembelajaran pengajaran upaya untuk mewujudkan perilaku pembelajaran pada siswa, serta perilaku-perilaku individu lain yang terkait. Beberapa peranan tersebut antara lain : memahami siswa sebagai pelajar, memahami prinsip-prinsip dan teori pembelajaran, memilih metode-metode pembelajaran dan pengajaran, menetapkan tujuan pembelajaran dan pengajaran, memilih dan menetapkan isi pengajaran, membantu sisiwa-siswa yang mendapat kesulitan pembelajaran, memilih alat bantu pembelajaran dan pengajaran.
            Psikologi belajar merupakan sebagai ilmu pengetahuan. Psikologi belajar menggunakan pendekatan ilmiah untuk studi prilaku. Psikologi belajar banyak memusatkan pada psikologi dan perkembangannya. Fokus pada aspek-aspek psikologis dan aktifitas pembelajaran, sehingga menjadikan pembelajaran yang efektif. Ada beberapa peranan penting psikologi terhadap pembelajaran, yaitu memahami siswa sebagai pelajar, memahami teori dan konsep pembelajaran, memilih metode pembelajaran dan pengajaran, menetapkan pembelajaran dan pengajaran, menciptakan suasana pembelajaran dan pengajaran yang kondusif, memilih dan menetapkan isi pengajaran, menilai hasil pembelajaran dan pengajaran, memehami dan mengembangakan kepribadian dan profesi guru. Dalam proses perkembangan pembelajaran guru harus memahami seluruh proses perkembangan terhadap siswa.
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar
Secara fundamental Dollar and Miller (Loree,1970:136) menegaskan bahwa keefektifan prilaku belajar itu dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain:
-          Adanya motivasi, siswa harus menghendaki sesuatu
-          Adanya perhatian dan tahu sasaran, siswa harus memperhatikan sesuatu.
-          Adanya usaha, siswa harus melakukan sesuatu.
-          Adanya evaluasi dan pemantapan hasil, siswa harus memperoleh sesuatu.
Loree (170:133) dengan mengembalikannya kepada tiga komponen utama dari proses belajar-mengajar (yang harus diperhatikan oleh setiap guru yang bertugas merencanakan, melaksanakan dan mengevaruali PBM).






BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Pendidikan merupakan persoalan yang pelik. Namun semuanya merasakan bahwa pendidikan merupakan salah satu tugas negara yang amat penting. Bangsa yang ingin maju, membangun, dan berusaha memotivasi dan dorongan yang kuat untuk memperbaiki keadaan masyarakat dan dunia tentu mengatakan bahwa pendidikan merupakan kunci keberhasilan suatu bangsa
            Psikologi adalah suatu ilmu yang mengkaji perilaku individu dalam interaksi dengan lingkungan. Perilaku yang dimaksud adalah dalam pengertian yang luas sebagai manifestasi hayati (hidup) yang meliuti motorik, kognitif, konatif dan efektif. Peranan psikologi dalam pembelajaran dan pengajaran yaitu dapat menciptakan suatu proses pembelajaran dan pengaran yang efektif. Psikologi pendidikan merupakan cabang psikologi yang secara megkaji perilaku individu dalam kaitan dengan situasi pendidikan. Betapa pentingnya psikologi pendidikan karena dengan psikologi pendidikan, pendidikan MIPA juga bisa difahami dengan cukup baik.
            Mata pelajaran MIPA merupakan suatu ilmu yang sulit difahami oleh siswa, sehingga perlu adanya konsep-konsep Psikologi MIPA, agar tuntutan dan kebutuhan masyarakat terealisasi dan penyelenggaraan pendidikan menjadi berkualitas.

3.2  Saran
            Pada konsep-konsep Psikologi MIPA, alangkah lebih baiknya jika seorang pendidik mampu memahami dan menjelaskan konsep suatu bidang/ilmu yang diampunya, tetapi juga mampu memahami ilmu psikologi.
           
DAFTAR PUSTAKA


Abin Syamsudin Makmun, DR, MA., Pedoman Studi Psikologi Pendidikan,
IKIP Bandung, 1990
M. Ngalim, Drs, MP., Psikologi Pendidikan, Rosdakarya, Bandung, 2007
blog.elearning.unesa.ac.id/.../konsep-konsep-psikologi-dalam-
pendidikan.
unnes.info/tag/konsep-konsep-psikologi-dalam-pendidikan-
ilmu-psikologi.blogspot.com/2009/05/psikologi-belajar.html
belajarpsikologi.com › Perkembangan
id.wikipedia.org/wiki/Psikologi_perkembangan
file.upi.edu/Direktori/FIP/.../PSIKOLOGI_PERKEMBANGAN.pdf



0 komentar:

Poskan Komentar