Contoh Makalah Global Warming - skripsi man (dulrohman webs)

Selasa, 06 Juni 2017

Contoh Makalah Global Warming



MAKALAH
GLOBAL WARMING

logo SMA.jpeg


Disusun oleh :
NGABDURROKHMAN

XI AP1
SMA NEGERI 2 TEMANGGUNG
2007/2008






Kata Pengantar
Puji dan Syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Tidak lupa kami haturkan sholawat dan salam kepada junjungan nabi besar Muhammad SAW yang telah mengantarkan kita ke zaman yang terang benderang.
Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Berkat dorongan serta bantuan mereka kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Kami sadar bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan penuh kekurangan. Maka dari itu, kritik maupun saran yang sifatnya membangun dari berbagai pihak sangat diperlukan demi menyempurnakan makalah ini. Akhir kata kami berharap makalah ini dapat menjadi bahan informasi dan penunjang bagi kita semua.

                                                                                                Temanggung, Juni 2008

                                                                                                         Penyusun











 



BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang

 Latar belakang disusunnya makalah ini adalah untuk memenuhi tugas akhir semester yang telah diberikan oleh guru pengajar. Makalah ini membahas tentang Pemanasan global atau global warming. Makalah ini disusun berdasarkan tentang perbincangan yang sedang hangat dibicarakan oleh dunia. Pemanasan global belum menemukan titik terang dalam penanggulangannya. Disini penulis berusaha menerangkan materi yang dibutuhkan sebagai referensi agar dapat menyempurnakan topik yang akan diperbincangkan.

1.2  Rumusan Masalah

1.      Apa yang dimaksud dengan pemanasan global ?
2.      Apakah penyebab dari pemanasan global ?
3.      Apakah dampak pemanasan global bagi kehidupan di bumi?
4.      Bagaimana cara mengurangi pemanasan global ?

1.3  Tujuan

1.      Mengetahui apa itu pemanasan global.
2.      Mengungkap hal-hal yang menyebabkan pemanasan global di muka bumi.
3.      Mengungkap dampak negatif akibat pemanasan global bagi kehidupn di bumi.
4.      Memaparkan cara-cara untuk mengurangi terjadinya pemanasan global di muka bumi.







BAB II
PEMBAHASAN

2.1     Pengertian Pemanasan Global
Pemanasan Global adalah meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi akibat peningkatan jumlah emisi Gas Rumah Kaca di atmosfer. Pemanasan Global akan diikuti dengan Perubahan Iklim, seperti meningkatnya curah hujan di beberapa belahan dunia sehingga menimbulkan banjir dan erosi. Sedangkan, di belahan bumi lain akan mengalami musim kering yang berkepanjangan disebabkan kenaikan suhu.
2.2     Penyebab dari Pemanasan Global
1. Efek rumah kaca
Efek rumah kaca meruakan proses atmosfer menghangatkan planet bumi. efek rumah kaca terjadi akibat panas yang dipantulkan ke permukaan bumi terperangkap oleh gas-gas di atmosfer, sehingga tidak mampu diteruskan ke luar angkasa, melainkan dipantulkan kembali ke permukaan Bumi. Sebenarnya ffek rumah kaca mempunyai manfaat bagi makhluk hidup di Bumi, tanpa adanya efek rumah kaca bumi ini akan menjadi sangat dingin (jika tidak ada efek rumah kaca suhu bumi hanya -18 °C), namun jika berlebihan justru akan berbahaya bagi kehidupan di Bumi karena akan mengakibatkan pemanasan global dan dapat mengganggu iklim.

           Metana dan karbon dioksida dikenal sebagai gas rumah kaca utama dalam atmosfer bumi. Gas ini membentuk semacam dinding di atas atmosfer yang memungkinkan radiasi matahari untuk masuk, namun mencegah sebagian panas dipancarkan kembali. dalam beberapa dekade terakhir, konsentrasi gas rumah kaca (terutama Metana dan karbon dioksida) telah naik begitu tinggi sehingga membuat panas yang terjebak di atmosfer semakin besar.

2. Meningkatnya gas karbon monoksida dari kendaraan bermotor.
Penyebab terjadinya pemanasan global ini disebabkan dari aktivitas manusia sendiri, semakin padat nya penduduk yang ada di seluruh dunia dan populasi manusia terus bertambah maka jumlah kendaraan bermotor juga akan selalu bertambah. Efek kendaraan bermotor sangat besar terhadap pemanasan global karena gas yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor merupakan gas karbon monoksida dimana gas karbon monoksida tersebut dapat mengakibatkan efek rumah kaca.
Selain sebagai gas yang dapat menyebabkan efek rumah kaca, karbon monoksida pada konsentrasi yang tinggi dapat secara serius mempengaruhi metabolisme pernapasan manusia. Karbon monoksida mempunyai afinitas terhadap hemoglobin dalam darah (COHb) yang lebih tinggi daripada oksigen, oleh karena itu dapat mengurangi kemampuan darah dalam membawa oksigen. Kekurangan oksigen dalam aliran darah dan jaringan tubuh akan menurunkan kinerja tubuh dan pada akhirnya dapat menimbulkan kerusakan dalam organ-organ tubuh.

3. Polusi udara dari industri pabrik
Semakin berkembangnya zaman pertumbuhan akan pabrik dan dunia industri pun semakin berkembang. Namun semakin banyaknya industri pabrik yang tidak terkontrol dan tidak memperhatikan kelestarin lingkungan dapat menyebabkan kerugian bagi alam misalnya kerugian asap yang yang dihasilkan dari pabrik industri tersebut, sehingga akan menyebabkan polusi udara yang akan membuat lingkungan tercemar dan berdampak signifikan dalam terjadinya pemanasan global. Polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya juga akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernapasan seperti asma, paru kronis, penyakit jantung, coccidioidomycosis,  dan lain-lain.

Gas buang dari industri juga menjadi penyebab efek rumah kaca yang berpengaruh dengan kehidupan makhluk hidup karena dapat menimbulkan pencemaran udara yang disebabkan oleh asap pabrik yang berlebihan, karena asap pabrik menghasilkan gas berupa karbon monoksida, karbondioksida dan gas metana.

4. Polusi metana oleh pertanian, perkebunan, dan peternakan
Metana tergolong salah satu gas yang mempengaruhi pemanasan global, Emisi gas metana berasal dari alam seperti lautan, lapisan es permanen, tanah-tanah yang gembur, serta berasal dari hewan dan aktivitas manusia. dari berbagai macam sumber dikatakan bahawa 14,5 persen dari total emisi gas rumah kaca di dunia disebabakan (dikeluarkan) oleh ternak terutama sapi. Live Science melaporkan per tahun seokor sapi menghasilkan gas metana 120 kg, domba 8 kg dan manusia hanya 0,12 kg.
Metana (CH4) merupakan gas tidak berbau yang menimbulkan efek rumah kaca. Komposisi metana di atmosfer bumi lebih rendah dibanding karbon dioksida (CO2), namun koesifien daya tangkap panas metana lebih tinggi, yakni 25 kali karbon dioksida. Metana juga berperan dalam mempertipis lapisan ozon yang melindungi bumi, sehingga suhu bumi semakin panas.
5. Penggunaan CFC yang tidak terkontrol
Cloro Four Carbon (CFC) merupakan salah satu penyebab pemanasan global yang sifatnya masih bisa ditangani, CFC adalah klorofluorokarbon, yaitu senyawa-senyawa yang mengandung atom karbon dengan klorin dan fluorin terikat padanya. Gas CFC ini biasanya dihasilkan oleh peralatan pendingin udara seperti AC dan kulkas yang berkontribusi dalam pemanasan global.

6. Konsep rumah modern
Saat ini konsep rumah modern banyak terdiri dari kaca. Memang usahanya adalah untuk menghemat pemakaian listrik. Namun k lain kaca tersebut dapat memantulkan cahaya ke udara lagi sehingga akan menyebabkan efek rumah kaca. Artinya cahaya yang mengenai bangunan tersebut tidak diserap melainkan cahaya dipantulkan lagi ke udara sehingga akan menyebabkan pengaruh lebih cepat terjadinya pemanasan global..

7. Bocornya lapisan ozon
Sinar matahari yang memancar kebumi tidak langsung sampai kebumi, karena terdapat laipsan ozon yang melakukan filter terlebih dahulu. Hal itu dapat terjadi jika lapisan ozon memang masih normal. Namun sekarang yang terjadi adalah lapisan ozon sudah menipis bahkan ada yang berpendapat sudah bocor.

Sebuah sumber mengatakan bahwa: Berdasarkan pemantauan menggunakan instrumen Total Ozone Mapping Spectrometer (TOMS) pada satelit Meteor 3 dan Nimbus 7, kerusakan ini (kerusakan pada ozon) telah menghasilakan sebuah lubang yang dikenal sebagai lubang ozon di kedua kutub bumi.

8. Pengrusakan hutan dan pembakaran hutan secara ilegal
Pembakaran hutan juga berperan dalam terjadinya pemanasan global. Karena hutan mempunyai fungsi yang akan meyerap gas karbondioksida dan akan menghasilkan oksigen. Jika semakin banyak adanya penebangan liar, pengundulan hutan maka jumlah karbondioksida di atmosfer akan semakin banyak yang pada akhirnya menyebabkan pemanasan global.

Oleh karena itu diperlukannya reboisasi dan penghijauan pada hutan agar pohon-pohon yang ada di hutan bisa tumbuh lebat lebih cepat dan hutan dapat kembali menjalankan salah satu fungsinya yaitu untuk meyerap gas karbondioksida dan menghasilkan oksigen, sehingga bisa sedikit mengurangi pemanasan global.

9. Luas hutan yang semakin menurun
Hutan merupakan paru-paru dunia. Saat ini hutan di Indonesia luasnya semakin berkurang beberapa penyebab berkurangnya hutan di indonesia antaralain karena banyak beralihnya kawasan hutan menjadi kawasan pertanian seperti pertanian sawit. Jika luas hutan semakin berkurang, siapa yang mengubah karbondioksida menjadi oksigen? Tidak ada bukan? Oleh karena itu cuaca semakin panas karena hutan semakin sedikit sehingga gas karbondioksida di dalam atmosfer semakin meningkat.

2.3     Dampak Pemanasan Global bagi Kehidupan

Efek rumah kaca memnyebabkan terjadinya akumulasi panas (energi) di atmosfer bumi. Dengan adanya akumulasi yang berlebihan tersebut, iklim global melakukan penyesuaian. Penyesuaian yang dimaksud adalah dengan meningkatnya temperatur bumi yang emudian disebut dengan pemansan global. Pemanasan global akan berdampak dengan adanya perubahan iklim global. Perubahan iklim seperti yang sedang terjadi pada saat ini berdampak negatif bagi kehidupan makhluk di muka bumi. Dampaknya antara lain sebagai berikut :
·         Musnahnya berbagai keanekaragaman hayati.
·         Meningkatnya cuaca ekstrem yang saat ini tengah dirasakan negara-negara tropis, misalnya
  kota-kota di Indonesia yang dulu terkenal sejuk dan dingin makin hari makin panas. Contohnya kota-kota di Jawa Timur (Malang, Batu, Kawasan Prigen, Kaki Gunung Semeru), Bogor, Ruteng Nusa Tenggara, adalah daerah yang dulunya dikenal dingin tetapi sekarang tidak lagi. 
·         Meningkatnya frekuensi dan intensitas hujan badai, angin topan, dan banjir.
·         Mencairnya es dan gletser di kutub yang menyebabkan naiknya permukaan air laut.
·         Meningkatnya jumlah tanah kering yang berpotensi menjadi gurun karena kekeringan yang
        berkepanjangan.
·         Kenaikan permukaan air laut yang menyebabkan banjir. Pada tahun 2100 diperkirakan
      kenaikan permukaan air laut mencapai 15-95 cm.
·         Kenaikan suhu air laut menyebabkan terjadinya pemutihan karang (coral bleaching) dan
      kerusakan terumbu karang di seluruh dunia.
·         Meningkatnya frekuensi kebakaran hutan.
·        Meningkatnya wabah penyakit tropis, seperti malaria ke daerah-daerah baru karena
      bertambahnya populasi serangga (nyamuk).
·         Daerah-daerah tertentu menjadi padat dan sesak karena terjadi arus pengungsian.

2.4  Hal-hal yang Harus Dilakukan untuk Mengurangi Pemanasan Global di Muka Bumi

1. Menanam pohon
Ini mungkin adalah cara yang paling mudah untuk dilakukan oleh kita tetapi sangat berat untuk dilaksanakan. Ini dikarenakan kita sangat malas untuk bergerak dan menggunakan raga kita hanya untuk sekedar menanam pohon. Tetapi inilah mungkin salah satu cara yang paling ampuh untuk mengurangi dampak global warming. Karena pohon terbukti dapat menghisap kuat gas karbon dioksida dan apalagi jika kita menanam pohon rumpun bambu akan menghisap karbon dioksida 4 kali lebih kuat dari pohon biasa.
2. Kurangi penggunaan kertas
Ingat kuat-kuat pemikiran di atas di pikiran kita, karena inilah salah satu penyebab yang besar yang mempengaruhi global warming karena dengan kita memakai satu lembar kertas berarti kita telah menebang satu buah pohon. Mulailah sekarang untuk mengurangi penggunaan kertas misalnya gunakan kertas se-efisien mungkin dan print-lah kertas jika bisa kertas tersebut digunakan secara bolak-balik.

3. Sering-seringlah naik sepeda

Sepeda adalah angkutan yang paling aman dan sangat nyaman serta sangat mudah untuk digunakan. Dan cara ini bisa kita gunakan untuk mengurangi emisi polusi yang sudah banyak ‘berterbangan’ di bumi. Jikalau bisa kurangilah penggunaan sepeda motor ataupun mobil untuk bekerja dan mulailah sedikit-sedikit menggunakan sepeda dan cara ini pun juga akan mengurangi kemacetan.

4. Kurangi penggunaan plastik

Di Amerika Serikat, penggunaan plastik sudah dilarang oleh pemerintah setempat karena ini menjadi salah satu penyebab global warming yang paling mempengaruhi. Karena plastik jika ingin diuraikan di dalam tanah butuh 1000 tahun dan ini merupakan waktu yang sangat lama untuk kita. Karena inilah kita mulai dari sekarang kurangi penggunaan plastik, jika bisa mungkin anda harus memakai kantong plastik yang mungkin bisa dipakai untuk waktu yang lama misalnya kain serat alami atau kantung plastik yang belum kotor.

5. Hemat penggunaan listrik

Saat ini listrik sudah semakin mahal. Ini mungkin juga salah satu siasat pemerintah untuk mengurangi dampak global warming (mungkin). Jika kita lagi bepergian matikanlah listrik yang tidak perlu, atau hematlah sehemat-hemat mungkin untuk menggunakan listrik. Lalu juga jangan sering membuka kulkas terlalu sering karena ruangan di dalam kulkas banyak mengandung freon yang dapat merusak lapisan ozon di bumi.Jadi inilah mungkin cara mengatasi mungkin tepatnya mengurangi gejala dari global warming. Sebenarnya masih banyak cara-cara yang mungkin kita bisa lakukan untuk mengurangi hal tersebut. Mudah-mudahan kita bisa mulai dari sekarang untuk melakukan hal tersebut, karena semakin lama lapisan ozon bumi kita akan semakin berkurang dan ini akan menjadi kehidupan kita di bumi menjadi panik dan terganggu. Karena kalau kita tidak mulai dari sekarang, mau kapan lagi?







BAB 3
PENUTUP
3.1     Kesimpulan
            Pemanasan global telah menjadi permasalahan yang menjadi sorotan utama umat manusia. Fenomena ini bukan lain diakibatkan oleh perbuatan manusia sendiri dan dampaknya diderita oleh manusia itu juga. Untuk mengatasi pemanasan global diperlukan usaha yang sangat keras karena hampir mustahil untuk diselesaikan saat ini. Pemanasan global memang sulit diatasi, namun kita bisa mengurangi efeknya.Penangguangan hal ini adalah kesadaran kita terhadap kehidupan bumi di masa depan. Apabila kita telah menanamkan kecintaan terhadap bumi ini maka pmanasan global hanyalah sejarah kelam yang pernah menimpa bumi ini.




Daftar Pustaka                                             


Tidak ada komentar: