DASAR-DASAR ILMU SEKRETARIS (ADMINISTRASI PERKANTORAN) LENGKAP - skripsi man (dulrohman webs)

Sabtu, 07 November 2015

DASAR-DASAR ILMU SEKRETARIS (ADMINISTRASI PERKANTORAN) LENGKAP



Oleh ;Muhammad As-Sahibban

BAHAN MATERI 1

MEMAHAMI PRINSIP-PRINSIP

PENYELENGGARAAN ADMINISTRASI PERKANTORAN


A.      Prinsip-Prinsip Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran
Prinsip-prinsip manajemen yang dikemukakan oleh Henry Fayol hanya menampilkan garis-garis besarnya saja, diantaranya terdapat 14 (empat belas) prinsip-prinsip umum manajemen  yakni:
1.                                                                                 Pembagian Kerja 
Dalam organisasi / perusahaan yang sudah maju, sebagai akibat dari perkembangan masyarakat dan kemajuan teknologinya yang menuntut adanya spesialisasi / pengelompokan tenaga kerja yang teratur dan tepat. Karena spesialiasai orang-orang inilah, maka diperlukan adanya pembagian kerja / tugas yang sesuai dengan kemampuan, keahlian, dan bakat yang dimilikinya. Sehingga tujuan organisasi yang akan dicapai, menjadi lebih terarah, efektif, dan efisien. 
2.       Kekuasaan dan tanggung jawab 
Dengan adanya pembagian kerja yang baik didalam organisasi tersebut, sudah tentu dalam pelaksanaannya mereka diberi kekuasaan (wewenang) dan tanggung jawab sebagai kepercayaan dari pihak atasan. Pelimpahan kekuasaan dan tanggung jawab yang dilakukannya itu, tiada lain untuk memudahkan tekknik pengawasan agar diperoleh hasil yang efektif dan efisien. 
3.                                                                                 Disiplin
Peraturan dan disiplin yang diterapkan merupakan pedoman khusus untuk menggerakan dan mendorong kepatuhan serta kesediaan para pegawai dalam melaksanakan tugasnya dengan baik, tertib, dan tepat sesuai dengan tujuan yang diinginkan sehingga bisa menghemat waktu. Disiplin harus dilaksanakan secara formal terhadap semua anggota manajemen, tidak boleh dibeda-bedakan. 
4.                                                                                 Kesatuan Perintah
Setiap anggota bawahan hanya mempunyai seorang atasan (pimpinan) langsung, yakni kepada siapa ia akan memberikan laporan dan pertanggung jawabannya, serta dari siapa ia menerima perintah, instruksi, bimbingan, dan pedoman kerja. Semua itu perlu untuk kelancaran dalam melasanakan tugasnya, sehingga tidak membingungkan para bawahan. 
5.                                                                                 Kesatuan Pengarahan
Setiap unit / satuan tugas organisasi yang mempunyai fungsi dan tujuan yang sama harus dikoordinasikan pada satu arah dan satu rencana. Dalam arti, semua kegiatan, semua sumber dana, pemikiran, kehlian dan kemampuan (bakat) ditunjukan hanya kepada satu arah, yaitu pencapaian tujuan dengan cara seefektif dan seefisien mungkin. Sehingga, rencana semula yang telah dirumuskan sasarannya dapat terlaksananya dengan sempurna.
6.                                                                                 Mengabdikan Kepentingan Sendiri Kepada Kepentingan Umum 
Sebagai unsur pelaksanaan rencana dalam setiap kegiatan organisasi perusahaan, mempunyai andil besar didalamnya. Oleh karena itu, setiap anggota bawahan diusahaan agar mau diajak untuk lebih mengutamakan kepentingan bersama dari pada kepentingan pribadi. Hal ini perlu, disamping untuk menciptakan suatu iklim kerja sama yang baik, juga agar setiap kegiatannya berjalan
sesuai dengan rencana bersama.
7. Penggajian Pegawai  Gaji merupakn pengaruh yang sangat besar terhadap status sosial seseorang. Pembayaran gaji/upah pegawai harus adil, menarik, dan cukup untuk memenuhi pegawai sendiri maupun kebutuhan keluarganya. Karena, semua itu akan memberikan motivasi (dorongan semangat) yang tinggi kepada setiap pegawai dalam menyumbangkan tenaga dan pikirannya terhadapa perkembangan organisasi perusahaan yang bersangkutan.
8. Pemusatan koordinasi
Agar para pegawai tidak dibingungkan oleh kesimpangsiuarang dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang dibebankannya, perlu adnya pemusataan (Sentralisasi) kekuasaan (wewenang) dalam kelompok tunggal, dan kepemimpinannya diserahkan kepada satu orang pemimpin, tanpa menimbulkan sifatsifat kediktatoran saat menjalankan kepemimpinaannya.
9. Jenjang Bertingkat
Agar pembagian tugas-tugas dan kekuasaan dapat terlihat dengan jelas, perlu disusun satuan-satuan tugas organisasi yang bertingkat-tingkat secara vertikaldan horizontal. Sehingga terdapat rantai jenjang bertetangga tiap bagian organisasi hal ini dapat memberikan pedoman dari masa printah / instruksi itu diterima dan kepada siapa pertanggung jawaban harus disampaikan. 
Usahakan agar tingkat-tingkat jenjang organisasinya (seperti pimpinan puncak, kepala bagian, kepala seksi) berjumlah sedikit, sehingga saluran hubungan dari atasan sampai kebawahan tidak terlampau panjang. 
10. Ketertiban
Keteraturan dan kelancaran kegiatan suatu organisasi sangat penting. Oleh karena itu, setiap anggota pegawai yang terikat dalam kegiatan usaha pencapaian tujuan bersama harus mau mematuhi dan mentaati segala ketentuan-ketentuan yang ada, seperti mematuhi prinsip-prinsip pembagian kerja kesatuan arah, penggajian pegawai, disiplin kerja dsb. 

11. Keadilan
Unit pimpinan tidak boleh memperlakukan pegawai bawahannya dengan semena-mena, tetapi harus adil dan bijaksana seperti mem-PHK (pemutusan hubungan kerja) tanpa alasan yang kuat. Hargailah setiap prestasi pegawai yang dicapainya sebagai karya nyata. Berilah kesempatan mengeluarka saran / ide, pendapat, kritik dan informasi yang membangun, dalam upaya pengambilan keputusan yang lebih tepat. Tidak ada satu orang pun yang diistimewakan, karena hal itu dapat menimbulkan pertentangan.
12. Stabilitas Kondisi Pegawai
Manusia sebagai anggota organisasi, dihadapkan kepada keterbatasan-keterbatasan baik dari segi fisik maupun mental. Dari keterbatasan itulah, maka dalam setiap kegitannya pegawai perlu menjaga kestabilan kondisi kerja pegawai, yakni menjaga / memelihara hubungan yang harmonis diantara sesama anggota, menjaga kesehatan, menjaga keselamatan kerja, dan sebagainya yang dapat menimbulkan kelancaran dan kelangsungan proses kegiatan manajemen. 
13. Prakarsa  
Setiap pimpinaan hendaknya selalu mengharga saran-saran, ide / gagasan, kritik dan informasi yang dikemukakan oleh anggota bawahan. Karena semua itu merupakan suatu prakarsa yang dapat menciptakan cara-cara kerja (pikiran-pikiran) baru yang lebih efektif dan efisien dalam mencapai tujuannya, sehingga organisasi lebih cepat berkembang. 
14. Semangat Kesatuan
Organisasi merupakan kegiatan kerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Agar tujuan tersebut dapat tercapai dengan baik dan lancar, maka perlu pembinaan bimbingan, dan motivasi yang terus menerus terhadap pegawai agar mereka memiliki jiwa kesatuan dan rasa setia para pegawai agar mereka memiliki jiwa kesatuan dan jiwa setia kawan yang tinggi. Dengan rasa kesetiakawanan yang tinggi inilah, lahir suatu tata hubungan yang harmonis diantara sesame anggota, memiliki semangat persatuan-persatuan, senasip sepenaggungan dalam upaya mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan bersama. 


B.      Pengertian Pekerjaan Kantor
1.       George R. Terry, pekerjaan kantor meliputi penyampaian keterangan secara lisan dan pembuatan warkat-warkat tertulis dan laporan-laporan sebagai cara untuk meringkaskan banyak hal dengan cepat, guna menyediakan suatu landasan fakta bagi tindakan pengawasan pimpinan
2.       William Leffingwell dan Edwin Robinson menerangkan bahwa “Pekerjaan perkantoran berkenaan dengan warkat-warkat dari badan usaha-pembuat warkat-warkat, pemakaian warkat dan pemeliharaannya guna dipakai untuk mencari keterangan dikemudian hari.
3.       Geoffrey Mills dan Oliver Standing Ford, menekankan kepada fungsi kantor, yaitu menyediakan suatu pelayanan mengenai komunikasi dan warkat, antara lain menerima, mencatat, mengolah, memberikan keterangan, dan melindungi harta kekayaan.
4.       George Terry merumuskan pengertian pekerjaan perkantoran itu sebagai berikut: “Pekerjaan perkantoran meliputi penyampaian keterangan secara lisan dan pembuatan warkat-warkat tertulis dan laporan-laporan sebagai cara untuk meringkas banyak hal dengan cepat guna menyediakan suatu landasan fakta bagi tindakan kontrol dari pimpinan”.
5.       Littlefield dan Peterson menerangkan bahwa setiap pekerjaan kantor dalam sebuah organisasi dalam dewasa ini mempunyai segi-segi pekerjaan perkantoran atau pekerjaan kertas. Dalam kebanyakan pekerjaan-pekerjaan segi ini hanyalah sebagai akibat saja dari aktivitas pokok yang dapat berupa produksi, penjualan, keuangan, pembelian, kepegawaian, teknik atau salah satu dari banyak pekerjaan lainnya.
Dalam garis besarnya tatausaha mempunyai 3 peranan pokok, antara lain sebagai berikut:
1.       Melayani pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan operatif untuk mencapai tujuan dari suatu organisasi.
2.       Menyediakan keterangan-keterangan bagi pucuk pimpinan organisasi supaya dengan mudah mengambil keputusan atau dapat melakukan tindakan yang tepat jika perusahaannya sedang menghadapi masalah.
3.       Membantu melancarkan perkembangan organisasi sebagai suatu keseluruhan.

C.      Fungsi Pekerjaan Kantor
1.       Memberikan pelayanan terhadap pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan operatif untuk mencapai tujuan organisasi
2.       Menyediakan informasi/keterangan bagi pimpinan organisasi untuk membuat keputusan.
3.       Membantu kelancaran perkembangan organisasi secara keseluruhan
Fungsi dari pekerjaan kantor pada prinsipnya adalah memberikan layanan informasi dan perekaman dalam bidang jasa-jasa perkantoran untuk mencapai tujuan organisasi. Mills menjabarkan fungsi pekerjaan kantor menjadi delapan yaitu :
1.       Menerima informasi
Contoh dari bentuk informasi yang umumnya diterima adalah surat, panggilan telepon, pesanan faktur dan laporan mengenai berbagai kegiatan bisnis.
2.       Merekam informasi
              Tujuannya adalah agar informasi dapat disiapkan segera apabila manajemen memintanya. Contoh bentuk rekaman operasi yaitu korespondensi, pesanan dan faktur.
3.       Mengelola informasi
              Yaitu memastikan agar informasi yang diterima benar dan akurat.
4.       Mengatur informasi
              Kantor bertanggungjawab mensuplai informasi dalam bentuk yang paling baik dalam melayani manajemen. Contohnya adalah penyiapan faktur, penetapan harga, laporan statistik, laporan keuangan, dan laporan – laporan pada umumnya.
5.       Memberi informasi
              Kantor memberikan informasi dari rekamannya bila manajemen meminta. Informasi yang dibagikan dapat bersifat rutin, maupun khusus dapat secara lisan maupun tertulis. Contohnya pesanan, anggaran faktur, laporan keuangan.
6.       Melindungi aset
              Mengamati secara cermat urusan dalam perusahaan seperti menjaga keakuratan rekaman dan memperingatkan manajemen mengenai apa saja yang tidak menguntungkan yang mungkin terjadi.
7.       Menyimpan informasi
Kantor harus menyimpan informasi yang diterima dengan baik agar mudah dicari apabila manajemen membutuhkannya










BAHAN MATERI 2
MENGAPLIKASIKAN KETERAMPILAN DASAR KOMUNIKASI

A.      Pengertian komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian warta/pesan/informasi yang mengandung arti dari satu pihak kepada pihak lain dalam usaha untuk mendapat saling pengertian.
Istilah komunikasi berasal dari bahasa latin, yaitu communicare yang berarti memberitahukan. Beberapa pengertian komunikasi menurut beberapa ahli, antara lain sebagai berikut.
a.       Menurut Mc. Farland, komunikasi adalah proses interaksi atau hubungan saling pengertian satu sama lain antar manusia.
b.      Menurut Keith Davis dalam bukunya Human Relation at Work, komunikasi adalah proses jalur informasi dan pengertian dari seseorang keorang lain.
c.       Menurut Dr. Phil Astrid Susanto dalam bukunya Komunikasi dalam Teori dan Praktek, komunikasi adalah proses pengoperan lambang-lambang yang mengandung arti.

B.      Proses Komunikasi
Proses komunikasi merupakan langkah-langkah pertukaran informasi atau pesan dari komunikator kepada komunikan dengan menggunakan media dalam usaha pencapaian pengertian.
Langkah-langkah proses komunikasi sebagai berikut :
a.       Komunikator memiliki gagasan atau pesan/informasi yang ingin disampaikan kepada komunikan.
b.      Komunikator membuat atau menyusun sandi sandi (encoding) untuk menyampaikan maksud, baik dalam bentuk kata-kata atau lambang ( gambar, warna, bahasa sandi, tulisan, dan lain-lain) sebagai pesan.
c.       Perkataan dan lambang-lambang (pesan) tersebut disalurkan melalui media
d.      Komunikan menguraikan/ mentafsirkan pesan (decoding) yang dikirimkan oleh komunikator sehingga mempunyai makna/arti.
e.       Komunikan memberi tanggapan (feedback) terhadap informaasi yang diberikan oleh komunikator, sehingga komunikator dapat menganalisis apakah pesan yang disampaikan sesuai atau tidak dengan apa yang dimaksudkanya, karena dalam proses komunikasi dapat saja terjadi hambatan-hambatan.


Menurut arah prosesnya, komunikasi dibedakan sebagai berikut.
a.       Komunikasi satu arah (one way communication)
Komunikasi satu arah merupakan komunikasi yang berlangsung dari satu pihak saja, yaitu hanya dari pihak komunikator dengan tidak memberi kesempatan kepada komunikan untuk memberikan respon atau tanggapan. Contohnya : Atasan sedang memberikan perintah kepada skretarisnya, sebuah baliho iklan produk yang sedang dibaca seseorang di pinggir jalan, dan komandan perang memberikan perhatian bagan komunikasi satu arah, berikut:
            Keuntungan komunikasi satu arah :
1)      Lebih cepat dan efisien,
2)      Dalam hal-hal tertentu dapat memberikan kepuasan kepada komunikator, karena pihak komunikan tidak mempunyai  kesempatan untuk memberikan respons atau tanggapan terhadap hal-hal yng disampaikan oleh komunikator,
3)      Dapat membawa wibawa komunikator (pimpinan), karena komunikasi tidak dapat mengetahui secara langssng atau menilai kesalahan dan kelemahan komunikator.
Kelemahan komunikasi satu arah :
1)      Tidak memberikan kepuasan kepada komunikan, karena komunikan tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan respons atau tanggapan,
2)      Memberikan kesan otoriter,
3)      Dapat menimbulkan kesalah pahaman dan ketidak jelasan, sehingga muncul prasangka yang tidak baik.

b.      Komunikasi dua arah (two ways communication)
Komunikasi dua arah merupakan komunikasi yang berlangsung antara dua pihak dan ada timbal balik baik dari komunikator maupun komunikan. Komunikasi dua arah dapat terjadi secara vertical, horizontal, dan diagonal.
1) Komunikasi vertikal adalah komunikasi yang alirannya berlangsung dari atas ke bawah atau sebaliknya. Dalam suatu perusahaan, komunikasi vertikal yang terjadi adalah komunikasi yang berlangsung antara manajemen tingkat atas, menengah, hingga ketingkat karyawan. Contoh: Komunikasi berlangsung antara atasan dengan bawahannya di sebuah kantor.
2) Komunikasi horizontal yang berlangsung antara komunikator dengan komunikan yang mempunyai tingkat, kedudukan, dan wewenang yang sama. Contohnya komunikasi antara karyawan yang satu dengan yang satu level.
3) Komunikasi diagonal dalah komunikasi yang berlangsung antara komunikator dengan komunikan yang tingkat, kedudukan, serta wewenangnya berbeda. Contohnya: komunikasi antara kepala bagian dengan kepala seksi
Keuntungan dari komunikasi dua arah:
a)      Adanya dialog antara komunikator dengan komunikan, sehingga menimbulkan kepuasan diantara kedua belah pihak.
b)      Informasi yang diterima menjadi lebih jelas, lebih akurat dan lebih tepat, karena dapat diperoleh langsung penjelasanya.
c)      Memunculkan rasa kekeluargaan, kekerabatan, dan iklim demokratis.
d)     Menghindari kesalah pahaman
Kelemahan komunikasi dua arah
a)      Informasi yang disampaikan lebih lambat, sehingga kurang efisien.
b)      Keputusan tidak dapat diambil dengan cepat
c)      Memberikan kesempatan kepada komunikan untuk bersikap menyerang, sehingga suasana kerja bisa menjadi kurang kondusif
d)     Memberi kemungkinan timbulnya berbagai macam masalah yang tidak ada relevansinya dengan masalah yang sebenarnya.

c.       Komunikasi ke segala arah
Komunikasi kesegala arah merupakan komunikasi yang berlangsung dari beberapa komunikator dan komunikan yang saling berinteraksi yang tingkat, kedudukan, serta wewenangnya berbeda-beda. Contohnya diskusi antar anggota rapat. Keuntungan dan kelemahan komunikasi kesegala arah hampir sama dengan komunikasi dua arah, yang membedakannya adalah dalam komunikasi dua arah, komunikator dan komunikannya hanya dua orang, tetapi dalam komunikasi ke segala arah, komunikator dan komunikanya lebih dari dua orang.

C.      Faktor - faktor  komunikasi
Dalam kegiatan komunikasi ada faktor-faktor yang dapat menunjang keberhasilan proses komunikasi dan ada juga faktorDalam garis besarnya tatausaha mempunyai 3 peranan pokok, antara lain sebagai berikut:
1.       Melayani pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan operatif untuk mencapai tujuan dari suatu organisasi.
2.       Menyediakan keterangan-keterangan bagi pucuk pimpinan organisasi supaya dengan mudah mengambil keputusan atau dapat melakukan tindakan yang tepat jika perusahaannya sedang menghadapi masalah.
3.       Membantu melancarkan perkembangan organisasi sebagai suatu keseluruhan.

C.      Fungsi Pekerjaan Kantor
1.       Memberikan pelayanan terhadap pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan operatif untuk mencapai tujuan organisasi
2.       Menyediakan informasi/keterangan bagi pimpinan organisasi untuk membuat keputusan.
3.       Membantu kelancaran perkembangan organisasi secara keseluruhan
Fungsi dari pekerjaan kantor pada prinsipnya adalah memberikan layanan informasi dan perekaman dalam bidang jasa-jasa perkantoran untuk mencapai tujuan organisasi. Mills menjabarkan fungsi pekerjaan kantor menjadi delapan yaitu :
1.       Menerima informasi
Contoh dari bentuk informasi yang umumnya diterima adalah surat, panggilan telepon, pesanan faktur dan laporan mengenai berbagai kegiatan bisnis.
2.       Merekam informasi
              Tujuannya adalah agar informasi dapat disiapkan segera apabila manajemen memintanya. Contoh bentuk rekaman operasi yaitu korespondensi, pesanan dan faktur.
3.       Mengelola informasi
              Yaitu memastikan agar informasi yang diterima benar dan akurat.
4.       Mengatur informasi
              Kantor bertanggungjawab mensuplai informasi dalam bentuk yang paling baik dalam melayani manajemen. Contohnya adalah penyiapan faktur, penetapan harga, laporan statistik, laporan keuangan, dan laporan – laporan pada umumnya.
5.       Memberi informasi
              Kantor memberikan informasi dari rekamannya bila manajemen meminta. Informasi yang dibagikan dapat bersifat rutin, maupun khusus dapat secara lisan maupun tertulis. Contohnya pesanan, anggaran faktur, laporan keuangan.
6.       Melindungi aset
              Mengamati secara cermat urusan dalam perusahaan seperti menjaga keakuratan rekaman dan memperingatkan manajemen mengenai apa saja yang tidak menguntungkan yang mungkin terjadi.
7.       Menyimpan informasi
Kantor harus menyimpan informasi yang diterima dengan baik agar mudah dicari apabila manajemen membutuhkannya










BAHAN MATERI 2
MENGAPLIKASIKAN KETERAMPILAN DASAR KOMUNIKASI

A.      Pengertian komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian warta/pesan/informasi yang mengandung arti dari satu pihak kepada pihak lain dalam usaha untuk mendapat saling pengertian.
Istilah komunikasi berasal dari bahasa latin, yaitu communicare yang berarti memberitahukan. Beberapa pengertian komunikasi menurut beberapa ahli, antara lain sebagai berikut.
a.       Menurut Mc. Farland, komunikasi adalah proses interaksi atau hubungan saling pengertian satu sama lain antar manusia.
b.      Menurut Keith Davis dalam bukunya Human Relation at Work, komunikasi adalah proses jalur informasi dan pengertian dari seseorang keorang lain.
c.       Menurut Dr. Phil Astrid Susanto dalam bukunya Komunikasi dalam Teori dan Praktek, komunikasi adalah proses pengoperan lambang-lambang yang mengandung arti.

B.      Proses Komunikasi
Proses komunikasi merupakan langkah-langkah pertukaran informasi atau pesan dari komunikator kepada komunikan dengan menggunakan media dalam usaha pencapaian pengertian.
Langkah-langkah proses komunikasi sebagai berikut :
a.       Komunikator memiliki gagasan atau pesan/informasi yang ingin disampaikan kepada komunikan.
b.      Komunikator membuat atau menyusun sandi sandi (encoding) untuk menyampaikan maksud, baik dalam bentuk kata-kata atau lambang ( gambar, warna, bahasa sandi, tulisan, dan lain-lain) sebagai pesan.
c.       Perkataan dan lambang-lambang (pesan) tersebut disalurkan melalui media
d.      Komunikan menguraikan/ mentafsirkan pesan (decoding) yang dikirimkan oleh komunikator sehingga mempunyai makna/arti.
e.       Komunikan memberi tanggapan (feedback) terhadap informaasi yang diberikan oleh komunikator, sehingga komunikator dapat menganalisis apakah pesan yang disampaikan sesuai atau tidak dengan apa yang dimaksudkanya, karena dalam proses komunikasi dapat saja terjadi hambatan-hambatan.


Menurut arah prosesnya, komunikasi dibedakan sebagai berikut.
a.       Komunikasi satu arah (one way communication)
Komunikasi satu arah merupakan komunikasi yang berlangsung dari satu pihak saja, yaitu hanya dari pihak komunikator dengan tidak memberi kesempatan kepada komunikan untuk memberikan respon atau tanggapan. Contohnya : Atasan sedang memberikan perintah kepada skretarisnya, sebuah baliho iklan produk yang sedang dibaca seseorang di pinggir jalan, dan komandan perang memberikan perhatian bagan komunikasi satu arah, berikut:
            Keuntungan komunikasi satu arah :
1)      Lebih cepat dan efisien,
2)      Dalam hal-hal tertentu dapat memberikan kepuasan kepada komunikator, karena pihak komunikan tidak mempunyai  kesempatan untuk memberikan respons atau tanggapan terhadap hal-hal yng disampaikan oleh komunikator,
3)      Dapat membawa wibawa komunikator (pimpinan), karena komunikasi tidak dapat mengetahui secara langssng atau menilai kesalahan dan kelemahan komunikator.
Kelemahan komunikasi satu arah :
1)      Tidak memberikan kepuasan kepada komunikan, karena komunikan tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan respons atau tanggapan,
2)      Memberikan kesan otoriter,
3)      Dapat menimbulkan kesalah pahaman dan ketidak jelasan, sehingga muncul prasangka yang tidak baik.

b.      Komunikasi dua arah (two ways communication)
Komunikasi dua arah merupakan komunikasi yang berlangsung antara dua pihak dan ada timbal balik baik dari komunikator maupun komunikan. Komunikasi dua arah dapat terjadi secara vertical, horizontal, dan diagonal.
1) Komunikasi vertikal adalah komunikasi yang alirannya berlangsung dari atas ke bawah atau sebaliknya. Dalam suatu perusahaan, komunikasi vertikal yang terjadi adalah komunikasi yang berlangsung antara manajemen tingkat atas, menengah, hingga ketingkat karyawan. Contoh: Komunikasi berlangsung antara atasan dengan bawahannya di sebuah kantor.
2) Komunikasi horizontal yang berlangsung antara komunikator dengan komunikan yang mempunyai tingkat, kedudukan, dan wewenang yang sama. Contohnya komunikasi antara karyawan yang satu dengan yang satu level.
3) Komunikasi diagonal dalah komunikasi yang berlangsung antara komunikator dengan komunikan yang tingkat, kedudukan, serta wewenangnya berbeda. Contohnya: komunikasi antara kepala bagian dengan kepala seksi
Keuntungan dari komunikasi dua arah:
a)      Adanya dialog antara komunikator dengan komunikan, sehingga menimbulkan kepuasan diantara kedua belah pihak.
b)      Informasi yang diterima menjadi lebih jelas, lebih akurat dan lebih tepat, karena dapat diperoleh langsung penjelasanya.
c)      Memunculkan rasa kekeluargaan, kekerabatan, dan iklim demokratis.
d)     Menghindari kesalah pahaman
Kelemahan komunikasi dua arah
a)      Informasi yang disampaikan lebih lambat, sehingga kurang efisien.
b)      Keputusan tidak dapat diambil dengan cepat
c)      Memberikan kesempatan kepada komunikan untuk bersikap menyerang, sehingga suasana kerja bisa menjadi kurang kondusif
d)     Memberi kemungkinan timbulnya berbagai macam masalah yang tidak ada relevansinya dengan masalah yang sebenarnya.

c.       Komunikasi ke segala arah
Komunikasi kesegala arah merupakan komunikasi yang berlangsung dari beberapa komunikator dan komunikan yang saling berinteraksi yang tingkat, kedudukan, serta wewenangnya berbeda-beda. Contohnya diskusi antar anggota rapat. Keuntungan dan kelemahan komunikasi kesegala arah hampir sama dengan komunikasi dua arah, yang membedakannya adalah dalam komunikasi dua arah, komunikator dan komunikannya hanya dua orang, tetapi dalam komunikasi ke segala arah, komunikator dan komunikanya lebih dari dua orang.

C.      Faktor - faktor  komunikasi
Dalam kegiatan komunikasi ada faktor-faktor yang dapat menunjang keberhasilan proses komunikasi dan ada juga faktor-faktor penghambat berhasilnya proses komunikasi.
a.       Faktor – faktor penunjang keberhasilan komunikasi
Keberhasilan dalam proses komunikasi sangat dipengaruhi oleh kecakapan komunikator dan komunikan dalam pelaksanaan pengiriman dan penerimaan berita / pesan. Faktor – faktor penunjang keberhasilan antara lain sebagai berikut.
1)      Dilihat dari sisi komunikator
Faktor – faktor penunjang keberhasilan komunikan dari sisi komunikator adalah sebagai berikut :
a)      Kecakapan komunikator
              Seorang komunikator harus dapat menguasai cara – cara penyampaian pikiran, ide, gagasan baik secara lisan atau tertulis.
b)      Sikap komunikator
              Seorang komunikator dalam menyampaikan informasi harus tegas, terbuka, simpatik, dan rendah hati untuk membangkitkan kepercayaan dari komunikan.
c)      Pengetahuan komunikator
              Seorang komunikator yang mempunyai wawasan pengetahuan yang luas akan lebih mudah dalam menyampaikan ide, gagasan kepada komunikan.
d)     Keadaan fisik komunikator
              Seorang komunikator yang memiliki suara yang jelas, tidak gagap dan mantap dalam menyampaikan informasi akan lebih mudah dipahami oleh komunikan
e)      Sistem sosial
              Seorang komunikator harus mampu menyesuaikan diri dari lingkungan masyarakat di mana dia berbicara. Sehingga komunikator akan mampu memahami siapa yang diajak berbicara dan bagaimana kebiasaanya.
b.  Dilihat dari sudut komunikan
Faktor penunjang keberhasilan komunikasi dari sudut komunikan adalah sebagai berikut :
a)      Kecakapan komunikan
              Seorang komunikan harus mempunyai kecakapan untuk mendengarkan dan menanggapi pembicaraan, agar tujuan komunikasi dapat tercapai.
b)      Sikap komunikan
              Seorang komunikan harus memiliki sikap perhatian, simpati, dan rendah hati dalam mendengarkan informasi dari komunikator.
c)      Pengetahuan komunikan
              Komunikan yang memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas akan lebih cepat mengerti dan memahami informasi yang disampaikan oleh komunikator.
d)     Keadaan fisik
              Komunikan sangat dipengaruhi keadaan fisik dalam menerima informasi seperti pendengaran, pengelihatan, ataupun indra lainnya.
e)      Sistem sosial
              Komunikan harus memahami siapa yang berbicara, materi yang dibicarakan, dan dapat menyesuaikan diri dengan komunikator.
Harold D Laswell memperkenalkan lima formula komunikasi untuk terjadinya suatu proses komunikasi, yaitu :
a.       Who, berkenaan dengan siapa yang mengatakan.
b.      Says What, berkenaan dengan yang menyatakan apa.
c.       In Which Channel, berkenaan dengan saluran apa.
d.      To Whom, berkenaan dengan ditujukan kepada siapa.
e.       With What Effek, berkenaan dengan pengaruh apa.

1.       Pengertian media komunikasi
Media komunikasi adalah sarana atau alat yang digunakan untuk mempermudah proses penyampian warta/pesan/informasi dari komunikator kepada komunikan untuk mecapai tujuan tertentu.
2.       Fungsi media komunikasi
Fungsi media komunikasi adalah sebagai berikut :
a.       Menumbuhkan motivasi bagi para komunikan
b.      Menumbuhkan daya tarik pesan atau informasi yang akan disampaikan
c.       Mengefektifkan proses penyampaian pesan atau informasi
d.      Mempercepat waktu yang diperlukan untuk menyampaiakan informasi
e.       Menjelaskan isi dan maksud pesan atau informasi yang akan disampaikan
f.        Membuat isi pesan atau informasi lebih nyata
g.      Sebagai media hiburan dan pendidikan bagi komunikan
3.       Jenis-jenis media komunikasi
Jenis-jenis media komunikasi adalah sebagai berikut :
a.       Media visual, yaitu media yang dapat di lihat
Contoh : lukisan, foto, sinar lampu, dan media cetak
Kelebihan :
§                               Biaya relatif murah
§                               Mudah dibuat dan digunakan
§                               Alat dan pemeliharaanya sederhana
§                               Dapat memperjelas suatu masalah
§                               Dapat mewujudkan ide abstrak ke bentuk konkret
§                               Dapat menimbulkan imajinasi dan inspirasi
Kekurangan :
§                               Hanya untuk indra penglihatan
§                               Tidak bergerak
§                               Keterkaitan pada ukuran
§                               Menimbulkan rasa bosan
§                               Memiliki keterbatasan pemirsa
§                               Dapat menimbulkan penafsiran yang berbeda – beda
b.      Media audio, yaitu media yang dapat di dengar
Contoh : radio, tape recorder, dan telepon
Kelebihan :
§       murah dan mudah pengadaannya, jangkauan luas, dan dapat mengembangkan daya imajinasi
§       progamnya sudah dibuat, alat perekamnya mudah digunakan dan didapatkan, dapat dipakai berulang-ulang, mudah diperbanyak, dan dapat digunakan sewaktu-waktu
§       bentuk sederhana, mudah digunakan, dan dapat menyampaikan pesan secara langsung
Kekurangan :
§       Penyajian terikat pada jadwal, dan kecepatan penyajian sulit di kontrol
§       Kecepatan informasi tidak dapat dirubah dan tidak menggambarkan unsur-unsur
§       Biaya pemasangan relatif mahal, dan sering timbul gangguan-gangguan
c.       Media audio visual, yaitu media yang dapat dilihat dan didengarkan
Contoh : televisi, DVD, dan film
Kelebihan :
§                               Informasi dapat disampaikan sesuai dengan kenyataan
§                               Dapat dimengerti keadaan/hasil yang sebenarnya
§                               Tidak membosankan
Kekurangan :
§       Biaya relatif mahal
§       Kadang – kadang kejelasan suara kurang dipahami
-faktor penghambat berhasilnya proses komunikasi.
a.       Faktor – faktor penunjang keberhasilan komunikasi
Keberhasilan dalam proses komunikasi sangat dipengaruhi oleh kecakapan komunikator dan komunikan dalam pelaksanaan pengiriman dan penerimaan berita / pesan. Faktor – faktor penunjang keberhasilan antara lain sebagai berikut.
1)      Dilihat dari sisi komunikator
Faktor – faktor penunjang keberhasilan komunikan dari sisi komunikator adalah sebagai berikut :
a)      Kecakapan komunikator
              Seorang komunikator harus dapat menguasai cara – cara penyampaian pikiran, ide, gagasan baik secara lisan atau tertulis.
b)      Sikap komunikator
              Seorang komunikator dalam menyampaikan informasi harus tegas, terbuka, simpatik, dan rendah hati untuk membangkitkan kepercayaan dari komunikan.
c)      Pengetahuan komunikator
              Seorang komunikator yang mempunyai wawasan pengetahuan yang luas akan lebih mudah dalam menyampaikan ide, gagasan kepada komunikan.
d)     Keadaan fisik komunikator
              Seorang komunikator yang memiliki suara yang jelas, tidak gagap dan mantap dalam menyampaikan informasi akan lebih mudah dipahami oleh komunikan
e)      Sistem sosial
              Seorang komunikator harus mampu menyesuaikan diri dari lingkungan masyarakat di mana dia berbicara. Sehingga komunikator akan mampu memahami siapa yang diajak berbicara dan bagaimana kebiasaanya.
b.  Dilihat dari sudut komunikan
Faktor penunjang keberhasilan komunikasi dari sudut komunikan adalah sebagai berikut :
a)      Kecakapan komunikan
              Seorang komunikan harus mempunyai kecakapan untuk mendengarkan dan menanggapi pembicaraan, agar tujuan komunikasi dapat tercapai.
b)      Sikap komunikan
              Seorang komunikan harus memiliki sikap perhatian, simpati, dan rendah hati dalam mendengarkan informasi dari komunikator.
c)      Pengetahuan komunikan
              Komunikan yang memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas akan lebih cepat mengerti dan memahami informasi yang disampaikan oleh komunikator.
d)     Keadaan fisik
              Komunikan sangat dipengaruhi keadaan fisik dalam menerima informasi seperti pendengaran, pengelihatan, ataupun indra lainnya.
e)      Sistem sosial
              Komunikan harus memahami siapa yang berbicara, materi yang dibicarakan, dan dapat menyesuaikan diri dengan komunikator.
Harold D Laswell memperkenalkan lima formula komunikasi untuk terjadinya suatu proses komunikasi, yaitu :
a.       Who, berkenaan dengan siapa yang mengatakan.
b.      Says What, berkenaan dengan yang menyatakan apa.
c.       In Which Channel, berkenaan dengan saluran apa.
d.      To Whom, berkenaan dengan ditujukan kepada siapa.
e.       With What Effek, berkenaan dengan pengaruh apa.

1.       Pengertian media komunikasi
Media komunikasi adalah sarana atau alat yang digunakan untuk mempermudah proses penyampian warta/pesan/informasi dari komunikator kepada komunikan untuk mecapai tujuan tertentu.
2.       Fungsi media komunikasi
Fungsi media komunikasi adalah sebagai berikut :
a.       Menumbuhkan motivasi bagi para komunikan
b.      Menumbuhkan daya tarik pesan atau informasi yang akan disampaikan
c.       Mengefektifkan proses penyampaian pesan atau informasi
d.      Mempercepat waktu yang diperlukan untuk menyampaiakan informasi
e.       Menjelaskan isi dan maksud pesan atau informasi yang akan disampaikan
f.        Membuat isi pesan atau informasi lebih nyata
g.      Sebagai media hiburan dan pendidikan bagi komunikan
3.       Jenis-jenis media komunikasi
Jenis-jenis media komunikasi adalah sebagai berikut :
a.       Media visual, yaitu media yang dapat di lihat
Contoh : lukisan, foto, sinar lampu, dan media cetak
Kelebihan :
§                               Biaya relatif murah
§                               Mudah dibuat dan digunakan
§                               Alat dan pemeliharaanya sederhana
§                               Dapat memperjelas suatu masalah
§                               Dapat mewujudkan ide abstrak ke bentuk konkret
§                               Dapat menimbulkan imajinasi dan inspirasi
Kekurangan :
§                               Hanya untuk indra penglihatan
§                               Tidak bergerak
§                               Keterkaitan pada ukuran
§                               Menimbulkan rasa bosan
§                               Memiliki keterbatasan pemirsa
§                               Dapat menimbulkan penafsiran yang berbeda – beda
b.      Media audio, yaitu media yang dapat di dengar
Contoh : radio, tape recorder, dan telepon
Kelebihan :
§       murah dan mudah pengadaannya, jangkauan luas, dan dapat mengembangkan daya imajinasi
§       progamnya sudah dibuat, alat perekamnya mudah digunakan dan didapatkan, dapat dipakai berulang-ulang, mudah diperbanyak, dan dapat digunakan sewaktu-waktu
§       bentuk sederhana, mudah digunakan, dan dapat menyampaikan pesan secara langsung
Kekurangan :
§       Penyajian terikat pada jadwal, dan kecepatan penyajian sulit di kontrol
§       Kecepatan informasi tidak dapat dirubah dan tidak menggambarkan unsur-unsur
§       Biaya pemasangan relatif mahal, dan sering timbul gangguan-gangguan
c.       Media audio visual, yaitu media yang dapat dilihat dan didengarkan
Contoh : televisi, DVD, dan film
Kelebihan :
§                               Informasi dapat disampaikan sesuai dengan kenyataan
§                               Dapat dimengerti keadaan/hasil yang sebenarnya
§                               Tidak membosankan
Kekurangan :
§       Biaya relatif mahal
§       Kadang – kadang kejelasan suara kurang dipahami
§       Memerlukan tempat yang tidak sedikit
E.      Melakukan Komunikasi Melalui Telepon
Kata “telepon” berasal dari kata tele dan phone yang mempunyai pengertian jauh dan mendengar dari jarak jauh. Melalui pesawat telepon disamping mendengar, tentu orang juga berbicara. Pesawat telepon merupakan simbol suatu prestasi sebuah peradaban manusia, karena beberapa saat yang lalu, manusia masih mengalami kesulitan untuk berkomunikasi langsung dalam jarak jauh. Sebagai sarana komunikasi , telepon dipakai untuk menyampaikan dan menerima informasi secara cepat, karena dengan telepon baik komunikator  (pengirim pesan) maupun komunikan (penerima pesan) dapat menyampaikan berita atau informasi pada saat yang sama, tidak perlu menunggu berjam-jam, apalagi berhari-hari.
Hubungan telepon adalah cara mengadakan hubungan langsung jarak jauh untuk menyampaikan atau menerima pembicaraan melalui alat elektronik dari satu pihak ke pihak lain.
1.                   Macam-Macam Pesawat Dan Hubungan Telepon
a.       Jenis pesawat telepon
Dari segi kapasitas atau kemampuan peralatan yang digunakan pada pesawat telepon, macamnya, ada beberapa jenis pesawat telepon.
1)     Intercom
Dalam bahasa inggris disebut intercomunication yang artinya komunikasi didalam. Hubungan di dalam intercom juga sering disebut dengan istilah interphone atau intertelephone. Di kantor, intercom merupakan alat komunikasi yang dipergunakan untuk menyampaikan warta atau keterangan dalam lingkungan organisasi sendiri atau dari satu bagian ke bagian lain dalam satu instansi.
2)     Pesawat Telepon
Telepon merupakan alat untuk menyampaikan  informasi secara lisan dari satu pihak ke pihak lain dari jarak jauh, baik dalam lingkungan kantor maupun luar kantor.
3)     PMBX (Privat Manual Branch Exchange)
Jenis pesawat ini tidak memungkinkan kita dapat berhubungan langsung tanpa melalui operator. Untuk menelepon, penelepon harus terlebih dahulu melalui operator, penelepon harus menekan nomor yang telah ditentukan. Setelah tersambung, penelepon baru dapat berhubungan langsung  dengan nomor telepon luar yang dikehendaki, umumnya menggunakan ekstensi.


4)     PABX (Private Automatic Branch Exchange)
Pesawat ini memungkinkan kita dapat berhubungan langsung tanpa menggunakan operator. Penelpon dapat berhungan langsung keluar dengan cara memutar nomor khusus untuk memperoleh saluran keluar. Setelah itu, penelpon baru memutar nomor telepon yang dikehendaki. Operator dapat pula dihubungi bila diperlukan dengan cara memutar nomor (kode) yang telah ditentukan.
5)      Switchboard (papan sambungan)
Switchboard yaitu alat komunikasi yang terdiri dari papan panel yang lebar, yang didalamnya terdapat saklar-saklar dan instrumen lain yang berfungsi untuk menyampaikan informasi dari tempat satu ke tempat lain
6)     Loudspeking Telephone ( pengeras suara telepon)
Alat ini digunakan untuk memperbesar atau memperkeras volume suara telepon. Keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan alat ini adalah :
a)      Meningkatkan kemampuan kerja
b)      Meningkatkan efisiensi waktu
c)      Menerima telepon tanpa harus meninggalkan pekerjaan yang ada.
7)     Telephone Answering machine (mesin penjawab telepon)
Yaitu suatu alat yang dapat dapat merekam / menjawab setiap pesan (berita) yang masuk.

b.      Jenis hubungan telepon
Hubungan telepon, ditinjau dari segi jarak jangkaunya dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat) yaitu :
1.       Hubungan antar bagian (intern), yaitu hubungan  langsung antara bagian satu dengan yang lain dalam satu kantor.
2.       Hubungan lokal (setempat), yaitu hubungan yagn dilakukan komunikator dengan komunikan pada satu lingkup tertentu, yakni dalam satu kota. Pada hubungan ini tidak perlu menggunakan atau memulai kode area tempat yang dituju.
3.       Hubungan Interlokal, yaitu hubungan telepon antara dua orang secara langsung dengan jarak jauh, antar kota atau antar propinsi, namun tetap dalam satu negara. Untuk melakukan hubungan ini penelepon harus memutar nomor kode wilayah yang dituju.
4.       Hubungan Internasional (overseas call), yaitu hubungan telepon langsung berjarak jauh dari seseorang atau orgasnisasi di suatu negara yang lain.
2.       Peletakan pesawat telepon
Ditinjau dari peletakannya, ada bermacam-macam telepon yang digunakan pada suatu organisasi, yakni:
a.       Telepon meja (tablephone), yaitu telepon yang diletakkan dan ditempatkan di meja
b.      Telepon dinding (wall phone), yaitu telepon yang diletakkan dan ditempatkan di dinding
c.       Telepon genggam (handphone), yaitu telepon yang bisa dibawa kemana-mana oleh pemiliknya.

3.       Cara kerja telepon
Ditinjau dari cara kerjanya, telepon dapat dibedakan menjadi 3 (tiga ) jenis, yaitu:
a.    Hubungan Melalui Operator
Bila melalui operator, penelepon memutar / menekan nomor operator sentral untuk meminta hubungan perorangan. Berikan nama dan nomor telepon orang yang ingin dihubungi dan sebutkan juga nomor telepon sendiri . Kalau sudah berhasil menghubungi nomor yang diinginkan, operator sentral akan meminta hubungan dengan orang yang dikehendaki dan menunggu sampai orang yang dituju siap untuk bicara.
b.   Hubungan Langsung
Hubungan langsung jarak jauh maksudnya penelpon menelepon sendiri tanpa operator, memutar kode atau nomor sambungan langsung jarak jauh kemudian bicara.
c.    Hubungan Langsung dengan SMS
Hubungan langsung jarak jauh, bahkan melintas batas negara dengan menggunakan layanan pesan pendek, yang bisa secara tertulis atau melalui suara (voice).

4.       Etiket bertelepon
Banyak orang menyamakan begitu saja kata “etika” dan “etiket” padahal keduanya memiliki pengertian yang berbeda. Etika adalah cabang filsafat yang membahas tingkah laku manusia berdasarkan kaidah “baik buruk, benar salah, baik tidak. Sedangkan etiket adalah tata krama, sopan santun, atau tata pergaulan.
Hal yang terpenting hanyalah suara yang jelas, tegas, namun terkesan ramah, hangat, dan bersahabat, dan juga tidak bernada emosi. Dengan suara yang merdu didengar, tidak jarang orang menjadi lebih betah dan senang berkomunikasi dengan kita.
Adapun hal-hal yang penting dan harus kita perhatikan dan dilaksanakan sehubungan dengan etiket bertelepon adalah sebagai berikut:
1.       Jangan membiarkan telepon berdering terlalu lama, maksimal tiga kali berdering segeralah telepon diangkat dan jawablah dengan sopan.
2.       Jangan memulai dengan kata “halo” tetapi langsung menyebutkan nama organisasis atau organisasi tempat kita bekerja.
3.       Jangan menggunakan pesawat telepon di tempat kerja untuk kepentingan pribadi atau terlalu lama berbicara dengan si penelepon.
4.       Berusahalah mendengarkan lawan bicara kita, jangan melamun atau bersikap tidak tertuju pada pembicaraan.
5.       Jangan mengucapkan kata-kata yang menyinggung perasaan, sebaliknya bicaralah dengan sikap menyenagkan.
6.       Berusahalah menanggapi maksud pembicara dengan cepat dan memberi kesan bahwa orang yang kita ajak bicara diperhatikan seperti layaknya kita berhadapan langsung dengannya.
7.       Berbicaralah dengan tempo sedang, tidak terlalu cepat atau lambat.
8.       Apabila kita menelepon, kita harus siap menyebutkan nama dan jabatan orang yang akan kita tuju, di samping pokok pembicaraannya.
9.       Apabila kita menelepon seseorang, kita dapat menanyakan apakah memang saat ini waktu  yang tepat  untuk berbicara.
10.   Jangan menganggap bahwa panggilan telepon merupakan gangguan kepada pekerja
11.   Catat poin pesan-pesan yang disampaikan
12.   Mintalah nomor teleponnya, sekaligus mintalah maaf jika membuat kesalahan-kesalahan sewaktu dalam pembicaraan telepon.
13.   Mengakhiri pembicaraan dengan tepat.
14.   Meletakkan gagang telepon dengan pelan.

Hal-hal yang harus dihindari sekretaris dalam komunikasi melalui telepon
1.       Menggunakan bahasa formal, terutama kepada orang yang belum akrab atau belum tahu siapa orang yang berbicara di telepon
2.       Berbicara dengan orang lain selagi berbicara di telepon.
3.       Berbicara sambil makan sesuatu atau mengunyah permen.
4.       Berbicara terlalu banyak basa-basi.
5.       Berbicara dengan nada kasar atau membentak.
6.       Berbicara dengan nada memerintah.
7.       Penelepon dibiarkan menunggu terlalu lama, tanpa penjelasan, hanya bunyi musik yang diperdengarkan.
8.       Penelepon ditransfer berkali-kali atau ditransfer ke alamat yang salah.
9.       Nada dan intonasi terkesan malas atau tak ramah.






§       Memerlukan tempat yang tidak sedikit
E.      Melakukan Komunikasi Melalui Telepon
Kata “telepon” berasal dari kata tele dan phone yang mempunyai pengertian jauh dan mendengar dari jarak jauh. Melalui pesawat telepon disamping mendengar, tentu orang juga berbicara. Pesawat telepon merupakan simbol suatu prestasi sebuah peradaban manusia, karena beberapa saat yang lalu, manusia masih mengalami kesulitan untuk berkomunikasi langsung dalam jarak jauh. Sebagai sarana komunikasi , telepon dipakai untuk menyampaikan dan menerima informasi secara cepat, karena dengan telepon baik komunikator  (pengirim pesan) maupun komunikan (penerima pesan) dapat menyampaikan berita atau informasi pada saat yang sama, tidak perlu menunggu berjam-jam, apalagi berhari-hari.
Hubungan telepon adalah cara mengadakan hubungan langsung jarak jauh untuk menyampaikan atau menerima pembicaraan melalui alat elektronik dari satu pihak ke pihak lain.
1.                   Macam-Macam Pesawat Dan Hubungan Telepon
a.       Jenis pesawat telepon
Dari segi kapasitas atau kemampuan peralatan yang digunakan pada pesawat telepon, macamnya, ada beberapa jenis pesawat telepon.
1)     Intercom
Dalam bahasa inggris disebut intercomunication yang artinya komunikasi didalam. Hubungan di dalam intercom juga sering disebut dengan istilah interphone atau intertelephone. Di kantor, intercom merupakan alat komunikasi yang dipergunakan untuk menyampaikan warta atau keterangan dalam lingkungan organisasi sendiri atau dari satu bagian ke bagian lain dalam satu instansi.
2)     Pesawat Telepon
Telepon merupakan alat untuk menyampaikan  informasi secara lisan dari satu pihak ke pihak lain dari jarak jauh, baik dalam lingkungan kantor maupun luar kantor.
3)     PMBX (Privat Manual Branch Exchange)
Jenis pesawat ini tidak memungkinkan kita dapat berhubungan langsung tanpa melalui operator. Untuk menelepon, penelepon harus terlebih dahulu melalui operator, penelepon harus menekan nomor yang telah ditentukan. Setelah tersambung, penelepon baru dapat berhubungan langsung  dengan nomor telepon luar yang dikehendaki, umumnya menggunakan ekstensi.


4)     PABX (Private Automatic Branch Exchange)
Pesawat ini memungkinkan kita dapat berhubungan langsung tanpa menggunakan operator. Penelpon dapat berhungan langsung keluar dengan cara memutar nomor khusus untuk memperoleh saluran keluar. Setelah itu, penelpon baru memutar nomor telepon yang dikehendaki. Operator dapat pula dihubungi bila diperlukan dengan cara memutar nomor (kode) yang telah ditentukan.
5)      Switchboard (papan sambungan)
Switchboard yaitu alat komunikasi yang terdiri dari papan panel yang lebar, yang didalamnya terdapat saklar-saklar dan instrumen lain yang berfungsi untuk menyampaikan informasi dari tempat satu ke tempat lain
6)     Loudspeking Telephone ( pengeras suara telepon)
Alat ini digunakan untuk memperbesar atau memperkeras volume suara telepon. Keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan alat ini adalah :
a)      Meningkatkan kemampuan kerja
b)      Meningkatkan efisiensi waktu
c)      Menerima telepon tanpa harus meninggalkan pekerjaan yang ada.
7)     Telephone Answering machine (mesin penjawab telepon)
Yaitu suatu alat yang dapat dapat merekam / menjawab setiap pesan (berita) yang masuk.

b.      Jenis hubungan telepon
Hubungan telepon, ditinjau dari segi jarak jangkaunya dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat) yaitu :
1.       Hubungan antar bagian (intern), yaitu hubungan  langsung antara bagian satu dengan yang lain dalam satu kantor.
2.       Hubungan lokal (setempat), yaitu hubungan yagn dilakukan komunikator dengan komunikan pada satu lingkup tertentu, yakni dalam satu kota. Pada hubungan ini tidak perlu menggunakan atau memulai kode area tempat yang dituju.
3.       Hubungan Interlokal, yaitu hubungan telepon antara dua orang secara langsung dengan jarak jauh, antar kota atau antar propinsi, namun tetap dalam satu negara. Untuk melakukan hubungan ini penelepon harus memutar nomor kode wilayah yang dituju.
4.       Hubungan Internasional (overseas call), yaitu hubungan telepon langsung berjarak jauh dari seseorang atau orgasnisasi di suatu negara yang lain.
2.       Peletakan pesawat telepon
Ditinjau dari peletakannya, ada bermacam-macam telepon yang digunakan pada suatu organisasi, yakni:
a.       Telepon meja (tablephone), yaitu telepon yang diletakkan dan ditempatkan di meja
b.      Telepon dinding (wall phone), yaitu telepon yang diletakkan dan ditempatkan di dinding
c.       Telepon genggam (handphone), yaitu telepon yang bisa dibawa kemana-mana oleh pemiliknya.

3.       Cara kerja telepon
Ditinjau dari cara kerjanya, telepon dapat dibedakan menjadi 3 (tiga ) jenis, yaitu:
a.    Hubungan Melalui Operator
Bila melalui operator, penelepon memutar / menekan nomor operator sentral untuk meminta hubungan perorangan. Berikan nama dan nomor telepon orang yang ingin dihubungi dan sebutkan juga nomor telepon sendiri . Kalau sudah berhasil menghubungi nomor yang diinginkan, operator sentral akan meminta hubungan dengan orang yang dikehendaki dan menunggu sampai orang yang dituju siap untuk bicara.
b.   Hubungan Langsung
Hubungan langsung jarak jauh maksudnya penelpon menelepon sendiri tanpa operator, memutar kode atau nomor sambungan langsung jarak jauh kemudian bicara.
c.    Hubungan Langsung dengan SMS
Hubungan langsung jarak jauh, bahkan melintas batas negara dengan menggunakan layanan pesan pendek, yang bisa secara tertulis atau melalui suara (voice).

4.       Etiket bertelepon
Banyak orang menyamakan begitu saja kata “etika” dan “etiket” padahal keduanya memiliki pengertian yang berbeda. Etika adalah cabang filsafat yang membahas tingkah laku manusia berdasarkan kaidah “baik buruk, benar salah, baik tidak. Sedangkan etiket adalah tata krama, sopan santun, atau tata pergaulan.
Hal yang terpenting hanyalah suara yang jelas, tegas, namun terkesan ramah, hangat, dan bersahabat, dan juga tidak bernada emosi. Dengan suara yang merdu didengar, tidak jarang orang menjadi lebih betah dan senang berkomunikasi dengan kita.
Adapun hal-hal yang penting dan harus kita perhatikan dan dilaksanakan sehubungan dengan etiket bertelepon adalah sebagai berikut:
1.       Jangan membiarkan telepon berdering terlalu lama, maksimal tiga kali berdering segeralah telepon diangkat dan jawablah dengan sopan.
2.       Jangan memulai dengan kata “halo” tetapi langsung menyebutkan nama organisasis atau organisasi tempat kita bekerja.
3.       Jangan menggunakan pesawat telepon di tempat kerja untuk kepentingan pribadi atau terlalu lama berbicara dengan si penelepon.
4.       Berusahalah mendengarkan lawan bicara kita, jangan melamun atau bersikap tidak tertuju pada pembicaraan.
5.       Jangan mengucapkan kata-kata yang menyinggung perasaan, sebaliknya bicaralah dengan sikap menyenagkan.
6.       Berusahalah menanggapi maksud pembicara dengan cepat dan memberi kesan bahwa orang yang kita ajak bicara diperhatikan seperti layaknya kita berhadapan langsung dengannya.
7.       Berbicaralah dengan tempo sedang, tidak terlalu cepat atau lambat.
8.       Apabila kita menelepon, kita harus siap menyebutkan nama dan jabatan orang yang akan kita tuju, di samping pokok pembicaraannya.
9.       Apabila kita menelepon seseorang, kita dapat menanyakan apakah memang saat ini waktu  yang tepat  untuk berbicara.
10.   Jangan menganggap bahwa panggilan telepon merupakan gangguan kepada pekerja
11.   Catat poin pesan-pesan yang disampaikan
12.   Mintalah nomor teleponnya, sekaligus mintalah maaf jika membuat kesalahan-kesalahan sewaktu dalam pembicaraan telepon.
13.   Mengakhiri pembicaraan dengan tepat.
14.   Meletakkan gagang telepon dengan pelan.

Hal-hal yang harus dihindari sekretaris dalam komunikasi melalui telepon
1.       Menggunakan bahasa formal, terutama kepada orang yang belum akrab atau belum tahu siapa orang yang berbicara di telepon
2.       Berbicara dengan orang lain selagi berbicara di telepon.
3.       Berbicara sambil makan sesuatu atau mengunyah permen.
4.       Berbicara terlalu banyak basa-basi.
5.       Berbicara dengan nada kasar atau membentak.
6.       Berbicara dengan nada memerintah.
7.       Penelepon dibiarkan menunggu terlalu lama, tanpa penjelasan, hanya bunyi musik yang diperdengarkan.
8.       Penelepon ditransfer berkali-kali atau ditransfer ke alamat yang salah.
9.       Nada dan intonasi terkesan malas atau tak ramah.


























BAHAN MATERI 3
MENERAPKAN PRINSIP-PRINSIP
KERJASAMA DENGAN KOLEGA DAN PELANGGAN

1.                                            Pengertian Grooming
Penampilan diri penting artinya bagi seseorang dalam kehidupan sehari-hari, apalagi bagi mereka yang bekerja sebagai tenaga pelayanan, seperti : pegawai negeri, pelayan toko, tenaga penjualan, kalangan eksekutif bisnis, para pengajar atau instruktur dan sebagainya. Untuk berpenampilan serasi, menarik, resmi, sopan, luwes, sesuai dengan etiket dan tata krama pergaulan kantor, maka anda perlu mempelajari kompetensi berikut ini.
Sebelum anda mengetahui bagaimana menjaga standar keamanan penampilan pribadi, terlebih dahulu anda mengetahui arti kata grooming, dari pendapat para ahli yang dinyatakan di dalam bukunya masing-masing. Di bawah ini terdapat arti kata grooming, yang dikutip antara lain :
a.    Kata groom menurut Kamus Bahasa Inggris Indonesia, artinya mengurus, merawat, rapi atau pelihara.
b.   Secara harfiah, grooming artinya penampilan diri.
c.    Grooming dalam penampilan prima adalah, penampilan diri tenaga pelayanan pada waktu bekerja, memberikan pelayanan kepada kolega dan pelanggan.
d.   Penampilan diri (grooming) sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, apalagi bagi yang bekerja sebagai tenaga pelayanan, seperti pegawai negeri, pelayan toko, tenaga penjualan, kalangan eksekutif bisnis, dan lain-lain, mereka tentu saja perlu berpenampilan serasi dan menarik.
e.    Well groomed istilah Bahasa Inggris, yang digunakan untuk menggambarkan orang berbusana resmi dengan baik, menarik. Busana yang baik dan resmi itu berarti penampilan yang rapi, sopan, luwes, serasi dan menarik (personal apperance) sesuai dengan etika dan tata krama pergaulan.
f.     Jadi pengertian grooming secara singkat adalah, penampilan seseorang, dimulai dari cara berpakaian sampai dengan tutur kata dan sopan santun.
2.                                            Fungsi Grooming
Dalam kehidupan sehari-hari, apapun kegiatan kita selalu dihadapkan pada tata aturan dalam melakukan sesuatu yang diuraikan dalam tahap-tahap kegiatan atau langkah-langkah pelaksanaan suatu kegiatan. Setiap kantor memiliki tata aturan pelaksanaan kegiatan yang berbeda-beda sesuai dengan jenis aktivitasnya, tetapi secara umum sering pula dijumpai kesamaan dalam langkah-langkah mengenai sesuatu kegiatan, inilah yang kita sebut dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Tata aturan yang dimaksud, diantaranya termasuk pentingnya grooming bagi perusahaan, terbukti grooming dapat mempengaruhi para pelanggan atau pengunjung, arena grooming bertujuan antara lain:
a.    Penampilan pegawai mengatasnamakan suatu lembaga atau perusahaan, sehingga penampilan pegawai harus disukai oleh orang lain atau pelanggan.
b.   Penampilan pegawai mencerminkan kepribadian yang baik dan memberikan kesan positif dari pelanggan perusahaan.
c.    Penampilan para pegawai, agar selaras dengan nilai-nilai keindahan dan tata krama yang berlaku dalam kehidupan seluruh lapisan masyarakat.
d.   Menyadari bahwa kecantikan bukan semata-mata dari bentuk wajah saja, tetapi dari hati nurani yang tulus dan ikhlas, sehingga keluar pancaran kecantikan dari dalam (inner-beauty)

B.      Menjaga Standar Keamanan Penampilan Pribadi
Untuk menjaga standar keamanan penampilan pribadi, penggunaan pakaian kerja yang sesuai akan mengurangi kemungkinan terjadi kecelakaan atau luka. Berikut ini beberapa tips memilih jenis pakaian kerja yang aman :
1.       Pilih bahan dengan teliti, cari bahan yang nyaman dipakai, hindari bahan yang mudah terbakar atau panas dipakai.
2.       Pilih model pakaian, disesuaikan dengan keadaan jasmani, warna kulit, keperluan, iklim, jenis pekerjaan, serasi, bersih, tidak terlalu sempit dan tidak terlalu longgar, karena akan mengganggu gerakan dalam bekerja.
3.       Hindari celana panjang yang terlalu panjang dan terlalu lebar di bagian bawah, karena akan mengganggu ketika berjalan, bahkan mudah terkait atau jatuh.
4.       Dasi, dapat digunakan untuk pekerjaan yang dilakukan di kantor atau bagian pemasaran barang atau jasa, bukan di pabrik bagian produksi karena juntaian dasi dapat tergulung pada benda yang berputar atau terjepit.
5.       Pilihlah sepatu yang nyaman dipakai, gunakan sepatu untuk mengamankan kaki dari benda jatuh atau benda tajam kecil atau tergelincir pada waktu kerja. Penggunaan model sepatu disesuaikan dengan jenis pekerjaan.
6.       Perhiasan atau aksesoris, seperti cincin, kalung, gelang, jam tangan, sebaiknya tidak dipakai pada waktu kerja di dalam bengkel atau ruang produksi, sebab benda tersebut mudah sekali terkait oleh peralatan yang berputar atau bergerak pada alat elektrik yang bermagnet, terutama dapat menyebabkan tidak bebasnya bergerak, serta mengakibatkan rasa sakit pada waktu tangan atau jari menggunakan peralatan.
7.       Sarung tangan, digunakan untuk membantu pekerjaan yang berhubungan dengan panas, tajam atau licin juga digunakan sebagai sarana isolator untuk pekerjaan listrik.
8.       Kacamata, digunakan untuk melindungi mata dari bahaya sinar yang tajam, serpihan benda kerja dan debu. Gunakan kacamata sesuai dengan jenis pekerjaan.
Selain pakaian, di bawah ini terdapat beberapa tips penampilan pribadi yang baik dilakukan :
1.       Perawatan tubuh, karena tubuh yang terawat akan memancarkan keindahan, pesona dan kecantikan. Kosmetik, dibutuhkan oleh pekerja wanita. Gunakan kosmetik seperlunya, jangan terlalu berlebihan. Pekerja pria pun perlu kosmetik, agar penampilannya lebih segar dan terawat. Kosmetik pria biasanya berupa deodorant, parfum dan minyak rambut.
2.       Pekerja wanita maupun pria, haruslah mengetahui dan menerapkan dalam kehidupannya, dengan etika pergaulan dan etika dalam bekerja (kode etik). Secara umum seorang pekerja haruslah sabar, jujur, loyal, sopan, penuh inisiatif, ramah, tulus, mematuhi hukum dan norma yang berlaku, baik norma agama maupun norma-norma yang diyakini oleh masyarakat. Tidak suka memuji diri sendiri, mau mendengarkan orang lain, peduli, menghormati pendapat orang lain, memiliki pendirian yang kuat, berpikir objektif dan rasional.
3.       Duduk yang baik yakni, dapat mengatur badan sedemikian rupa, jangan menyandarkan punggung sambil kaki menjulur ke bawah. Khusus untuk wanita lutut harus selalu berdekatan. Usahakan tidak membungkuk waktu menulis dan duduk. Jangan pula duduk kaku seperti papan, karena itu akan cepat lelah.
4.       Mengangkat dan memindahkan barang atau peralatan, maupun macam-macam bahan dengan cara dan posisi yang tidak benar, akan mengakibatkan terkilir atau sakit punggung atau anggota badan lainnya. Untuk itu, jika mengangkat benda yang cukup berat usahakan posisi punggung lurus dan pergunakan otot paha sebagai tumpuan. Banyak kecelakaan atau kesakitan dan kelainan pada punggung, yang disebabkan oleh kesalahan pada waktu mengangkat benda yang kurang tepat maupun dalam posisi yang salah.


BAHAN MATERI 4
MENERAPKAN KESELAMATAN, KESEHATAN,
DAN LINGKUNGAN HIDUP (K3LH)

A.  Pengertian Keamanan, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja
1.       Keamanan Kerja
Keamanan kerja adalah suatu usaha untuk menjaga dan melindungi pekerja dan fasilitas/asset yang dimiliki, baik yang berada di dalam perusahaan maupun yang berada di luar lingkungan perusahaan. Upaya memberikan jaminan keamanan kerja tidak hanya diperuntukkan bagi tenaga kerja yang bekerja di dalam lingkungan perusahaan, tetapi juga bagi tenaga kerja yang bekerja di lapangan, misalnya: karyawan bank yang bertugas mengambil atau mengantarkan uang ke suatu tempat perlu mendapat pengawalan yang ketat untuk mengantisipasi tindak kejahatan.  Di dalam kitab Undang-Undang Hukum Perdata, khusus mengenai keamanan kerja dijelaskan bahwa pihak perusahaan wajib mengatur dan memelihara ruangan, alat, dan perkakas, dimana perusahaan  menyuruh pegawainya melakukan pekerjaan sehingga para pekerja terlindung dari bahaya. Apabila perusahaan tidak memenuhi kewajiban tersebut, pihak perusahaan wajib mengganti kerugian kepada pekerja yang tertimpa musibah saat bekerja.
2.       Keselamatan Kerja
Keselamatan kerja adalah perlindungan terhadap kesejahteraan fisik seseorang pada saat bekerja. Keselamatan kerja berhubungan dengan mesin, peralatan kerja, bahan, dan proses pengolahannya, lingkungan kerja, serta cara-cara melakukan pekerjaan. Dengan demikian, keselamatan kerja menyangkut segenap proses produksi dan distribusi, baik barang maupun jasa. Jadi, dapat dikatakan bahwa bahaya yang dapat timbul dari mesin, pesawat, alat kerja, bahan, proses pengerjaannya, dan lingkungan kerja harus sebisa mungkin dikendalikan dan atau bila mungkin dihilangkan. Masalah keselamatan kerja perlu mendapat perhatian serius, mengingat lingkungan kerja yang aman, tenang, dan tenteram akan membuat pekerja bersemangat dan dapat bekerja dengan lebih baik lagi sehingga diperoleh hasil kerja yang memuaskan.
3.       Kesehatan Kerja
Kesehatan kerja merupakan upaya penyerasian antara kapasitas kerja, beban kerja, dan lingkungan kerja agar setiap pekerja dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan dirinya sendiri maupun masyarakat disekitarnya agar diperoleh produktivitas kerja yang optimal (Undang-Undang Kesehatan tahun 1992 pasal 23). Kapasitas kerja meliputi status kesehatan pekerja, dan gizi kerja yang baik serta kemampuan fisik yang prima, semuanya itu diperlukan agar pekerja dapat melakukan pekerjaan secara baik dan optimal. Beban kerja meliputi beban kerja fisik maupun mental. Akibat kerja yang terlalu berat atau fisik yang terlalu lemah dapat mengakibatkan pekerja mengalalmi gangguan atau penyakit akibat kerja. Sedangkan kondisi lingkungan kerja turut dipengaruhi oleh panas, kebisingan, debu, maupun zat-zat kimia.

B.      Tujuan Keamanan, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja
1.    Tujuan Keamanan Kerja
Setiap pekerja menginginkan adanya keamanan dalam bekerja, baik di dalam maupun di luar lingkungan kerja (lapangan). Keamanan saat bekerja akan membuat pekerja merasa tenang dan nyaman sehingga lebih berkonsentrasi terhadap pekerjaan yang pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas.
Tujuan keamanan kerja, antara lain:
a.    Meningkatkan kinerja menuju hasil yang lebih baik ,




















BAHAN MATERI 3
MENERAPKAN PRINSIP-PRINSIP
KERJASAMA DENGAN KOLEGA DAN PELANGGAN

1.                                            Pengertian Grooming
Penampilan diri penting artinya bagi seseorang dalam kehidupan sehari-hari, apalagi bagi mereka yang bekerja sebagai tenaga pelayanan, seperti : pegawai negeri, pelayan toko, tenaga penjualan, kalangan eksekutif bisnis, para pengajar atau instruktur dan sebagainya. Untuk berpenampilan serasi, menarik, resmi, sopan, luwes, sesuai dengan etiket dan tata krama pergaulan kantor, maka anda perlu mempelajari kompetensi berikut ini.
Sebelum anda mengetahui bagaimana menjaga standar keamanan penampilan pribadi, terlebih dahulu anda mengetahui arti kata grooming, dari pendapat para ahli yang dinyatakan di dalam bukunya masing-masing. Di bawah ini terdapat arti kata grooming, yang dikutip antara lain :
a.    Kata groom menurut Kamus Bahasa Inggris Indonesia, artinya mengurus, merawat, rapi atau pelihara.
b.   Secara harfiah, grooming artinya penampilan diri.
c.    Grooming dalam penampilan prima adalah, penampilan diri tenaga pelayanan pada waktu bekerja, memberikan pelayanan kepada kolega dan pelanggan.
d.   Penampilan diri (grooming) sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, apalagi bagi yang bekerja sebagai tenaga pelayanan, seperti pegawai negeri, pelayan toko, tenaga penjualan, kalangan eksekutif bisnis, dan lain-lain, mereka tentu saja perlu berpenampilan serasi dan menarik.
e.    Well groomed istilah Bahasa Inggris, yang digunakan untuk menggambarkan orang berbusana resmi dengan baik, menarik. Busana yang baik dan resmi itu berarti penampilan yang rapi, sopan, luwes, serasi dan menarik (personal apperance) sesuai dengan etika dan tata krama pergaulan.
f.     Jadi pengertian grooming secara singkat adalah, penampilan seseorang, dimulai dari cara berpakaian sampai dengan tutur kata dan sopan santun.
2.                                            Fungsi Grooming
Dalam kehidupan sehari-hari, apapun kegiatan kita selalu dihadapkan pada tata aturan dalam melakukan sesuatu yang diuraikan dalam tahap-tahap kegiatan atau langkah-langkah pelaksanaan suatu kegiatan. Setiap kantor memiliki tata aturan pelaksanaan kegiatan yang berbeda-beda sesuai dengan jenis aktivitasnya, tetapi secara umum sering pula dijumpai kesamaan dalam langkah-langkah mengenai sesuatu kegiatan, inilah yang kita sebut dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Tata aturan yang dimaksud, diantaranya termasuk pentingnya grooming bagi perusahaan, terbukti grooming dapat mempengaruhi para pelanggan atau pengunjung, arena grooming bertujuan antara lain:
a.    Penampilan pegawai mengatasnamakan suatu lembaga atau perusahaan, sehingga penampilan pegawai harus disukai oleh orang lain atau pelanggan.
b.   Penampilan pegawai mencerminkan kepribadian yang baik dan memberikan kesan positif dari pelanggan perusahaan.
c.    Penampilan para pegawai, agar selaras dengan nilai-nilai keindahan dan tata krama yang berlaku dalam kehidupan seluruh lapisan masyarakat.
d.   Menyadari bahwa kecantikan bukan semata-mata dari bentuk wajah saja, tetapi dari hati nurani yang tulus dan ikhlas, sehingga keluar pancaran kecantikan dari dalam (inner-beauty)

B.      Menjaga Standar Keamanan Penampilan Pribadi
Untuk menjaga standar keamanan penampilan pribadi, penggunaan pakaian kerja yang sesuai akan mengurangi kemungkinan terjadi kecelakaan atau luka. Berikut ini beberapa tips memilih jenis pakaian kerja yang aman :
1.       Pilih bahan dengan teliti, cari bahan yang nyaman dipakai, hindari bahan yang mudah terbakar atau panas dipakai.
2.       Pilih model pakaian, disesuaikan dengan keadaan jasmani, warna kulit, keperluan, iklim, jenis pekerjaan, serasi, bersih, tidak terlalu sempit dan tidak terlalu longgar, karena akan mengganggu gerakan dalam bekerja.
3.       Hindari celana panjang yang terlalu panjang dan terlalu lebar di bagian bawah, karena akan mengganggu ketika berjalan, bahkan mudah terkait atau jatuh.
4.       Dasi, dapat digunakan untuk pekerjaan yang dilakukan di kantor atau bagian pemasaran barang atau jasa, bukan di pabrik bagian produksi karena juntaian dasi dapat tergulung pada benda yang berputar atau terjepit.
5.       Pilihlah sepatu yang nyaman dipakai, gunakan sepatu untuk mengamankan kaki dari benda jatuh atau benda tajam kecil atau tergelincir pada waktu kerja. Penggunaan model sepatu disesuaikan dengan jenis pekerjaan.
6.       Perhiasan atau aksesoris, seperti cincin, kalung, gelang, jam tangan, sebaiknya tidak dipakai pada waktu kerja di dalam bengkel atau ruang produksi, sebab benda tersebut mudah sekali terkait oleh peralatan yang berputar atau bergerak pada alat elektrik yang bermagnet, terutama dapat menyebabkan tidak bebasnya bergerak, serta mengakibatkan rasa sakit pada waktu tangan atau jari menggunakan peralatan.
7.       Sarung tangan, digunakan untuk membantu pekerjaan yang berhubungan dengan panas, tajam atau licin juga digunakan sebagai sarana isolator untuk pekerjaan listrik.
8.       Kacamata, digunakan untuk melindungi mata dari bahaya sinar yang tajam, serpihan benda kerja dan debu. Gunakan kacamata sesuai dengan jenis pekerjaan.
Selain pakaian, di bawah ini terdapat beberapa tips penampilan pribadi yang baik dilakukan :
1.       Perawatan tubuh, karena tubuh yang terawat akan memancarkan keindahan, pesona dan kecantikan. Kosmetik, dibutuhkan oleh pekerja wanita. Gunakan kosmetik seperlunya, jangan terlalu berlebihan. Pekerja pria pun perlu kosmetik, agar penampilannya lebih segar dan terawat. Kosmetik pria biasanya berupa deodorant, parfum dan minyak rambut.
2.       Pekerja wanita maupun pria, haruslah mengetahui dan menerapkan dalam kehidupannya, dengan etika pergaulan dan etika dalam bekerja (kode etik). Secara umum seorang pekerja haruslah sabar, jujur, loyal, sopan, penuh inisiatif, ramah, tulus, mematuhi hukum dan norma yang berlaku, baik norma agama maupun norma-norma yang diyakini oleh masyarakat. Tidak suka memuji diri sendiri, mau mendengarkan orang lain, peduli, menghormati pendapat orang lain, memiliki pendirian yang kuat, berpikir objektif dan rasional.
3.       Duduk yang baik yakni, dapat mengatur badan sedemikian rupa, jangan menyandarkan punggung sambil kaki menjulur ke bawah. Khusus untuk wanita lutut harus selalu berdekatan. Usahakan tidak membungkuk waktu menulis dan duduk. Jangan pula duduk kaku seperti papan, karena itu akan cepat lelah.
4.       Mengangkat dan memindahkan barang atau peralatan, maupun macam-macam bahan dengan cara dan posisi yang tidak benar, akan mengakibatkan terkilir atau sakit punggung atau anggota badan lainnya. Untuk itu, jika mengangkat benda yang cukup berat usahakan posisi punggung lurus dan pergunakan otot paha sebagai tumpuan. Banyak kecelakaan atau kesakitan dan kelainan pada punggung, yang disebabkan oleh kesalahan pada waktu mengangkat benda yang kurang tepat maupun dalam posisi yang salah.


BAHAN MATERI 4
MENERAPKAN KESELAMATAN, KESEHATAN,
DAN LINGKUNGAN HIDUP (K3LH)

A.  Pengertian Keamanan, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja
1.       Keamanan Kerja
Keamanan kerja adalah suatu usaha untuk menjaga dan melindungi pekerja dan fasilitas/asset yang dimiliki, baik yang berada di dalam perusahaan maupun yang berada di luar lingkungan perusahaan. Upaya memberikan jaminan keamanan kerja tidak hanya diperuntukkan bagi tenaga kerja yang bekerja di dalam lingkungan perusahaan, tetapi juga bagi tenaga kerja yang bekerja di lapangan, misalnya: karyawan bank yang bertugas mengambil atau mengantarkan uang ke suatu tempat perlu mendapat pengawalan yang ketat untuk mengantisipasi tindak kejahatan.  Di dalam kitab Undang-Undang Hukum Perdata, khusus mengenai keamanan kerja dijelaskan bahwa pihak perusahaan wajib mengatur dan memelihara ruangan, alat, dan perkakas, dimana perusahaan  menyuruh pegawainya melakukan pekerjaan sehingga para pekerja terlindung dari bahaya. Apabila perusahaan tidak memenuhi kewajiban tersebut, pihak perusahaan wajib mengganti kerugian kepada pekerja yang tertimpa musibah saat bekerja.
2.       Keselamatan Kerja
Keselamatan kerja adalah perlindungan terhadap kesejahteraan fisik seseorang pada saat bekerja. Keselamatan kerja berhubungan dengan mesin, peralatan kerja, bahan, dan proses pengolahannya, lingkungan kerja, serta cara-cara melakukan pekerjaan. Dengan demikian, keselamatan kerja menyangkut segenap proses produksi dan distribusi, baik barang maupun jasa. Jadi, dapat dikatakan bahwa bahaya yang dapat timbul dari mesin, pesawat, alat kerja, bahan, proses pengerjaannya, dan lingkungan kerja harus sebisa mungkin dikendalikan dan atau bila mungkin dihilangkan. Masalah keselamatan kerja perlu mendapat perhatian serius, mengingat lingkungan kerja yang aman, tenang, dan tenteram akan membuat pekerja bersemangat dan dapat bekerja dengan lebih baik lagi sehingga diperoleh hasil kerja yang memuaskan.
3.       Kesehatan Kerja
Kesehatan kerja merupakan upaya penyerasian antara kapasitas kerja, beban kerja, dan lingkungan kerja agar setiap pekerja dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan dirinya sendiri maupun masyarakat disekitarnya agar diperoleh produktivitas kerja yang optimal (Undang-Undang Kesehatan tahun 1992 pasal 23). Kapasitas kerja meliputi status kesehatan pekerja, dan gizi kerja yang baik serta kemampuan fisik yang prima, semuanya itu diperlukan agar pekerja dapat melakukan pekerjaan secara baik dan optimal. Beban kerja meliputi beban kerja fisik maupun mental. Akibat kerja yang terlalu berat atau fisik yang terlalu lemah dapat mengakibatkan pekerja mengalalmi gangguan atau penyakit akibat kerja. Sedangkan kondisi lingkungan kerja turut dipengaruhi oleh panas, kebisingan, debu, maupun zat-zat kimia.

B.      Tujuan Keamanan, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja
1.    Tujuan Keamanan Kerja
Setiap pekerja menginginkan adanya keamanan dalam bekerja, baik di dalam maupun di luar lingkungan kerja (lapangan). Keamanan saat bekerja akan membuat pekerja merasa tenang dan nyaman sehingga lebih berkonsentrasi terhadap pekerjaan yang pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas.
Tujuan keamanan kerja, antara lain:
a.    Meningkatkan kinerja menuju hasil yang lebih baik ,
b.   Melindungi pekerja ketika sedang bekerja,
c.    Melindungi dan menjaga fasilitas dan asset perusahaan.
2.    Tujuan Keselamatan Kerja
Keselamatan kerja erat kaitannya dengan usaha peningkatan hasil produksi dan pencapaian produktivitas kerja. Pengaruh keselamatan kerja terhadap peningkatan produktivitas diperlihatkan oleh hal-hal berikut ini:
a.    Tingkat keselamatan kerja yang tinggi dapat menghindari terjadinya pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu.
b.   Tingkat keselamatan kerja yang tinggi akan menciptakan suasana kerja yang nyaman dan aman sehingga para karyawan dapat bekerja semaksimal mungkin.
Sedangkan yang menjadi tujuan dari keselamatan kerja, antara lain:
a.    Melindungi tenaga kerja atas hak keselamatannya dalam melaksanakan pekerjaan,
b.   Menjamin keselamatan tiap orang yang berada ditempat kerja,
c.    Sumber produksi dipelihara dan dipergunakan secara aman dan efisien.


3.    Tujuan Kesehatan Kerja
a.    Menciptakan tenaga kerja yang sehat dan produktif
b.   Memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pekerja di semua lapangan kerja yang setinggi-tingginya baik fisik, mental, maupun kesejahteraan sosialnya.
c.    Sebagai alat untuk meningkatkan produksi, yang berlandaskan kepada meningginya efisiensi dan daya produktivitas factor manusia dalam produksi.
Dari tujuan-tujuan di atas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa dibuatnya aturan penyelenggaraan keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja pada hakekatnya adalah pembuatan syarat-syarat keselamatan kerja dalam perencanaan, pembuatan, pengangkutan, peredaran, perdagangan, pemasangan, pemakaian, penggunaan, pemeliharaan peralatan dalam bekerja serta pengaturan dalam penyimpanan bahan, barang, produk teknis dan aparat produksi yang mengandung dan dapat menimbulkan bahaya kecelakaan, sehingga potensi bahaya kecelakaan tersebut dapat dieliminir.















BAHA MATERI 8
MELAKUKAN PROSEDUR ADMINISTRASI

A.         Mengidentifikasi Dokumen-Dokumen Kantor
1.                                                                                    Pengertian dokumen
a.       Menurut kamus umum bahasa Indonesia
Dokumen adalah sesuatu yang tertulis atau tercetak yang dapat dipergunakan sebagaai alat bukti atau keterangan.
b.      Ensiklopedia administrasi
Dokumen ialah warkat asli yang digunakan sebagai alat pembuktian atau sebagai alat untuk mendukung suatu keterangan.
c.       Kamus bahasa inggris Webster
Menurut kamus ini, dokukmen adalah:
1)      Membuktikan dengan keterangan, melengkapi keterangan dengan fakta-fakta
2)      Melengkapi keabsahan keterangan, seperti surat keterangan, pernyataan, lampiran-lampiran untuk melengkapi sebuah buku atau teks.

2.    Jenis-jenis dokumen
a.    Ditinjau dari segi pemakaiannya:
1)      Dokumen pribadi
Merupakan keterangan aatau surat yang dapat dipakai sebagai alat bukti kepemilikan, hak, atau kejadian pada seseorang, contohnya:SIM, akta kelahiran, STTB, KTP.
2)      Dokumen sejarah
Merupakan keterangan atau surat-surat yang dapat dipakai sebagai alat bukti atas kejadian atau peristiwa masa lampau. Contohnya: Naskah Proklamasi Negara, Supersemar, Naskah Sumpah Pemuda, dll.
3)      Dokumen niaga
Merupakan keterangan atau surat yang dapat dipakai sebagai alat bukti ats transaksi perdagangan. Contohnya; faktur, cek,  saham, dan kuitansi.
4)      Dokumen pemerintah
Merupakan keterangan antaua surat ysdang dapat dipakai sebagai alat bukti atas kejadian penting dalam suatu negeara atau pemerintahan. Contohnya, UUD 1945, peraturan pemerintah, keputusan presiden, peraturan menteri, dsb.

b.   Ditinjau dari segi bentuk fisiknya
1)      Dokumen corporal
Adalah dokumen yang beruipa benda bersejarah. Dokumen ini biasanya disimpan di museum. Contohnya; arca, pusaka, keris, dan tombak
2)      Dokumen literal
Adalah dokumen yang terjadinya sebagai akibat ditulis, digambar, dicetak, dan direkam. Contonya; majalah, buku, dan kaset
3)      Dokumen privat
Adalah dokumen yang berupa surat-surat atau arsip.
c.    Ditinjau dari segi nilai kegunaannya
1)      Dokumen yang bernilai yuridis
Adalah surat-surat yang dapat dipakai sebagai alat bukti yang mempujyai kekuatan hokum.
2)      Dokumen yang bernilai historis
Adalah suart-surat yag dapat dipakai sebagai alat bukti kejadian penting pada masa lampau
3)      Dokumen yang bernilai perdagangan
Adalah surat-surat yang dapat dipakai sebagai alat bukti terjadinya peristiwa yang erat hubungannya dengan perdagangan
4)      Dokumen yang bernilai penerangan
Adalah surat-surat yang dapat dipakai sebagai alat bukti dalam memberikan keteragan-keterangan.

B.      Mendeskripsikan Prinsip Surat-Menyurat
Penulis surat hendaknya mengetahui prinsip dasar penulisan surat agar dapat dengan mudah dimengerti maksudnya. Prinsip-prinsip tersebut, antara lain:
1.    Jelas
Sebaiknya isi surat tidak boleh menimbulkan penafsiran yang berbeda sehingga jawaban sesuai dengan yang dimaksud.
2.    Ringkas
Penulisan surat sebaiknya tidak menggunakan kalimat yang berbelit-belit sehingga mengaburkan inti permasalahan.
3.    Sederhana
Penggunaan kata-kata yang sederhana akan memudahkan penerima surat untuk mengerti maksud isi surat.
4.    Sopan dan ramah
Kata-kata yang dipergunakan dalam penulisan surat diusahakan yang sopan, tetapi tidak boleh sangat merendahkan diri.


BAHAN MATERI 9
MENANGANI PENGGANDAAN DOKUMEN

Mesin-mesin pengganda dokumen adalah mesin yang digunakan untuk menggandakan naskah/dokumen sesuai dengan kebutuhan. Beberapa mesin pengganda dokumen yang umum digunakan antara lain:
A.      Mesin Fotocopy
Komponen yang terdapat pada mesin foto copy adalah:
1)         Baki kertas berfungsi untuk menaruh kertas fotocopy
2)         Baki penadah untuk menampung hasil fotocopy
3)         Tombol on dan off untuk menghidupkan dan mematikan mesin
4)         Tombol start untuk menjalankan mesin apabila sudah siap beroperasi
5)         Enlargement untuk memperbesar salinan ukuran
6)         Reduction untuk memperkecil  ukuran salinan
7)         Fullsize sesuai dengan ukuran asli
8)         Paper out (kertas habis) toner out (tinta habis) exes useste tone terjadi kerusakan mesin (tombol-tombol isyarat)
9)         Open yaitu untuk membuka mesin
10)&# 49.5pt; text-align:justify; text-indent:-13.5pt">b.   Melindungi pekerja ketika sedang bekerja,
c.    Melindungi dan menjaga fasilitas dan asset perusahaan.
2.    Tujuan Keselamatan Kerja
Keselamatan kerja erat kaitannya dengan usaha peningkatan hasil produksi dan pencapaian produktivitas kerja. Pengaruh keselamatan kerja terhadap peningkatan produktivitas diperlihatkan oleh hal-hal berikut ini:
a.    Tingkat keselamatan kerja yang tinggi dapat menghindari terjadinya pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu.
b.   Tingkat keselamatan kerja yang tinggi akan menciptakan suasana kerja yang nyaman dan aman sehingga para karyawan dapat bekerja semaksimal mungkin.
Sedangkan yang menjadi tujuan dari keselamatan kerja, antara lain:
a.    Melindungi tenaga kerja atas hak keselamatannya dalam melaksanakan pekerjaan,
b.   Menjamin keselamatan tiap orang yang berada ditempat kerja,
c.    Sumber produksi dipelihara dan dipergunakan secara aman dan efisien.


3.    Tujuan Kesehatan Kerja
a.    Menciptakan tenaga kerja yang sehat dan produktif
b.   Memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pekerja di semua lapangan kerja yang setinggi-tingginya baik fisik, mental, maupun kesejahteraan sosialnya.
c.    Sebagai alat untuk meningkatkan produksi, yang berlandaskan kepada meningginya efisiensi dan daya produktivitas factor manusia dalam produksi.
Dari tujuan-tujuan di atas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa dibuatnya aturan penyelenggaraan keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja pada hakekatnya adalah pembuatan syarat-syarat keselamatan kerja dalam perencanaan, pembuatan, pengangkutan, peredaran, perdagangan, pemasangan, pemakaian, penggunaan, pemeliharaan peralatan dalam bekerja serta pengaturan dalam penyimpanan bahan, barang, produk teknis dan aparat produksi yang mengandung dan dapat menimbulkan bahaya kecelakaan, sehingga potensi bahaya kecelakaan tersebut dapat dieliminir.















BAHA MATERI 8
MELAKUKAN PROSEDUR ADMINISTRASI

A.         Mengidentifikasi Dokumen-Dokumen Kantor
1.                                                                                    Pengertian dokumen
a.       Menurut kamus umum bahasa Indonesia
Dokumen adalah sesuatu yang tertulis atau tercetak yang dapat dipergunakan sebagaai alat bukti atau keterangan.
b.      Ensiklopedia administrasi
Dokumen ialah warkat asli yang digunakan sebagai alat pembuktian atau sebagai alat untuk mendukung suatu keterangan.
c.       Kamus bahasa inggris Webster
Menurut kamus ini, dokukmen adalah:
1)      Membuktikan dengan keterangan, melengkapi keterangan dengan fakta-fakta
2)      Melengkapi keabsahan keterangan, seperti surat keterangan, pernyataan, lampiran-lampiran untuk melengkapi sebuah buku atau teks.

2.    Jenis-jenis dokumen
a.    Ditinjau dari segi pemakaiannya:
1)      Dokumen pribadi
Merupakan keterangan aatau surat yang dapat dipakai sebagai alat bukti kepemilikan, hak, atau kejadian pada seseorang, contohnya:SIM, akta kelahiran, STTB, KTP.
2)      Dokumen sejarah
Merupakan keterangan atau surat-surat yang dapat dipakai sebagai alat bukti atas kejadian atau peristiwa masa lampau. Contohnya: Naskah Proklamasi Negara, Supersemar, Naskah Sumpah Pemuda, dll.
3)      Dokumen niaga
Merupakan keterangan atau surat yang dapat dipakai sebagai alat bukti ats transaksi perdagangan. Contohnya; faktur, cek,  saham, dan kuitansi.
4)      Dokumen pemerintah
Merupakan keterangan antaua surat ysdang dapat dipakai sebagai alat bukti atas kejadian penting dalam suatu negeara atau pemerintahan. Contohnya, UUD 1945, peraturan pemerintah, keputusan presiden, peraturan menteri, dsb.

b.   Ditinjau dari segi bentuk fisiknya
1)      Dokumen corporal
Adalah dokumen yang beruipa benda bersejarah. Dokumen ini biasanya disimpan di museum. Contohnya; arca, pusaka, keris, dan tombak
2)      Dokumen literal
Adalah dokumen yang terjadinya sebagai akibat ditulis, digambar, dicetak, dan direkam. Contonya; majalah, buku, dan kaset
3)      Dokumen privat
Adalah dokumen yang berupa surat-surat atau arsip.
c.    Ditinjau dari segi nilai kegunaannya
1)      Dokumen yang bernilai yuridis
Adalah surat-surat yang dapat dipakai sebagai alat bukti yang mempujyai kekuatan hokum.
2)      Dokumen yang bernilai historis
Adalah suart-surat yag dapat dipakai sebagai alat bukti kejadian penting pada masa lampau
3)      Dokumen yang bernilai perdagangan
Adalah surat-surat yang dapat dipakai sebagai alat bukti terjadinya peristiwa yang erat hubungannya dengan perdagangan
4)      Dokumen yang bernilai penerangan
Adalah surat-surat yang dapat dipakai sebagai alat bukti dalam memberikan keteragan-keterangan.

B.      Mendeskripsikan Prinsip Surat-Menyurat
Penulis surat hendaknya mengetahui prinsip dasar penulisan surat agar dapat dengan mudah dimengerti maksudnya. Prinsip-prinsip tersebut, antara lain:
1.    Jelas
Sebaiknya isi surat tidak boleh menimbulkan penafsiran yang berbeda sehingga jawaban sesuai dengan yang dimaksud.
2.    Ringkas
Penulisan surat sebaiknya tidak menggunakan kalimat yang berbelit-belit sehingga mengaburkan inti permasalahan.
3.    Sederhana
Penggunaan kata-kata yang sederhana akan memudahkan penerima surat untuk mengerti maksud isi surat.
4.    Sopan dan ramah
Kata-kata yang dipergunakan dalam penulisan surat diusahakan yang sopan, tetapi tidak boleh sangat merendahkan diri.


BAHAN MATERI 9
MENANGANI PENGGANDAAN DOKUMEN

Mesin-mesin pengganda dokumen adalah mesin yang digunakan untuk menggandakan naskah/dokumen sesuai dengan kebutuhan. Beberapa mesin pengganda dokumen yang umum digunakan antara lain:
A.      Mesin Fotocopy
Komponen yang terdapat pada mesin foto copy adalah:
1)         Baki kertas berfungsi untuk menaruh kertas fotocopy
2)         Baki penadah untuk menampung hasil fotocopy
3)         Tombol on dan off untuk menghidupkan dan mematikan mesin
4)         Tombol start untuk menjalankan mesin apabila sudah siap beroperasi
5)         Enlargement untuk memperbesar salinan ukuran
6)         Reduction untuk memperkecil  ukuran salinan
7)         Fullsize sesuai dengan ukuran asli
8)         Paper out (kertas habis) toner out (tinta habis) exes useste tone terjadi kerusakan mesin (tombol-tombol isyarat)
9)         Open yaitu untuk membuka mesin
10)     Tabung tinta
11)     Kunci kertas: - menjepit kertas, bila ditarik ke atas,  - menetralkan kertas bila ditarik ke bawah
12)     Tabung oli untuk menempatkan oli mesin
13)     Tombol exposi ure control lever untuk mengatur ketajaman tinta
14)     Copy number indicator tombol yang menunjukkan jumlah pengopian
15)     Clear key untuk membersihkan input key (number indicator)
16)     Input key strap yaitu tombol untuk memasukkan jumlah angka yang akan dicopy
17)     Copy stop key untuk menghentikan pengkopian
18)     Copy start key untuk memulai pengkopian
19)     Interapht key untuk menghentikan fotocopy yang sifatnya sementara
20)     Ready indicator menunjukkan kesiapan dari fotocopy untuk dioperasikan.

B.      Mesin Stensil
Bagian-bagian mesin stensil manual:
Bagian-bagian mesin stensil manual dapat dikelompokkan menjadi 3 bagian yaitu: bagian silinder tinta, kerangka mesin dan penutup mesin.
1.                                                                                 Bagian Silinder tinta (Ink cylinder)
Bagian ini terdiri dari berbagai peralatan yaitu:
1)      Penjepit sheet stensil (stencil fiting bar)
Terletak di bagian tengah melintang di atas silinder tinta (ink cylinder) dilengkapi dengan 4 buah kancing jeptian untuk mengaitkan sheet stensil. Caranya dengan membuka jepitan dan memasang lubang sheet stensil pada keempat kancing jepitan.
2)      Kain penyaring tinta (ink screen, silk screen)
Berupa kain tipis terbuat dari benang sutera. Terletak menggantung pada penjepit sheet stensil sampai melingkar menutup kedua silinder tinta. Lembaran induk dipasang menempel pada seluruh permukaan ink screen. Ink screen berfungsi untuk menyaring dan meratakan tinta yang akan keluar lewat lubang huruf lembaran induk sheet stensil
3)      Plat baja (steel band)
Berupa plat baja tipis dan berlubang pada bagian tengah sepanjang plat, terdiri dari 2 buah yang dipasang sebelah kanan dan kiri silinder. Plat baja berfungsi untuk mengaitkan penjepit sheet stensil dan kain penyaring tinta pada kedua buah silinder tinta.

2.                                                                                 Bagian kerangka mesin
Bagian kerangka mesin terdiri dari berbagai peralatan yaitu:
1)      Pintu tempat tinta (inker door, ink room door)
Terletak di bagian samping di bagian atas dekat silinder atas, berfungsi untuk meletakkan tinta yang dipergunakan untuk menyetensil
2)      Pompa tinta (pump lever, ink lever, inking lever)
Berupa pengungkit terbuat dari logam terletak di bagian tas dan berfungsi untuk memperlancar pengeluaran tinta dari botol/tube tinta.
3)      Pengatur tinta (ink control, ink selector dial)
Berupa tombol yang terletak di bagian samping, tombol ini dilengkapi dengan petunjuk pengaturan tinta untuk seluruh permukaan, bagian tengah, bagian kiri dan kanan permukaan sheet stensil, caranya dengan memutar tombol pengatur tinta pada posisi yang dikehendaki.
4)      Engkol (Handle, hand crank)
Berupa engkol dengan pegangan yang dapat dilipat. Terletak di bagian samping dan dipergunakan untuk memutar silinder guna menaikkan penjepit sheet stensil dan untuk menggandakan.
5)      Alat penghitung (counter, copy counter)
Berupa tombol yang dapat diputar  untuk menunjukkan jumlah hasil gandaan, biasanya terletak di bagian samping, di atas engkol atau di bagian atas dekat roll.
6)      Pengatur posisi cetakan (copy positioning, print height adjuster)
Berupa tombol pemutar terletak di bagian samping berfungsi untuk mengatur posisi cetakan pada keras. Caranya dengan memutar ke arah putaran jarum jam secukupnya bila hasil cetak percobaan posisi cetak kurang naik/ke atas dan sebaliknya
7)      Pengatur pemasukan kertas (feed control, feed lever)
Terletak pada bagian samping yang berfungsi untukmengatur pemasukan kertas yang akan digandakan. Feed lever berupa tombol pemutar dan pengungkit, keduanya berfungsi sama
8)      Pengatur tekanan pemasukan kertas (feed pressure lever, roller pressure)
Terletak di bagian samping berupa pengungkit terbuat dari logam dan roller pressure berupa tombol pemutar. Keduanya berfungsi sama yaitu untuk mengatur tekanan roll sesuai dengan tebal tipisnya kertas. Caranya dengan menggeser ke tanda (+) untuk kertas tebal dan ke tanda (-) untuk kertas tipis.
9)      Tombol pencoba (proofing knob)
Terdapat di bagian samping sebelah atas pada mesin berupa knob berfungsi untuk mempercepat perataan lembaran induk menempel pada ink screen. Caranya dengan menekan tombol pencoba sambil memutar engkol seperlunya
10)  Pengungkit pencetak (print lever)
Terdapat di bagian samping mesin dipergunakan untuk mengangkat papan kertas agar kertas siap dicetak. Caranya dengan mengungkit ke tas.

3.                                                                                 Bagian Penutup mesin
Pada bagian ini meliputi alat-alat sebagai berikut:
1)      Papan kertas (feed board, paper board, feed table)
Berupa papan untuk meletakkan kertas yang akan gandakan. Juga berfungsi sebagai penutup bagian belakang.
2)      Penuntun kertas (paper guide, side fences)
Berada pada papan kertas sebelah kiri dan kanan berfungsi sebagai pembatas kertas bagian tepi. Untuk mesin gestetner ada pembatas belakang dilengkapi dengan pemberat kertas.
3)      Papan penerima (receiving board, receiving tray)
Berupa papan untuk menerima hasil gandaan, papan penerima ini juga berfungsi sebagai penutup mesin bagian atas dan depan
4)      Penahan kertas (back gudie, back stop)
Terletak pada papan penerima paling ujung untuk menjaga agar kertas yang baru digandakan berhenti pada papan penerima. Pada bagian samping papan penerima juga terdapat dua buah penahan samping (side guide).
Bagian-bagian dan fungsi komponen:
1.       Penjepit sheet stensil yang berfungsi untuk mengaitkan sheet stensil
2.       Kain penyaring  tinta untuk menyaring dan meratakan tinta
3.       Plat baja berguna untuk mengikatkan penjepit sheet stensil dan kain penyaring tinta pada kedua buah silinder tinta
4.       Pintu tempat tinta yang berfungsi untuk meletakkan tinta untuk menyetensil
5.       Papan tinta untuk memperlancar pengeluaran tinta dari botol/tube tinta
6.       Pengatur tinta berupa tombol yang terltak di bagian samping yang dilengkapi dengan petunjuk pengaturan tinta untuk seluruh permukaan
7.       Engkol berfungsi untuk memutar silinder guna menaikkan penjepit sheet stensil untuk menggandakan
8.       Alat penghitung berupa tombol untuk menunjukkan jumlah hasil gandaan
9.       Pengatur posisi cetakan, untuk mengatur posisi cetakan pada kertas
10.   Pengatur pemasukan kertas yang berfungsi untuk mengatur pemasukan kertas yang akan digandakan
11.   Pengatur tekanan pemasukan kertas yang berfungsi untuk mengatur tekanan roll sesuai dengan tebal tipisnya kertas
12.   Tombol pencoba yang berguna untuk mempercepat peralatan lembaran induk menempel pada screen
13.   Pengungkit pencetak, untuk mengangkat papan kertas agar kertas siap dicetak
14.   Papan kertas untuk meletakkan kertas yang akan digandakan juga berfungsi sebagai  penutup bagian belakang
15.   Penuntun kertas berguna sebagai pembatas kertas bagian tepi
16.   Papan penerima untuk menerima hasil gandaan juga berfungsi untuk penutup mesin bagian atas dan depan
17.   Penahan kertas untuk menjaga agar kertas yang baru digandakan berhenti pada papan penerima.

4.       Mesin  Risograph
Mesin yang digunakan untuk memperbanyak naskah dengan cara dicetak/dicopy yang memiliki keistimewaan:
1)      Mudah digunakan dan serba otomatis
2)      Mencetak dengan menggunakan pengaturan ukuran/kecepatan pencetakan
3)      Fitur dengan pengamanan (rahsia terjaga)
4)      Kemampuan mengecilkan naskah dari aslinya sesuai keinginan
5)      Jenis cetakan fila dapat diprogram
6)      Mencetak dapat bolak balik atau bersebelahan (kiri–kanan)
7)      Pilihan cetak warna
Komponen yang terdapat pada mesin risxa0;    Tabung tinta
11)     Kunci kertas: - menjepit kertas, bila ditarik ke atas,  - menetralkan kertas bila ditarik ke bawah
12)     Tabung oli untuk menempatkan oli mesin
13)     Tombol exposi ure control lever untuk mengatur ketajaman tinta
14)     Copy number indicator tombol yang menunjukkan jumlah pengopian
15)     Clear key untuk membersihkan input key (number indicator)
16)     Input key strap yaitu tombol untuk memasukkan jumlah angka yang akan dicopy
17)     Copy stop key untuk menghentikan pengkopian
18)     Copy start key untuk memulai pengkopian
19)     Interapht key untuk menghentikan fotocopy yang sifatnya sementara
20)     Ready indicator menunjukkan kesiapan dari fotocopy untuk dioperasikan.

B.      Mesin Stensil
Bagian-bagian mesin stensil manual:
Bagian-bagian mesin stensil manual dapat dikelompokkan menjadi 3 bagian yaitu: bagian silinder tinta, kerangka mesin dan penutup mesin.
1.                                                                                 Bagian Silinder tinta (Ink cylinder)
Bagian ini terdiri dari berbagai peralatan yaitu:
1)      Penjepit sheet stensil (stencil fiting bar)
Terletak di bagian tengah melintang di atas silinder tinta (ink cylinder) dilengkapi dengan 4 buah kancing jeptian untuk mengaitkan sheet stensil. Caranya dengan membuka jepitan dan memasang lubang sheet stensil pada keempat kancing jepitan.
2)      Kain penyaring tinta (ink screen, silk screen)
Berupa kain tipis terbuat dari benang sutera. Terletak menggantung pada penjepit sheet stensil sampai melingkar menutup kedua silinder tinta. Lembaran induk dipasang menempel pada seluruh permukaan ink screen. Ink screen berfungsi untuk menyaring dan meratakan tinta yang akan keluar lewat lubang huruf lembaran induk sheet stensil
3)      Plat baja (steel band)
Berupa plat baja tipis dan berlubang pada bagian tengah sepanjang plat, terdiri dari 2 buah yang dipasang sebelah kanan dan kiri silinder. Plat baja berfungsi untuk mengaitkan penjepit sheet stensil dan kain penyaring tinta pada kedua buah silinder tinta.

2.                                                                                 Bagian kerangka mesin
Bagian kerangka mesin terdiri dari berbagai peralatan yaitu:
1)      Pintu tempat tinta (inker door, ink room door)
Terletak di bagian samping di bagian atas dekat silinder atas, berfungsi untuk meletakkan tinta yang dipergunakan untuk menyetensil
2)      Pompa tinta (pump lever, ink lever, inking lever)
Berupa pengungkit terbuat dari logam terletak di bagian tas dan berfungsi untuk memperlancar pengeluaran tinta dari botol/tube tinta.
3)      Pengatur tinta (ink control, ink selector dial)
Berupa tombol yang terletak di bagian samping, tombol ini dilengkapi dengan petunjuk pengaturan tinta untuk seluruh permukaan, bagian tengah, bagian kiri dan kanan permukaan sheet stensil, caranya dengan memutar tombol pengatur tinta pada posisi yang dikehendaki.
4)      Engkol (Handle, hand crank)
Berupa engkol dengan pegangan yang dapat dilipat. Terletak di bagian samping dan dipergunakan untuk memutar silinder guna menaikkan penjepit sheet stensil dan untuk menggandakan.
5)      Alat penghitung (counter, copy counter)
Berupa tombol yang dapat diputar  untuk menunjukkan jumlah hasil gandaan, biasanya terletak di bagian samping, di atas engkol atau di bagian atas dekat roll.
6)      Pengatur posisi cetakan (copy positioning, print height adjuster)
Berupa tombol pemutar terletak di bagian samping berfungsi untuk mengatur posisi cetakan pada keras. Caranya dengan memutar ke arah putaran jarum jam secukupnya bila hasil cetak percobaan posisi cetak kurang naik/ke atas dan sebaliknya
7)      Pengatur pemasukan kertas (feed control, feed lever)
Terletak pada bagian samping yang berfungsi untukmengatur pemasukan kertas yang akan digandakan. Feed lever berupa tombol pemutar dan pengungkit, keduanya berfungsi sama
8)      Pengatur tekanan pemasukan kertas (feed pressure lever, roller pressure)
Terletak di bagian samping berupa pengungkit terbuat dari logam dan roller pressure berupa tombol pemutar. Keduanya berfungsi sama yaitu untuk mengatur tekanan roll sesuai dengan tebal tipisnya kertas. Caranya dengan menggeser ke tanda (+) untuk kertas tebal dan ke tanda (-) untuk kertas tipis.
9)      Tombol pencoba (proofing knob)
Terdapat di bagian samping sebelah atas pada mesin berupa knob berfungsi untuk mempercepat perataan lembaran induk menempel pada ink screen. Caranya dengan menekan tombol pencoba sambil memutar engkol seperlunya
10)  Pengungkit pencetak (print lever)
Terdapat di bagian samping mesin dipergunakan untuk mengangkat papan kertas agar kertas siap dicetak. Caranya dengan mengungkit ke tas.

3.                                                                                 Bagian Penutup mesin
Pada bagian ini meliputi alat-alat sebagai berikut:
1)      Papan kertas (feed board, paper board, feed table)
Berupa papan untuk meletakkan kertas yang akan gandakan. Juga berfungsi sebagai penutup bagian belakang.
2)      Penuntun kertas (paper guide, side fences)
Berada pada papan kertas sebelah kiri dan kanan berfungsi sebagai pembatas kertas bagian tepi. Untuk mesin gestetner ada pembatas belakang dilengkapi dengan pemberat kertas.
3)      Papan penerima (receiving board, receiving tray)
Berupa papan untuk menerima hasil gandaan, papan penerima ini juga berfungsi sebagai penutup mesin bagian atas dan depan
4)      Penahan kertas (back gudie, back stop)
Terletak pada papan penerima paling ujung untuk menjaga agar kertas yang baru digandakan berhenti pada papan penerima. Pada bagian samping papan penerima juga terdapat dua buah penahan samping (side guide).
Bagian-bagian dan fungsi komponen:
1.       Penjepit sheet stensil yang berfungsi untuk mengaitkan sheet stensil
2.       Kain penyaring  tinta untuk menyaring dan meratakan tinta
3.       Plat baja berguna untuk mengikatkan penjepit sheet stensil dan kain penyaring tinta pada kedua buah silinder tinta
4.       Pintu tempat tinta yang berfungsi untuk meletakkan tinta untuk menyetensil
5.       Papan tinta untuk memperlancar pengeluaran tinta dari botol/tube tinta
6.       Pengatur tinta berupa tombol yang terltak di bagian samping yang dilengkapi dengan petunjuk pengaturan tinta untuk seluruh permukaan
7.       Engkol berfungsi untuk memutar silinder guna menaikkan penjepit sheet stensil untuk menggandakan
8.       Alat penghitung berupa tombol untuk menunjukkan jumlah hasil gandaan
9.       Pengatur posisi cetakan, untuk mengatur posisi cetakan pada kertas
10.   Pengatur pemasukan kertas yang berfungsi untuk mengatur pemasukan kertas yang akan digandakan
11.   Pengatur tekanan pemasukan kertas yang berfungsi untuk mengatur tekanan roll sesuai dengan tebal tipisnya kertas
12.   Tombol pencoba yang berguna untuk mempercepat peralatan lembaran induk menempel pada screen
13.   Pengungkit pencetak, untuk mengangkat papan kertas agar kertas siap dicetak
14.   Papan kertas untuk meletakkan kertas yang akan digandakan juga berfungsi sebagai  penutup bagian belakang
15.   Penuntun kertas berguna sebagai pembatas kertas bagian tepi
16.   Papan penerima untuk menerima hasil gandaan juga berfungsi untuk penutup mesin bagian atas dan depan
17.   Penahan kertas untuk menjaga agar kertas yang baru digandakan berhenti pada papan penerima.

4.       Mesin  Risograph
Mesin yang digunakan untuk memperbanyak naskah dengan cara dicetak/dicopy yang memiliki keistimewaan:
1)      Mudah digunakan dan serba otomatis
2)      Mencetak dengan menggunakan pengaturan ukuran/kecepatan pencetakan
3)      Fitur dengan pengamanan (rahsia terjaga)
4)      Kemampuan mengecilkan naskah dari aslinya sesuai keinginan
5)      Jenis cetakan fila dapat diprogram
6)      Mencetak dapat bolak balik atau bersebelahan (kiri–kanan)
7)      Pilihan cetak warna
Komponen yang terdapat pada mesin risograph adalah:
1)      Panel kontrol utama
2)      Panel kontrol tambahan
3)      Baki penyedia kertas
4)      ADF unit untuk penyedia materi yang akan dicetak
5)      Tombol daya (untuk mematikan dan menghidupkan mesin)
6)      Tombol pembebas ADF Unit
7)      Lembaran putih
8)      Glass Scanner
9)      Original Stoper
Bagian-bagian penyedia kertas:
1)      Menyimpan master yang sudah tak dipakai
2)      Tombol pengatur kecepatan kertas
3)      Tombol pengatur penahan kertas
4)      Petunjuk untuk baki kertas yang akan digunakan
5)      Penyangga kertas
6)      Pengunci ukuran kertas
7)      Tombol pengunci cetak master

Bagian-bagian pembuat master:
1)      Rol
2)      Print head
3)      Unit pemasang master
4)      Tombol pembebas pemasang master
Bagian-bagian depan:
1)      Silinder pencetak (tabung silinder)
2)      Penutup tabung
3)      Tombol untuk pendorong
4)      Kotak tinta
5)      Pegangan untuk kotak tinta
6)      Pembebas kotak tinta




















BAHAN MATERI 10
MENANGANI SURAT/DOKUMEN KANTOR

B.      Pengertian Surat
Yang dimaksud dengan surat adalah setiap tulisan yang berisi pernyataan dari penulisnya dan dibuat dengan tujuan penyampaian informasi kepada pihak lain.
Dapat pula dikatakan  bahwa surat termasuk sebagai alat komunikasi tertulis.  Begitu juga dalam organisasi, surat merupakan salah satu alat komunikasi administrasi antara sesame pegawai/pejabat baik secara interim maupun dengan pihak luar secara timbale balik. Lalu lintas persuratan kemudian menimbulkan kebiasaan-kebiasaan, tata cara, bentuk dan ukuran tertentu, warna kertas, gaya bahasa, tata kesopanan,etika dan koda etik tertentu yang dalam bahasa administrasi di sebut tata persatuan.

C.      Fungsi Surat
Mengingat bahwa surat merupakan alat komunikasi tertulis, maka bila diteliti lebih mendalam, bahwa bagi suatu instansi surat mempunyai fungsi, antara lain:
1.       Sebagai wakil dan pengirim surat ( wakil instansi )
2.       Sebagai bahan pembukti;
3.       Sebagai pedoman untuk mengambil tindakan lebih lanjut dari suatu masalah
4.       Sebagai alat pengukur kegiatan instansi;
5.       Sebagai sarana untuk memperpendek jarak

D.      Tata Cara Penanganan Surat/Dokumen
1.                                                                                 Prosedur penanganan surat masuk
Langkah-langkah pengurusan surat masuk pada umumnya dilakukan sebagai berikut:
a.    Penerimaan
Tugas penerimaan surat dilakukan dengan cara:
1)      Mengumpulkan dan menghitung jumlah surat yang masuk
2)      Meneliti ketepatan alamat si pengirim
3)      Mengolong-golongkan surat sesuai dengan jenisnya
4)      Menandatangani bukti pengiriman sebagai tanda bahwa surat telah diterima


d.   Penyortiran
Penyortiran surat masuk adalah kegiatan memisahkan surat-surat yang diterima dari kantor/instansi lain kedalam kelompok atau golongan-golongan yang telah ditentukan. Pekerjaan penyortiran meliputi tugas-tugas:
·       Memisahkan surat-surat untuk pimpinan, sekretaris, untuk karyawan lainnya, dan surat-surat dinas lainnya.
·       Mengolong-golongkan surat dinas ke dalam: surat dinas rutin, surat dinas penting, dan surat dinas rahasia.
·       Memisahkan surat-surat yang memerlukan penanganan khusus, seperti surat tercatat/terdaftar, kilat, rahasia, pribadi, wesel pos, dan sebagainya.
c.    Pembukaan Surat
Setelah disortir surat-surat tersebut dibuka satu persatu sambil diteliti tentang kelengkapan-kelengkapan yang ada. Disini tidak semua surat boleh dibuka, tetapi ada beberapa jenis surat yang tidak boleh dibuka oleh petugas, hanya orang yang dituju sajalah yang mempunyai hak untuk membuka surat-surat tersebut. Surat-surat tersebut adalah yang berjenis rahasia dan surat pribadi atau private atau prive.
Untuk membedakan surat-surat tersebut dengan surat yang lain dapat dilihat dari amplop dan alamatnya. Untuk surat rahasia pada amplopnya akan dibubuhi tulisan RAHASIA atau RHS. Sedangkan untuk surat pribadi dapat dilihat dari cara penulisan alamatnya. Surat-surat pribadi alamatnya biasanya tanpa menggunakan jabatan, tetapi hanya namanya saja. Seperti misalnya:
Kepada
Yth. Bapak Ir. Sudirman
Kantor Depdiknas Malang
Jalan Veteran 7
Malang 63245
Atau biasanya pada sampulnya ditulis PRIVATE atau PRIVE atau yang lainnya yang menunjukkan bahwa surat tersebut surat pribadi. Sedangkan untuk yang surat dinas atau bisnis, biasanya hanya disebutkan jabatannya saja seperti misalnya:
Kepada
Yth. Direktur PT. SEMBADA
Jalan Arjuna 505
Purwokerto 53181
Setelah surat dibuka isinya dikeluarkan, jangan lupa untuk tetap menyertakan amplopnya. Jadi isi suratnya tetap menyatu dengan amplopnya, misalnya saja dengan distaples. Tujuan menyertakan amplopnya adalah untuk:
1)         Mengetahui alamat si pengirim, apabila pada suratnya tidak ada alamat pengirimannya
2)         Menghindari hilangnya sesuatu, apabila misalnya ada lampiran yang teringgal didalam amplop.
3)         Mengetahui tanggal pembuatan surat, apabila pada surat tidak tercantum tanggal pembuatan surat.
4)         Mengetahui tanggal pengiriman surat, khususnya apabila dikirim melalui pos, ini dapat dijadikan buograph adalah:
1)      Panel kontrol utama
2)      Panel kontrol tambahan
3)      Baki penyedia kertas
4)      ADF unit untuk penyedia materi yang akan dicetak
5)      Tombol daya (untuk mematikan dan menghidupkan mesin)
6)      Tombol pembebas ADF Unit
7)      Lembaran putih
8)      Glass Scanner
9)      Original Stoper
Bagian-bagian penyedia kertas:
1)      Menyimpan master yang sudah tak dipakai
2)      Tombol pengatur kecepatan kertas
3)      Tombol pengatur penahan kertas
4)      Petunjuk untuk baki kertas yang akan digunakan
5)      Penyangga kertas
6)      Pengunci ukuran kertas
7)      Tombol pengunci cetak master

Bagian-bagian pembuat master:
1)      Rol
2)      Print head
3)      Unit pemasang master
4)      Tombol pembebas pemasang master
Bagian-bagian depan:
1)      Silinder pencetak (tabung silinder)
2)      Penutup tabung
3)      Tombol untuk pendorong
4)      Kotak tinta
5)      Pegangan untuk kotak tinta
6)      Pembebas kotak tinta




















BAHAN MATERI 10
MENANGANI SURAT/DOKUMEN KANTOR

B.      Pengertian Surat
Yang dimaksud dengan surat adalah setiap tulisan yang berisi pernyataan dari penulisnya dan dibuat dengan tujuan penyampaian informasi kepada pihak lain.
Dapat pula dikatakan  bahwa surat termasuk sebagai alat komunikasi tertulis.  Begitu juga dalam organisasi, surat merupakan salah satu alat komunikasi administrasi antara sesame pegawai/pejabat baik secara interim maupun dengan pihak luar secara timbale balik. Lalu lintas persuratan kemudian menimbulkan kebiasaan-kebiasaan, tata cara, bentuk dan ukuran tertentu, warna kertas, gaya bahasa, tata kesopanan,etika dan koda etik tertentu yang dalam bahasa administrasi di sebut tata persatuan.

C.      Fungsi Surat
Mengingat bahwa surat merupakan alat komunikasi tertulis, maka bila diteliti lebih mendalam, bahwa bagi suatu instansi surat mempunyai fungsi, antara lain:
1.       Sebagai wakil dan pengirim surat ( wakil instansi )
2.       Sebagai bahan pembukti;
3.       Sebagai pedoman untuk mengambil tindakan lebih lanjut dari suatu masalah
4.       Sebagai alat pengukur kegiatan instansi;
5.       Sebagai sarana untuk memperpendek jarak

D.      Tata Cara Penanganan Surat/Dokumen
1.                                                                                 Prosedur penanganan surat masuk
Langkah-langkah pengurusan surat masuk pada umumnya dilakukan sebagai berikut:
a.    Penerimaan
Tugas penerimaan surat dilakukan dengan cara:
1)      Mengumpulkan dan menghitung jumlah surat yang masuk
2)      Meneliti ketepatan alamat si pengirim
3)      Mengolong-golongkan surat sesuai dengan jenisnya
4)      Menandatangani bukti pengiriman sebagai tanda bahwa surat telah diterima


d.   Penyortiran
Penyortiran surat masuk adalah kegiatan memisahkan surat-surat yang diterima dari kantor/instansi lain kedalam kelompok atau golongan-golongan yang telah ditentukan. Pekerjaan penyortiran meliputi tugas-tugas:
·       Memisahkan surat-surat untuk pimpinan, sekretaris, untuk karyawan lainnya, dan surat-surat dinas lainnya.
·       Mengolong-golongkan surat dinas ke dalam: surat dinas rutin, surat dinas penting, dan surat dinas rahasia.
·       Memisahkan surat-surat yang memerlukan penanganan khusus, seperti surat tercatat/terdaftar, kilat, rahasia, pribadi, wesel pos, dan sebagainya.
c.    Pembukaan Surat
Setelah disortir surat-surat tersebut dibuka satu persatu sambil diteliti tentang kelengkapan-kelengkapan yang ada. Disini tidak semua surat boleh dibuka, tetapi ada beberapa jenis surat yang tidak boleh dibuka oleh petugas, hanya orang yang dituju sajalah yang mempunyai hak untuk membuka surat-surat tersebut. Surat-surat tersebut adalah yang berjenis rahasia dan surat pribadi atau private atau prive.
Untuk membedakan surat-surat tersebut dengan surat yang lain dapat dilihat dari amplop dan alamatnya. Untuk surat rahasia pada amplopnya akan dibubuhi tulisan RAHASIA atau RHS. Sedangkan untuk surat pribadi dapat dilihat dari cara penulisan alamatnya. Surat-surat pribadi alamatnya biasanya tanpa menggunakan jabatan, tetapi hanya namanya saja. Seperti misalnya:
Kepada
Yth. Bapak Ir. Sudirman
Kantor Depdiknas Malang
Jalan Veteran 7
Malang 63245
Atau biasanya pada sampulnya ditulis PRIVATE atau PRIVE atau yang lainnya yang menunjukkan bahwa surat tersebut surat pribadi. Sedangkan untuk yang surat dinas atau bisnis, biasanya hanya disebutkan jabatannya saja seperti misalnya:
Kepada
Yth. Direktur PT. SEMBADA
Jalan Arjuna 505
Purwokerto 53181
Setelah surat dibuka isinya dikeluarkan, jangan lupa untuk tetap menyertakan amplopnya. Jadi isi suratnya tetap menyatu dengan amplopnya, misalnya saja dengan distaples. Tujuan menyertakan amplopnya adalah untuk:
1)         Mengetahui alamat si pengirim, apabila pada suratnya tidak ada alamat pengirimannya
2)         Menghindari hilangnya sesuatu, apabila misalnya ada lampiran yang teringgal didalam amplop.
3)         Mengetahui tanggal pembuatan surat, apabila pada surat tidak tercantum tanggal pembuatan surat.
4)         Mengetahui tanggal pengiriman surat, khususnya apabila dikirim melalui pos, ini dapat dijadikan bukti apabila ada protes tentang keterlambatan datangnya surat.
d.   Pencatatan, tugasnya:
1)   Membuka amplop, membaca, dan meneliti isi surat, agar pimpinan dapat cepat menangkap inti maksud dari surat dengan cara menggarisbawahi kata-kata/kalimat yang dianggap penting.
2)   Pemeriksaan lampiran-lampirannya
3)   Membubuhkan cap yang merupakan stempel agenda pada ruang yang kosong di bagian atas/bawah halaman pertama surat.
4)   Mengagendakan surat masuk, yaitu mencatat surat tersebut dalam buku penerimaan untuk surat masuk. Buku ini disebut buku agenda masuk, petugasnya dinamakan agendaris. Setiap surat masuk dicatat dan diberi nomor agenda surat masuk.
Catatan:
Ada tiga macam buku agenda, yaitu:
§    Buku agenda tunggal, yaitu buku agenda yang dipergunakan untuk mencatat surat masuk dan surat keluar sekaligus dengan nomor yang berurutan (campuran) dalam satu halaman.
§    Buku agenda kembar, yaitu buku agenda untuk mencatat surat masuk dan surat keluar secara terpisah/sendiri-sendiri
§    Buku agenda berpasangan, yaitu buku agenda yang dipergunakan untuk mencatat surat masuk dan surat keluar dalam satu buku dimana halaman sebelah kiri untuk mencatat surat masuk dan sebelah kanan untuk mencatat surat keluar.

e.       Pengarahan dan penerusan
Surat-surat yang perlu diproses lebih lanjut, harus diarahkan dan diteruskan kepada pejabat yang berhak mengolahnya.
1)      Surat masuk harus disertai/dilampiri lembar disposisi oleh sekretaris/kepala tata usaha.
2)      Surat masuk yang telah dilengkapi dengan lembar disposisi diteruskan kepada pimpinan/kepala bagian untuk memperoleh tanggapan atas isi surat dengan menegaskan pada lembaran disposisi tersebut berupa instruksi atau informasi.
3)      Surat yang telah memperoleh disposisi disampaikan kembali kepada sekretaris/kepala tata usaha. Selanjutnya diteruskan kepada unit pengolah untuk diproses sesuai dengan disposisi.
f.        Penyampaian surat
Tugas ini dilakukan oleh petugas pengarahan/ekspedisi. Tugasnya yaitu:
1)      Surat yang berdisposisi terlebih dahulu dicatat dalam buu ekspedisi Intern
2)      Menyampaikan surat tersebut melalui buku ekspedisi kepada pejabat yang bersangkutan. Buku ekspedisi diparaf sebagai tanda surat telah diterima.
3)      Petugas pengarahan/ekspedisi mengembalikannya kepada urusan agenda untuk dicatat dalam buku pengarahan
g.      Penyimpanan berkas/arsip surat masuk
Penyimpanan berkas/arsip surat dari pimpinan dilakukan oleh sekretaris dengan mempergunakan metode kearsipan yang berlaku untuk kantor tersebut. Berkas-berkas yang penyimpanannya masih ditangani oleh sekretaris ini, merupakan berkas/arsip yang bersifat dinamis, artinya sewaktu-waktu masih dipergunakan oleh pimpinan untuk bahan pertimbangan.
Prosedur kearsipan dinamis dalam menata arsip mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:
1)      Meneliti tanda-tanda, apakah berkas tersebut sudah dapat disimpan (release mark). Tanda-tanda tersebut diberikan pada lembar disposisi dengan kata-kata file atau dep (deponeren = disimpan) atau dengan menggarisbawahi kata-kata yang memberikan petunjuk bahwa masalahnya perlu dilakukan penyimpanan.
2)      Mengindeks
3)      Memberi kode dan menyortir
4)      Menyimpan ke dalam folder (map) tertentu
5)      Menata arsip

2.       Prosedur penanganan Surat Keluar
a.       Pembuatan konsep surat
Pembuatan konsep adalah kegiatan membuat rencana dan penyusunan penulisan surat-surat keluar.
Kondisi pembuatan konsep surat oleh pimpinan:
1)                                                                                Pimpinan membuat dan mengetik sendiri untuk surat-surat yang sifatnya rahasia
2)      Pimpinan membuat sendiri konsep surat secara lengkap, kemudian menyerahkan kepada juru ketik untuk mengetiknya, karena sekretaris dianggap kurang menguasai teknik/cara mengonsep surat
3)      Pimpinan membuat konsep surat secara garis besarnya dan untuk melengkapi biasanya dilakukan oleh sekretaris atau bawahan yang dipercaya.apabila konsep surat dianggap sudah selesai/sudah dilengkapi, diserahkan kembali kepada pimpinan untuk diperiksa.
4)      Pimpinan dalam membuat konsep surat dengan cara mendiktekan kepada sekretarisnya.
5)      Konsep surat dibuat oleh orang yang ditunjuk (konseptor), untuk surat-surat yang bersifat rutin, biasanya pimpinan menyerahkan pembuatan konsep kepada bawahan/orang yang ditunjuk. Orang yang khusus membuat konsep surat tersebut disebut konseptor.
b.      Persetujuan konsep surat
Konsep surat yang telah dibuat oleh konseptor dimintakan persetujuan pada pimpinan. Hal ini dilakukan karena adanya kemungkinan koreksi dari pimpinan. Setelah konsep surat tersebut dibetulkan oleh pimpinan, maka pimpinan memberi paraf persetujuan (acc) pada konsep tersebut, yang selanjutnya konsep surat dapat diketik.
c.       Mengagendakan surat
Sama halnya dengan surat masuk, surat keluar harus diagendakan/dicatat ke dalam agenda keluar (buku verbal) Dan mengambil nomor urut agenda sebagai nomor surat yang akan dikirim.
d.      Pengetikan konsep surat
Setelah konsep surat mendapat persetujuan dari pimpinan dan telah diberi nomor, maka konsep surat tersebut diserahkan kepada juru ketik untuk diketik.
e.       Pemeriksaan konsep
Kepala unit pengetikan harus tekun dan teliti mentaklik hasil pengetikan konsep surat hingga konsep surat itu menjadi bentuk surat jadi (net surat), setelah melalui korekjsi kesalahan.
f.        Penandatanganan surat dan pemberian cap stempel
Net surat kemudian disampaikan kepada pimpinan, atau pejabat yang berwenang unuk ditandatanganinya.
g.      Pengiriman surat
Pengiriman surat dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
1)      Dikirim langsung,a rtinya surat tersebut dikirim langsung/sendiri oleh kurir perusahaan dengan menggunakan buku ekspedisi ekstern
2)      Dikirim melalui pos, pengiriman melalui kantor pos dan giro dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
§ Surat langsung dimasukkan ke dalam kotak surat yang diletakkan pada tempat-tempat tertentu, tidak menggunakan tanda terima.
§ Surat diantar ke kantor pos dan diserahkan kepada pegawai pos dengan menggunakan tanda terima/buku ekspedisi ekstern.

D.      Pengertian E-mail
E-mail adalah sarana elektronik yang memanfaatkan alat computer untuk mengirim surat. E-mail adalah istilah bahasa Inggeris yang merupakan singkatan dari electronic mail (“surat dengan sarana alat elektronik”). Surat yang dikirim dengan E-mail akan diterima oleh penerima juga dengan E-mail komputer.
Dibandingkan dengan surat konvensional, yaitu surat dengan pos atau surat melalui perusahaan jasa pengiriman yang biasanya disebut dengan istilah perusahaan ekspedisi, E-mail memiliki satu kelebihan yang luar biasa, yakni paling cepat sampai ke tujuan. Bersama dengan selesainya pengetikan pada komputer, pengiriman dapat dilakukan dengan menekan tombol pengiriman, dan saat itu juga sudah tiba di komputer penerima. Apabila si penerima membuka computer penerimaannya, maka surat E-mail itu langsung muncul di layar televise monitor pertanda masuknya surat. Dengan demikian surat E-mail dapat dideteksi dan dikeluarkan sesuai dengan keinginan si penerima.

1.       Kelebihan dan Kekurangan E-mail
a.                   Kelebihan lain dari E-mail :
1)      Panjang surat, dapat tak terbatas karena tidak ada pembatasan seperti yang ada pada surat konvensional yang harus memakai sampul sehingga terjadi pembatasan;
2)      Penyampaian tidak perlu melalui addres administratif yang diantar oleh kurir atau tukang pos, sehingga kekeliruan atau kesalahan yang terjadi akibat addres, seperti kesalahan addres ataupun kesalahan akibat ulah manusiawi misalnya tidak diantarkan dan sebagainya, dapat bisa dihindari, karena penyampaian E-mail hanya melalui kabel komputer;
3)      Secara ekonomis, biaya pengiriman yang paling murah.
b.                   Kekurangan dari E-mail :
1)      Biaya investasi (biaya pengadaan sarana) cukup tinggi karena harus membeli komputer berikut televisi monitornya. Di samping itu, jika dihitung dengan harga pasar yang berlaku sekarang menjadi setidaknya berharga sampai empat-lima juta rupiah; juga harus dilakukan penyambungan kabel internet atau sejenis yang lain dengan memakan biaya yang tidak sedikit.
2)      Bila terjadi gangguan pada komputer, maka pelayanan E-mail mejadi terganggu pula;
3)     
a.       Kartu Tanda Penduduk (KTP) Pimpinan
b.      Kartu Keluarga (KK) Pimpinan
c.       Ijazah dari pendidikan terakhir pimpinan
d.      Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) atau sebelumnya dikenal dengan SKKB
e.       sehubungan dengan tujuan perjalanan keluar negeri
f.        Pas Foto
g.      Surat Keterangan (SK) pengankatan Pegawai
h.      Surat dari perusahaan yang ditujukan kepada pimpinan 
i.        Akta Kelahiran
Akomodasi adalah tempat atau penginapan sementara yang digunakan untuk untuk beristirahat selama perjalanan dinas dapat berupa hotel, penginapan, resort dll tergantung permintaan pimpinan.
Ada beberapa alat atau tanda bayar yang dipakai selama mengadakan perjalanan yaitu uang tunai, kartu keridit, cek berpergian, dan Latter of credit.
1.    Uang
Uang adalah sesuatu yang diterima secara umum sebagai alat tukar dan alat bayar. Tugas sekretaris adalah mengalokasikan secara tepat berapa uang tunai yang dibawa dan berapa uang yang digunakan sebagai persiapan bila dibutuhkan dalam situasi mendadak.
2.    Kartu Kredit
Kartu kredit adalah kartu yang dikeluarkan oleh bank, hotel, biro perjalanan,dan badan lain yang memberikan hak kepada pembawa untuk memperoleh barang atau jasa dalam batas nilai tertentu menurut persyaratan yang ditetapkan.
3.    Cek Berpergian
Cek berpergian adlah alat pembayaran semacam cek yang diciptakan untuk orang yang berpergian dan dapat diuangkan pada bank yg mengeluarkan atau pada pihak-pihak yang ditunjuk.
4. Letter of credit (L/C)
Letter of credit ini dikeluarkan atas nama seseorang yang memintanya dan dengan membubuhkan tanda tangannya maka ia dapat menukarkannya di bank yang ditunjuk di kota-kota yang dikunjunginya. Perbedaan antara Traveller’s cheque dan Latter of credit adalah terletak pada biaya yang di keluarkan. Biaya untuk mengeluarkan Letter of credit lebih murah daripada biaya untuk membeli Traveller’s cheque.

 
BAHAN MATERI 14
MENGELOLA PERTEMUAN/RAPAT

PERENCANAAN DAN PERSIAPAN RAPAT
Dalam rangka menyelenggarakan rapat, ada beberapa prinsip dasar yang dapat dijadikan pedoman atau pegangan dalam mempersiapkannya, yaitu sebagai berikut :
Why? Mengapa rapat perlu diselenggarakan? Hal ini untuk menentukan urgensi dari rapat tersebut.
What? Apa masalah yang akan dibicarakan dalam rapat? Hal ini untuk mempersiapkan agenda rapat.
Who? Siapa saja yang akan diundang dalam rapat tersebut? Hal ini untuk menentukan peserta rapat yang diundang.
Where? Di mana rapat akan diselenggarakan? Hal ini untuk menentukan tempat penyelenggaraan rapat.
When? Kapan rapat akan diselenggarakan? Hal ini untuk menentukan hari, tanggal dan waktu rapat akan diselenggarakan.
How? Bagaimana rapat akan diselenggarakan ? hal ini untuk menentukan apakah rapat tersebut akan diselenggarakan secara berkala atau hanya satu kali, tertutup atau terbuka, dengan bahan rapat yang dibagikan terlebih dahulu, atau dengan menggunakan LCD projector, tape, video dan alat lainnya.
Merencanakan dan mempersiapkan suatu rapat agar dapat berjalan lancar bukanlah suatu pekerjaan yang mudah, karena seorang sekretaris harus berhubungan dengan berbagai pihak dengan penyelenggaraan suatu rapat. Hal ini menjadi tanggung jawab sekretaris dalam persiapan penyelenggaraan adalah sebagai berikut :
A.                Membuat agenda rapat dan susunan acara rapat
Agenda rapat adalah daftar yang berisi pokok-pokok permasalahan yang akan dibicarakan dalam suatu rapat. Sedangkan susunan acara rapat adalah rincian atau penjabaran lebih lanjut dari topik-topik dalam agenda rapat. Sekretaris harus memastikan terlebih dahulu acara yang akan diadakan atau dilaksanakan pada suatu rapat dengan mengkonsultasikannya terlebih dahulu kepada pimpinan rapat. Acara tersebut harus disusun secara sistematis dengan membuat pokok-pokok acara secara garis besar.
B.                 Menentukan peserta rapat
Dari agenda rapat yang telah dibuat ditentukan siap saja peserta yang akan diundang. Setelah sekretaris menyusun daftar para peserta rapat yang akan diundang, kemudian konsultasikan kembali dengan pimpinan rapat, apakah ada penambahan atau pengurangan peserta rapat.
C.                Membuat undangan rapat
Surat undangan merupakan surat pemberitahuan yang sifatnya mengharapkan kehadiran seseorang untuk berpartisipasi dalam suatu acara tertentu di tempat dan pada waktu tertentu. Undangan yang dibuat hendaklah memenuhi beberapa syarat, yaitu sebagai berikut :
1.        Menggunakan kop surat atau kepala surat.
2.         Mencantumkan nomor surat undangan serta tanggal pembuatan.
3.         Mencantumkan perihal undangan rapat.
4.         Mencantumkan nama-nama orang yang diundang rapat.
5.         Mencantumkan hari, tanggal, waktu dan tempat rapat tersebut diselenggarakan.
6.         Ditandatangani oleh pejabat yang bertanggung jawab atas surat undangan tersebut.

Waktu pengiriman undangan, hendaknya jangan terlalu lama dari penyelenggaraan atau pelaksanaan rapat. Waktu yang terlalu lama akan memungkinkan seseorang untuk lupa. Seorang sekretaris harus dapat memperkirakan waktu pengiriman undangan agar para peserta rapat mempunyai cukup kesempatan untuk mempersiapkan kehadirannya pada pertemuan atau rapat tersebut. Sekretris harus juga memperhitungkan waktu untuk mencetak undangan, memprosesnya hingga mengirimnya.

D.                Membuat daftar hadir rapat
Ada dua macam daftar hadir, yaitu buku tamu dan daftar hadir biasa (yang dibuat di atas selembar kertas). Daftar hadir digunakan untuk mengetahui jumlah peserta yang datang pada suatu rapat, untuk mengetahui jumlah sistem yang harus dipersiapkan seperti konsumsi, kursi dan sebagainya, sebagai bahan penyusunan notula rapat dan sebagai dokumentasi.

E.                 Mempersiapkan bahan rapat
Bahan-bahan rapat yang perlu dipersiapkan antar lain sebagai berikut :
a.                   Agenda rapat.
b.                  Notula/hasil rapat yang lalu (apabila rapat tersebut merupakan kelanjutan dari rapat sebelumnya).
c.                  Bahan-bahan yang akan dibicarakan dalam rapat (makalah, laporan-laporan dan sebagainya).
Bahan-bahan tersebut disatukan dalam sebuah map dan harus telah tersedia untuk masing-masing peserta pada waktu rapat dimulai. Apabila bahan-bahan tersebut memerlukan pemikiran yang panjang, maka harus telah dikirimkan bersama dengan pemberitahuan rapat/surat undangan, agar dapat dipelajari terlebih dahulu.

F.                 Mempersiapkan peralatan dan perlengkapan rapat
Peralatan dan persiapan yang perlu dipersiapkan dalam rapat anatara lain sebagai berikut :
1.             While board lengkap dengan spidol dan penghapus.
2.             Flip chart lengkap dengan spidolnya.
3.             LCD Projector atau OHP (Over Head Projector) lengkap dengan layarnya.
4.             Sound system lengkap dengan mikroponnya.
5.             Map atau tas yang dipergunakan untuk menempatkan bahan-bahan rapat.
6.             Block note denagn bolpointnya.
7.             Name tag untuk peserta.
8.             Laptop atau computer.
Dalam mempersiapkan peralatan dan perlengkapan rapat, sebaiknya dibuat dahulu daftar kebutuhan peralatan dan perlengkapannya agar dapat dipastikan beberapa jumlah barang yang dibutuhkan.

G.                Mempersiapkan ruang rapat

Sekretaris harus memastikan terlebih dahulu jumlah peserta yang akan hadir dalam rapat. Apabila jumlah peserta rapat sedikit dapat menggunakan ruang rapat yang sudah tersedia di kantor. Namun apabila jumlah peserta cukup banyak melebihi kapasitas ruang rapat di kantor, rapat dapat diselenggakan di hotel atau gedung pertemuan. Bila rapat diselenggakan di hotel atau gedung pertemuan, sekretaris harus memeriksa kepastian tempat, peralatan, konsumsi dan akomodasi. Hal-hal yang harus dipersiapkan sehubungan dengan pengaturan ruang rapat adalah sebagai berikut :  
1.                  Cahaya penerangan
Bila ruangan tidak menggunakan penerangan buatan (lampu) tetapi menggunakan penerangan cahaya sinar matahari, pengaturan tempat duduk harus disesuaikan dengan arah datangnya sinar matahari tersebut.
2.                  Ventilasi udara
Usahakan agar udara di ruang rapat sejuk, karena ruangan yang terlalu panas atau terlalu dingin akan mengakibatkan konsentrasi para peserta rapat berkurang.
3.                  Pengaturan tempat duduk
Pengaturan tempat duduk ditentukan dari jumlah peserta rapat dan luas ruang rapat. Ada beberapa macam pengaturan tempat duduk di ruang rapat, yaitu sebagai berikut :
a.             Gaya klasikal/kelas
Gaya klasikal/kelas cocok untuk jumlah peserta yang banyak. Berikut ini pengaturan tempat duduk gaya klasikal/kelas :
b.             Gaya konferensi
Gaya konferensi dimaksudkan agar semua peserta merasa dihargai dan untuk menimbulkan semangat team work. Berikut ini pengaturan tempat duduk gaya konferensi :
c.              Gaya huruf U
Pengaturan tempat duduk di ruang rapat gaya hurf U cocok untuk rapat informal. Berikut ini pengaturan tempat duduk gaya huruf U:
d.               Bahan-bahan yang akan dibicarakan dalam rapat (makalah, laporan-laporan dan sebagainya).
Bahan-bahan tersebut disatukan dalam sebuah map dan harus telah tersedia untuk masing-masing peserta pada waktu rapat dimulai. Apabila bahan-bahan tersebut memerlukan pemikiran yang panjang, maka harus telah dikirimkan bersama dengan pemberitahuan rapat/surat undangan, agar dapat dipelajari terlebih dahulu.

F.                 Mempersiapkan peralatan dan perlengkapan rapat
Peralatan dan persiapan yang perlu dipersiapkan dalam rapat anatara lain sebagai berikut :
1.             While board lengkap dengan spidol dan penghapus.
2.             Flip chart lengkap dengan spidolnya.
3.             LCD Projector atau OHP (Over Head Projector) lengkap dengan layarnya.
4.             Sound system lengkap dengan mikroponnya.
5.             Map atau tas yang dipergunakan untuk menempatkan bahan-bahan rapat.
6.             Block note denagn bolpointnya.
7.             Name tag untuk peserta.
8.             Laptop atau computer.
Dalam mempersiapkan peralatan dan perlengkapan rapat, sebaiknya dibuat dahulu daftar kebutuhan peralatan dan perlengkapannya agar dapat dipastikan beberapa jumlah barang yang dibutuhkan.

G.                Mempersiapkan ruang rapat

Sekretaris harus memastikan terlebih dahulu jumlah peserta yang akan hadir dalam rapat. Apabila jumlah peserta rapat sedikit dapat menggunakan ruang rapat yang sudah tersedia di kantor. Namun apabila jumlah peserta cukup banyak melebihi kapasitas ruang rapat di kantor, rapat dapat diselenggakan di hotel atau gedung pertemuan. Bila rapat diselenggakan di hotel atau gedung pertemuan, sekretaris harus memeriksa kepastian tempat, peralatan, konsumsi dan akomodasi. Hal-hal yang harus dipersiapkan sehubungan dengan pengaturan ruang rapat adalah sebagai berikut :  
1.                  Cahaya penerangan
Bila ruangan tidak menggunakan penerangan buatan (lampu) tetapi menggunakan penerangan cahaya sinar matahari, pengaturan tempat duduk harus disesuaikan dengan arah datangnya sinar matahari tersebut.
2.                  Ventilasi udara
Usahakan agar udara di ruang rapat sejuk, karena ruangan yang terlalu panas atau terlalu dingin akan mengakibatkan konsentrasi para peserta rapat berkurang.
3.                  Pengaturan tempat duduk
Pengaturan tempat duduk ditentukan dari jumlah peserta rapat dan luas ruang rapat. Ada beberapa macam pengaturan tempat duduk di ruang rapat, yaitu sebagai berikut :
a.             Gaya klasikal/kelas
Gaya klasikal/kelas cocok untuk jumlah peserta yang banyak. Berikut ini pengaturan tempat duduk gaya klasikal/kelas :
b.             Gaya konferensi
Gaya konferensi dimaksudkan agar semua peserta merasa dihargai dan untuk menimbulkan semangat team work. Berikut ini pengaturan tempat duduk gaya konferensi :
c.              Gaya huruf U
Pengaturan tempat duduk di ruang rapat gaya hurf U cocok untuk rapat informal. Berikut ini pengaturan tempat duduk gaya huruf U:
d.             Gaya workshop
Pengaturan tempat duduk di ruang rapat gaya workshop cocok untuk diskusi kelompok. Berikut ini pengaturan tempat duduk gayaworkshop .

H.                Akomodasi/penginapan

Pada rapat yang dilakukan lebih dari satu hari, biasanya para peserta rapat akan menginap di suatu tempat. Untuk itu sekretaris harus mengatur pemilihan tempat yang cocok untuk pelaksanaan rapat tersebut mulai dari pemesanan tempat, pembagian kamar, hingga pengecekan terakhir akan kesiapan penginapan untuk peserta rapat.

I.                   Transportasi
Jika suatu rapat tidak dilaksanaan di dalam kantor, tentunya transportasi para peserta rapat ke tempat rapat harus dipersiapkan. Jika harus menyewa mobil atau bus, maka sekretaris harus menyiapkannya.

J.                  Konsumsi
Konsumsi rapat berupa makanan ringan (snack) atau makanan berat untuk para peserta rapat harus disiapkan agar para peseta rapat nyaman dalam mengikuti kegiatan rapat. Jika pelaksanaan rapat lebih dari satu hari, variasi makanan juga harus diperhatikan. Hal ini akan berdampak pada motivasi peserta dalam mengikuti rapat. Konsumsi berupa makanan dan minuman dapat disajikan dengan cara sebagai berikut :
1.                       Disajikan sebelum peserta rapat dududk.
2.                       Disajikan selama rapat berlangsung.
3.                       Disajikan pada waktu istirahat dengan cara mengambil sendiri.
4.                       Disajikan secara kombinasi. Pada awal rapat telah tersedia minuman dan saat istirahat para peserta rapat mengambil sendiri makanan dan minuman di tempat yang telah tersedia.

K.                Kesehatan
Untuk kegiatan rapat yang pelaksanaannya lebih dari satu hari, hendaknya disediakan unit kesehatan untuk menjaga kondisi kesehatan para peserta rapat.

L.                 Pengecekan persiapan terakhir
Sebelum rapat dimulai atau pada H - 1, sekretaris harus memeriksa segala persiapan untuk meyakinkan apakah segala sesuatunya telah siap untuk dipergunakan. Hal-hal yang perlu diperiksa antara lain sebagai berikut :
1.                  Apakah kursi telah cukup sesuai dengan jumlah peserta rapat?
2.                  Apakah letak tempat duduk sesuai dengan fungsi dari setiap peserta rapat?
3.                  Apakah semua alat perlengkapan rapat telah tersedia dalam ruang rapat dan berfungsi dengan baik?
4.                  Apakah bahan-bahan atau materi rapat yang akan dipergunakan dalam rapat telah disiapkan dalam suatu map?
5.                  Apakah daftar hadir, agenda rapat dan susunan acara telah disiapkan?
6.                  Apakah konsumsi rapat telah dipesan/disiapkan?



Menyelenggaraan Rapat


Dalam penyelenggaraan rapat, pemimpin rapat merupakan pihak yang bertanggung jawab atas kelancaran proses penyelenggaraan rapat mulai dari rapat hingga akhir. Rapat biasanya langsung dibuka oleh pemimpin rapat, tetapi ada juga pembukaan rapat ang dilakukan oleh pembawa acara, seseorang yang menduduki posisi tertinggi pada suatu perusahaan/organisasi atau seseorang yang disegani.
1.         Gaya workshop
Pengaturan tempat duduk di ruang rapat gaya workshop cocok untuk diskusi kelompok. Berikut ini pengaturan tempat duduk gayaworkshop .

H.                Akomodasi/penginapan

Pada rapat yang dilakukan lebih dari satu hari, biasanya para peserta rapat akan menginap di suatu tempat. Untuk itu sekretaris harus mengatur pemilihan tempat yang cocok untuk pelaksanaan rapat tersebut mulai dari pemesanan tempat, pembagian kamar, hingga pengecekan terakhir akan kesiapan penginapan untuk peserta rapat.

I.                   Transportasi
Jika suatu rapat tidak dilaksanaan di dalam kantor, tentunya transportasi para peserta rapat ke tempat rapat harus dipersiapkan. Jika harus menyewa mobil atau bus, maka sekretaris harus menyiapkannya.

J.                  Konsumsi
Konsumsi rapat berupa makanan ringan (snack) atau makanan berat untuk para peserta rapat harus disiapkan agar para peseta rapat nyaman dalam mengikuti kegiatan rapat. Jika pelaksanaan rapat lebih dari satu hari, variasi makanan juga harus diperhatikan. Hal ini akan berdampak pada motivasi peserta dalam mengikuti rapat. Konsumsi berupa makanan dan minuman dapat disajikan dengan cara sebagai berikut :
1.                       Disajikan sebelum peserta rapat dududk.
2.                       Disajikan selama rapat berlangsung.
3.                       Disajikan pada waktu istirahat dengan cara mengambil sendiri.
4.                       Disajikan secara kombinasi. Pada awal rapat telah tersedia minuman dan saat istirahat para peserta rapat mengambil sendiri makanan dan minuman di tempat yang telah tersedia.

K.                Kesehatan
Untuk kegiatan rapat yang pelaksanaannya lebih dari satu hari, hendaknya disediakan unit kesehatan untuk menjaga kondisi kesehatan para peserta rapat.

L.                 Pengecekan persiapan terakhir
Sebelum rapat dimulai atau pada H - 1, sekretaris harus memeriksa segala persiapan untuk meyakinkan apakah segala sesuatunya telah siap untuk dipergunakan. Hal-hal yang perlu diperiksa antara lain sebagai berikut :
1.                  Apakah kursi telah cukup sesuai dengan jumlah peserta rapat?
2.                  Apakah letak tempat duduk sesuai dengan fungsi dari setiap peserta rapat?
3.                  Apakah semua alat perlengkapan rapat telah tersedia dalam ruang rapat dan berfungsi dengan baik?
4.                  Apakah bahan-bahan atau materi rapat yang akan dipergunakan dalam rapat telah disiapkan dalam suatu map?
5.                  Apakah daftar hadir, agenda rapat dan susunan acara telah disiapkan?
6.                  Apakah konsumsi rapat telah dipesan/disiapkan?



Menyelenggaraan Rapat


Dalam penyelenggaraan rapat, pemimpin rapat merupakan pihak yang bertanggung jawab atas kelancaran proses penyelenggaraan rapat mulai dari rapat hingga akhir. Rapat biasanya langsung dibuka oleh pemimpin rapat, tetapi ada juga pembukaan rapat ang dilakukan oleh pembawa acara, seseorang yang menduduki posisi tertinggi pada suatu perusahaan/organisasi atau seseorang yang disegani.
1.             Membuka rapat
Hal-hal yang harus dikemukakan dalam membuka subuah rapat adalah sebagai berikut :
a.         Acara rapat.
b.        Tata tertb rapat (bersifat fleksibel).
c.         Motivasi (pentingnya masalah yang akan dibahas).
d.        Pengenalan masalah atau persoalan masalah yang akan dibahas.
e.         Tujuan diadakannya rapat.
f.         Tanggapan-tanggapan atau saran.


2.             Berlangsungnya rapat 
Selama rapat berlangsung pemimpin rapat harus dapat mengatur jalannya rapat agar tertib. Masalah yang dihadapi dalam rapat harus dapat diatasi, seperti terjadinya perdebatan yang berkepanjangan, adanya monopoli pembicaraan oleh salah seorang peserta rapat, tidak konsentrasinya peserta rapat dan sebagainya.
Selama rapat berlangsung sekretaris bertanggung jawab untuk membuat catatan pelaksanaan rapat. Bentuk catatannya disesuaikan dengan keinginan pimpinan rapat. Ada dua bentuk catatan rapat, yaitu sebagai berikut :
a.         Verbatim, yaitu catatan lengkap semua pembicaraan dalam rapat tanda ditambahi ataupun dikurangi.
b.        Notula, yaitu catatan yang berisi pokok-pokok pembicaraan yang dibahas dalam rapat.

3.             Menutup rapat
Rapat yang telah berlangsung beberapa waktu, pada akhirnya akan ditutup. Apabila dalam rapat belum ditemukan keputusan, maka pemimpin rapat dapat memunjuk tim khusus untuk menyelesaikan masalah tersebut. Akan tetapi, bila dalam rapat tersebut tidak ditemukan hambatan dan telah menghasilkan keputusan maka diakhir rapat, pemimpin rapat dapat membacakan hasil dari pertemua/ rapat tersebut dan memberikan kesempatan bagi peserta rapat untuk mengemukakan hal-hal yang sekiranya belum tercakup dalam hasil keputusan rapat. Setelah tidak ada lagi permasalahan, maka pemimpin rapat dapat menutup rapat.

Syarat - syarat Rapat

Rapat akan menghasilkan tujuan yang diharapkan, jika pelaksanaannya memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
(1)          Suasana terbuka
Suasana rapat yang terbuka berarti setiap peserta rapat siap untuk menerima informasi dari siapa pun. Hindari sikap saling mencurigai atau berprasangka negatif diantara sesama peserta rapat. Suasana rapat yang terbuka akan membangkitkan rasa kekeluargaan dan kerja sama yang tinggi diantara para peserta rapat.
(2)          Tidak ada monopoli
Dalam suatu rapat, monopoli pembicaraan oleh seorang peserta rapat atau oleh pimpinan rapat harus dihindari. Hal ini akan menghambat jalannya rapat karena rapat menjadi kaku dan peserta rapat menjadi pasif (tidak berpartisipasi). Dalam rapat semua pihak yang terlibat mempunyai hak yang sama dalam mengeluarkan pendapat.
(3)          Partisipasi aktif dari peserta rapat
Rapat yang baik apabila para peserta rapat turut aktif dalam memecahkan permasalahan yang dibahas dalam rapat. Peserta rapat hendaknya menjadi pendengar yang baik saat diberikan penjelasan-penjelasan dan harus dapat memberikan sumbangan saran atau pendapat yang positif saat kegiatan tanya jawab atau diskusi.
(4)          Bimbingan dan pengawasan dari pimpinan.

Pimpinan rapat harus dapat memberikan bimbingan kepada seluruh peserta rapat agar mau berperan aktif dalam pelaksanaan rapat. Seorang pemimpin rapat juga harus dapat memonitori jalannya rapat sehingga pembahasan tidak menyimpang dari tujuan rapat.
(5)          Perdebatan berdasarkan argumentasi bukan emosi
Dalam sebuah rapat terjadi perdebatan adalah hal yag biasa, namun jika perdebatan menjadi berkepanjangan dan tidak berdasarkan argumentasi yang benar akan mengakibatkan suasana rapat menjadi panas dan tegang, dan akhirnya rapat akan dimonopoli oleh peserta yang saling berdebat. Oleh karena itu hindari perdebatan yang berkepanjangan. Perdebatan hendaknya berdasarkan alasan-alasan yang kuat atas dasar fakta bukan emosi.
(6)          Pertanyaan singkat dan jelas
Pertanyaan–pertanyaan yang diajukan dalam rapat hendaknya cukup singkat, padat, dan jelas sehingga mudah dimengerti oleh seluruh peserta rapat. Pertanyaan yang berliku-liku atau bertele-tele akan membuat pertanyaan menjadi tidak jelas dan cukup menyita waktu. Padahal dalam  rapat, waktu sangat berharga sekali.
(7)          Disiplin waktu
Membiasakan pelaksanaan rapat sesuai waktu yang telah ditentukan akan membuat para peserta rapat menjadi lebih disiplin dan pelaksanaan rapat menjadi lebih tertib.

Pengertian Notula

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka dijelaskan bahwa notula adalah catatan singkat mengenai jalannya persidagan (rapat) serta hal yang dibicarakan dan diputuskan. Orang yang melakukan pekerjaan notula disebut juga sebagai notulis. Apakah notulis dengan sekretaris sama? Dalam situasi tertentu sekretaris dapat pula menjadi seorang notulis, namun seorang notulis tidaklah otomatis menjadi seorang sekretaris.

Notulen merupakan sumber informasi atau sebagai dokumen otentik, karena notulen harus ditulis dengan teliti, tepat dan jelas. Penyusunan notulen memerlukan kemampuan menulis secara jalas dan singkat. Penulisan notulen harus didahului dengan judul yang menyatakan dengan jelas badan yang mengadakan rapat, serta dimana rapat tersebut diselenggarakan. Setelah itu menyusun daftar nama peserta rapat beserta jabatannya dan yang terakhir adalah peserta rapat yang berhalangan hadir juga harus ditulis.
Kemudian notuis mencatat apa yang terjadi dalam rapat. Yang pertama dicatat ialah pengesahan notulen rapat sebelumnya bila rapat yang diadakan waktu itu adalah lanjutan dari rapat terdahulu. Selanjutnya yang perlu dicatat adalah pembahasan-pembahasan serta keputusa-keputusan yang dambil mengenai hal-hal yang tercantum didalam agenda rapat. Dan yang terakhir adalah mencatat pukul berapa rapat tersebut ditutup.





















            Membuka rapat
Hal-hal yang harus dikemukakan dalam membuka subuah rapat adalah sebagai berikut :
a.         Acara rapat.
b.        Tata tertb rapat (bersifat fleksibel).
c.         Motivasi (pentingnya masalah yang akan dibahas).
d.        Pengenalan masalah atau persoalan masalah yang akan dibahas.
e.         Tujuan diadakannya rapat.
f.         Tanggapan-tanggapan atau saran.


2.             Berlangsungnya rapat 
Selama rapat berlangsung pemimpin rapat harus dapat mengatur jalannya rapat agar tertib. Masalah yang dihadapi dalam rapat harus dapat diatasi, seperti terjadinya perdebatan yang berkepanjangan, adanya monopoli pembicaraan oleh salah seorang peserta rapat, tidak konsentrasinya peserta rapat dan sebagainya.
Selama rapat berlangsung sekretaris bertanggung jawab untuk membuat catatan pelaksanaan rapat. Bentuk catatannya disesuaikan dengan keinginan pimpinan rapat. Ada dua bentuk catatan rapat, yaitu sebagai berikut :
a.         Verbatim, yaitu catatan lengkap semua pembicaraan dalam rapat tanda ditambahi ataupun dikurangi.
b.        Notula, yaitu catatan yang berisi pokok-pokok pembicaraan yang dibahas dalam rapat.

3.             Menutup rapat
Rapat yang telah berlangsung beberapa waktu, pada akhirnya akan ditutup. Apabila dalam rapat belum ditemukan keputusan, maka pemimpin rapat dapat memunjuk tim khusus untuk menyelesaikan masalah tersebut. Akan tetapi, bila dalam rapat tersebut tidak ditemukan hambatan dan telah menghasilkan keputusan maka diakhir rapat, pemimpin rapat dapat membacakan hasil dari pertemua/ rapat tersebut dan memberikan kesempatan bagi peserta rapat untuk mengemukakan hal-hal yang sekiranya belum tercakup dalam hasil keputusan rapat. Setelah tidak ada lagi permasalahan, maka pemimpin rapat dapat menutup rapat.

Syarat - syarat Rapat

Rapat akan menghasilkan tujuan yang diharapkan, jika pelaksanaannya memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
(1)          Suasana terbuka
Suasana rapat yang terbuka berarti setiap peserta rapat siap untuk menerima informasi dari siapa pun. Hindari sikap saling mencurigai atau berprasangka negatif diantara sesama peserta rapat. Suasana rapat yang terbuka akan membangkitkan rasa kekeluargaan dan kerja sama yang tinggi diantara para peserta rapat.
(2)          Tidak ada monopoli
Dalam suatu rapat, monopoli pembicaraan oleh seorang peserta rapat atau oleh pimpinan rapat harus dihindari. Hal ini akan menghambat jalannya rapat karena rapat menjadi kaku dan peserta rapat menjadi pasif (tidak berpartisipasi). Dalam rapat semua pihak yang terlibat mempunyai hak yang sama dalam mengeluarkan pendapat.
(3)          Partisipasi aktif dari peserta rapat
Rapat yang baik apabila para peserta rapat turut aktif dalam memecahkan permasalahan yang dibahas dalam rapat. Peserta rapat hendaknya menjadi pendengar yang baik saat diberikan penjelasan-penjelasan dan harus dapat memberikan sumbangan saran atau pendapat yang positif saat kegiatan tanya jawab atau diskusi.
(4)          Bimbingan dan pengawasan dari pimpinan.

Pimpinan rapat harus dapat memberikan bimbingan kepada seluruh peserta rapat agar mau berperan aktif dalam pelaksanaan rapat. Seorang pemimpin rapat juga harus dapat memonitori jalannya rapat sehingga pembahasan tidak menyimpang dari tujuan rapat.
(5)          Perdebatan berdasarkan argumentasi bukan emosi
Dalam sebuah rapat terjadi perdebatan adalah hal yag biasa, namun jika perdebatan menjadi berkepanjangan dan tidak berdasarkan argumentasi yang benar akan mengakibatkan suasana rapat menjadi panas dan tegang, dan akhirnya rapat akan dimonopoli oleh peserta yang saling berdebat. Oleh karena itu hindari perdebatan yang berkepanjangan. Perdebatan hendaknya berdasarkan alasan-alasan yang kuat atas dasar fakta bukan emosi.
(6)          Pertanyaan singkat dan jelas
Pertanyaan–pertanyaan yang diajukan dalam rapat hendaknya cukup singkat, padat, dan jelas sehingga mudah dimengerti oleh seluruh peserta rapat. Pertanyaan yang berliku-liku atau bertele-tele akan membuat pertanyaan menjadi tidak jelas dan cukup menyita waktu. Padahal dalam  rapat, waktu sangat berharga sekali.
(7)          Disiplin waktu
Membiasakan pelaksanaan rapat sesuai waktu yang telah ditentukan akan membuat para peserta rapat menjadi lebih disiplin dan pelaksanaan rapat menjadi lebih tertib.

Pengertian Notula

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka dijelaskan bahwa notula adalah catatan singkat mengenai jalannya persidagan (rapat) serta hal yang dibicarakan dan diputuskan. Orang yang melakukan pekerjaan notula disebut juga sebagai notulis. Apakah notulis dengan sekretaris sama? Dalam situasi tertentu sekretaris dapat pula menjadi seorang notulis, namun seorang notulis tidaklah otomatis menjadi seorang sekretaris.

Notulen merupakan sumber informasi atau sebagai dokumen otentik, karena notulen harus ditulis dengan teliti, tepat dan jelas. Penyusunan notulen memerlukan kemampuan menulis secara jalas dan singkat. Penulisan notulen harus didahului dengan judul yang menyatakan dengan jelas badan yang mengadakan rapat, serta dimana rapat tersebut diselenggarakan. Setelah itu menyusun daftar nama peserta rapat beserta jabatannya dan yang terakhir adalah peserta rapat yang berhalangan hadir juga harus ditulis.
Kemudian notuis mencatat apa yang terjadi dalam rapat. Yang pertama dicatat ialah pengesahan notulen rapat sebelumnya bila rapat yang diadakan waktu itu adalah lanjutan dari rapat terdahulu. Selanjutnya yang perlu dicatat adalah pembahasan-pembahasan serta keputusa-keputusan yang dambil mengenai hal-hal yang tercantum didalam agenda rapat. Dan yang terakhir adalah mencatat pukul berapa rapat tersebut ditutup.





















BAHAN MATERI 15
MENGELOLA DANA KAS KECIL
a.          Pengertian Kas
Kas adalah alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan.
Kas dapat berupa uang tunai atau simpanan pada Bank yang dapat digunakan dengan segera dan diterima sebagai alat pembayaran sebesar nilai nominalnya,seperti uang kertas dan logam, check dan bilyet giro, simpanan di Bank dalam bentuk giro dan lain-lain.
Ciri-ciri kas adalah :
Dapat digunakan segera sebagai alat bayar sebesar nilai nominalnya, sedangkan alat bayar yang tidak dapat digunakan segera sebagai alat bayar dan tidak sesuai dengan nilai nominalnya tidak dapat
Di golongkan sebagai kas,seperti : Cek mundur, deposito berjangka, surat berharga dan lain-lain.
Fungsi kas dalam suatu perusahaan sangat penting, karena hampir setiap kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan selalu berkaitan dengan kas. Maka, tanpa kas perusahaan tidak akan berjalan dengan lancar.

b.         Pengertian Kas Kecil
Kas kecil adalah uang yang disediakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil, dan tidak ekonomis bila dibayar dengan cek.
Dana kas kecil dipisahkan dari kas besar dan diserahkan  kepada seorang kasir kas kecil, yang akan mempertanggungjawabkan  setiap pengeluaran. Adapun pemengang kas kecil bisa diserahkan kepada staf yang ada di unit-unit kerja.
Kas kecil ini biasa disimpan di dalam cash register, dan besarnya jumlah kas kecil berdasarkan kebutuhan atau pengeluaran yang sifatnya relatif tetap dari masing-masing unit kerja dalam jangka waktu tertentu.

c.          Tujuan dibentuknya Kas Kecil
Untuk menangani masalah perlengkapan/perbekalan kantor yang dilakukan oleh suatu bagian di kantor biasanya berdasarkan langkah-langkah berikut:
1.    Untuk menghindari cara-cara pembayaran pengeluaran yang relatif kecil dan mendadak, yang tidak ekonomis dan tidak praktis.
2.    Meringankan beban para staf dalam memberikan pelayanan secara optimal kepada pelanggan termasuk relasi bisnis pimpinan. Contoh : Pimpinan kedatangan tamu mendadak dan untuk menjamu tamunya rasanya tidak ekonomis dan tidak praktis kalau stafnya melakukan pembayaran pengeluaran dengan cek.
3.    Untuk mempercepat kegiatan atasan yang mempergunakan dana secara mendadak dan tidak terencana.

d.         Pembayaran melalui Kas Kecil
Setiap pengeluaran dana kas kecil harus mendapat persetujuan dari pihak yang berwenang. Bukti pengeluaran nya harus disimpan bersamaan dengan sisa uang yang ada pada cash box, karena pemegang kas kecil harus dapat mempertanggungjawabkan uang yang diserahkan. Jadi pemengang kas kecil harus membuat bukti pembukuan (Voucher) sehingga pemengang kas kecil dapat membuktikan dan menunjukkan uang yang tersisa ditambah dengan seluruh jumlah pengeluaran yang tertera dalam bukti pengeluaran berjumlah sama dengan jumlah keseluruhan.
Bukti pembukuan kas kecil (voucher) harus mencantumkan secara jelas nomor vocher, empat, tanggal pengeluaran, pihak yang dibayar, pihak yang menerima pembayaran , perkiraan, jumlah barang, harga, nama dan tandatangan pihak yang berwenang.
Pembayaran melalui kas kecil dilakukan untuk hal-hal sbb:
1.    Pengeluaran kas kecil, biasanya sudah ditentukan batas maksimum setiap terjadi pengeluaran-pengeluaran
2.    Pengeluaran kas kecil tidak dibolehkan untuk pemberian pinjaman pada staf
3.    Bukti pengeluaran kas kecil harus ditandatangani oleh pemengang kas kecil
4.    Bila ada bukti-bukti pembayaran, seperti kwitansi, faktur atau bukti-bukti pendukung lainnya harus dilampirkan pada bukti pengeluaran kas.

e.          Proses Penerimaan Uang Dan Pembayaran
1.                                                                                          Metode Imprest
Adalah metode pembukuan kas kecil dimana jumlah rekening kas kecil selalu tetap. Setiap terjadi pengeluaran, pemegang kas kecil tidak langsung melalukan pencatatan, tapi hanya mengumpulkan bukti-bukti pengeluarannya.
Pada waktu yang telah ditetapkan, bila dana kas kecil sudah hampir habis baru dilakukan pembukuan berdasarkan bukti-bukti pengeluaran, kemudian pemegang kas kecil mengajukan pembentukan dana kas kecil kepada bendahara kas yang besarnya sesuai dengan pembukuan dan bukti-bukti pengeluaran, sehingga dana kas kecil tetap dalam jumlah semula.
Langkah-langkah operasional metode imprest sbb:
a.    Pembentukan dana kas kecil dimana pemegang kas kecil diserahi sejumlah uang tunai untuk pembayaran pengeluaran-pengeluaran yang diprediksikan dapat memenuhi kebutuhan dalam jangka waktu tertentu.
b.   Dana kas kecil digunakan untuk pembayaran pengeluaran-pengeluaran . 
c.    Setelah dana kas kecil habis, kasir kas kecil melakukan pembentukan dana kas kecil kembali yaitu dengan mengisi sebesar jumlah pengeluaran.
Keuntungan metode imprest :
§       Menghemat waktu bagi kasir kas kecil, karena tidak diganggu setiap kali terjadi pembelian atau pengeluaran kas kecil.
§       Menghemat waktu dalam pembukuan pengeluaran rekening nominal.

2.    Metode Fluktuasi
Pengisian kas kecil pada waktu tertentu selalu sama setiap terjadi pengeluaran. Pemengang kas kecil harus melakukan pencatatan  dengan mengkredit kas kecil setiap terjadi pengeluaran kas kecil.
Karena pengeluaran setiap periode tidak sama, sedangkan pengisian dana kas kecil pada setiap periode dalam jumlah yang sama, maka jumlah rekening kas kecil akan selalu berubah sesuai dengan fluktuasi pengeluaran yang terjadi.









BAHAN MATERI 17
MENGELOLA DATA/INFORMASI DI TEMPAT KERJA

3.       Pengertian Data/Informasi
Menurut Gordon B. Davis, informasi adalah  data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai yang nyata yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau keputusan-keputusan yang akan datang.
Penulis lain, Burch dan Strater, menyatakan: informasi adalahpengumpulan atau pengolahan data untuk memberikan pengetahuan atau keterangan.
Sedangkan George R. Terry, Ph. D. menyatakan bahwa informasi adalahdata yang penting yang memberikan pengetahuan yang berguna.
Jadi, secara umum informasi adalah data yang sudah diolah menjadi suatu bentuk lain yang lebih berguna yaitu pengetahuan atau keterangan yang ditujukan bagi penerima dalam pengambilan keputusan, baik masa sekarang atau yang akan datang.
Untuk memperoleh informasi yang berguna, tindakan yang pertama adalah mengumpulkan data, kemudian mengolahnya sehingga menjadi informasi. Dari data-data tersebut informasi yang didapatkan lebih terarah dan penting karena telah dilalui berbagai tahap dalam pengolahannya diantaranya yaitu pengumpulan data, data apa yang terkumpul dan menemukan informasi yang diperlukan
George R. Terry, Ph. D. menjelaskan, berguna atau tidaknya informasi tergantung pada beberapa aspek, yaitu:
1. Tujuan si penerima
Apabila informasi itu tujuannya untuk memberikan bantuan makainformasi itu harus membantu si penerima dalam usahanya untuk mendapatkannya.
2. Ketelitian penyampaian dan pengolahan data
penyampaian dan mengolah data, inti dan pentingnya info harus dipertahankan.
3. Waktu
Informasi yang disajikan harus sesuai dengan perkembangan informasi itu sendiri.
4. Ruang dan tempat
Informasi yang didapat harus tersedia dalam ruangan atau tempat yang tepat agar penggunaannya lebih terarah bagi si pemakai.
5. Bentuk
Dalam hubungannya bentuk informasi harus disadari oleh penggunaannya secara efektif, hubungan-hubungan yang diperlukan, kecenderungan-kecenderungan dan bidang-bidang yang memerlukan perhatian manajemen serta menekankan informasi tersebut ke situasi-situasi yang ada hubungannya.
6. Semantik
Agar informasi efektif informasi harus ada hubungannya antara kata-kata dan arti yang cukup jelas dan menghindari kemungkinan salah tafsir.

4.       Cara Mengolah Data Menjadi Informasi
BAHAN MATERI 15
MENGELOLA DANA KAS KECIL
a.          Pengertian Kas
Kas adalah alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan.
Kas dapat berupa uang tunai atau simpanan pada Bank yang dapat digunakan dengan segera dan diterima sebagai alat pembayaran sebesar nilai nominalnya,seperti uang kertas dan logam, check dan bilyet giro, simpanan di Bank dalam bentuk giro dan lain-lain.
Ciri-ciri kas adalah :
Dapat digunakan segera sebagai alat bayar sebesar nilai nominalnya, sedangkan alat bayar yang tidak dapat digunakan segera sebagai alat bayar dan tidak sesuai dengan nilai nominalnya tidak dapat
Di golongkan sebagai kas,seperti : Cek mundur, deposito berjangka, surat berharga dan lain-lain.
Fungsi kas dalam suatu perusahaan sangat penting, karena hampir setiap kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan selalu berkaitan dengan kas. Maka, tanpa kas perusahaan tidak akan berjalan dengan lancar.

b.         Pengertian Kas Kecil
Kas kecil adalah uang yang disediakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil, dan tidak ekonomis bila dibayar dengan cek.
Dana kas kecil dipisahkan dari kas besar dan diserahkan  kepada seorang kasir kas kecil, yang akan mempertanggungjawabkan  setiap pengeluaran. Adapun pemengang kas kecil bisa diserahkan kepada staf yang ada di unit-unit kerja.
Kas kecil ini biasa disimpan di dalam cash register, dan besarnya jumlah kas kecil berdasarkan kebutuhan atau pengeluaran yang sifatnya relatif tetap dari masing-masing unit kerja dalam jangka waktu tertentu.

c.          Tujuan dibentuknya Kas Kecil
Untuk menangani masalah perlengkapan/perbekalan kantor yang dilakukan oleh suatu bagian di kantor biasanya berdasarkan langkah-langkah berikut:
1.    Untuk menghindari cara-cara pembayaran pengeluaran yang relatif kecil dan mendadak, yang tidak ekonomis dan tidak praktis.
2.    Meringankan beban para staf dalam memberikan pelayanan secara optimal kepada pelanggan termasuk relasi bisnis pimpinan. Contoh : Pimpinan kedatangan tamu mendadak dan untuk menjamu tamunya rasanya tidak ekonomis dan tidak praktis kalau stafnya melakukan pembayaran pengeluaran dengan cek.
3.    Untuk mempercepat kegiatan atasan yang mempergunakan dana secara mendadak dan tidak terencana.

d.         Pembayaran melalui Kas Kecil
Setiap pengeluaran dana kas kecil harus mendapat persetujuan dari pihak yang berwenang. Bukti pengeluaran nya harus disimpan bersamaan dengan sisa uang yang ada pada cash box, karena pemegang kas kecil harus dapat mempertanggungjawabkan uang yang diserahkan. Jadi pemengang kas kecil harus membuat bukti pembukuan (Voucher) sehingga pemengang kas kecil dapat membuktikan dan menunjukkan uang yang tersisa ditambah dengan seluruh jumlah pengeluaran yang tertera dalam bukti pengeluaran berjumlah sama dengan jumlah keseluruhan.
Bukti pembukuan kas kecil (voucher) harus mencantumkan secara jelas nomor vocher, empat, tanggal pengeluaran, pihak yang dibayar, pihak yang menerima pembayaran , perkiraan, jumlah barang, harga, nama dan tandatangan pihak yang berwenang.
Pembayaran melalui kas kecil dilakukan untuk hal-hal sbb:
1.    Pengeluaran kas kecil, biasanya sudah ditentukan batas maksimum setiap terjadi pengeluaran-pengeluaran
2.    Pengeluaran kas kecil tidak dibolehkan untuk pemberian pinjaman pada staf
3.    Bukti pengeluaran kas kecil harus ditandatangani oleh pemengang kas kecil
4.    Bila ada bukti-bukti pembayaran, seperti kwitansi, faktur atau bukti-bukti pendukung lainnya harus dilampirkan pada bukti pengeluaran kas.

e.          Proses Penerimaan Uang Dan Pembayaran
1.                                                                                          Metode Imprest
Adalah metode pembukuan kas kecil dimana jumlah rekening kas kecil selalu tetap. Setiap terjadi pengeluaran, pemegang kas kecil tidak langsung melalukan pencatatan, tapi hanya mengumpulkan bukti-bukti pengeluarannya.
Pada waktu yang telah ditetapkan, bila dana kas kecil sudah hampir habis baru dilakukan pembukuan berdasarkan bukti-bukti pengeluaran, kemudian pemegang kas kecil mengajukan pembentukan dana kas kecil kepada bendahara kas yang besarnya sesuai dengan pembukuan dan bukti-bukti pengeluaran, sehingga dana kas kecil tetap dalam jumlah semula.
Langkah-langkah operasional metode imprest sbb:
a.    Pembentukan dana kas kecil dimana pemegang kas kecil diserahi sejumlah uang tunai untuk pembayaran pengeluaran-pengeluaran yang diprediksikan dapat memenuhi kebutuhan dalam jangka waktu tertentu.
b.   Dana kas kecil digunakan untuk pembayaran pengeluaran-pengeluaran . 
c.    Setelah dana kas kecil habis, kasir kas kecil melakukan pembentukan dana kas kecil kembali yaitu dengan mengisi sebesar jumlah pengeluaran.
Keuntungan metode imprest :
§       Menghemat waktu bagi kasir kas kecil, karena tidak diganggu setiap kali terjadi pembelian atau pengeluaran kas kecil.
§       Menghemat waktu dalam pembukuan pengeluaran rekening nominal.

2.    Metode Fluktuasi
Pengisian kas kecil pada waktu tertentu selalu sama setiap terjadi pengeluaran. Pemengang kas kecil harus melakukan pencatatan  dengan mengkredit kas kecil setiap terjadi pengeluaran kas kecil.
Karena pengeluaran setiap periode tidak sama, sedangkan pengisian dana kas kecil pada setiap periode dalam jumlah yang sama, maka jumlah rekening kas kecil akan selalu berubah sesuai dengan fluktuasi pengeluaran yang terjadi.









BAHAN MATERI 17
MENGELOLA DATA/INFORMASI DI TEMPAT KERJA

3.       Pengertian Data/Informasi
Menurut Gordon B. Davis, informasi adalah  data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai yang nyata yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau keputusan-keputusan yang akan datang.
Penulis lain, Burch dan Strater, menyatakan: informasi adalahpengumpulan atau pengolahan data untuk memberikan pengetahuan atau keterangan.
Sedangkan George R. Terry, Ph. D. menyatakan bahwa informasi adalahdata yang penting yang memberikan pengetahuan yang berguna.
Jadi, secara umum informasi adalah data yang sudah diolah menjadi suatu bentuk lain yang lebih berguna yaitu pengetahuan atau keterangan yang ditujukan bagi penerima dalam pengambilan keputusan, baik masa sekarang atau yang akan datang.
Untuk memperoleh informasi yang berguna, tindakan yang pertama adalah mengumpulkan data, kemudian mengolahnya sehingga menjadi informasi. Dari data-data tersebut informasi yang didapatkan lebih terarah dan penting karena telah dilalui berbagai tahap dalam pengolahannya diantaranya yaitu pengumpulan data, data apa yang terkumpul dan menemukan informasi yang diperlukan
George R. Terry, Ph. D. menjelaskan, berguna atau tidaknya informasi tergantung pada beberapa aspek, yaitu:
1. Tujuan si penerima
Apabila informasi itu tujuannya untuk memberikan bantuan makainformasi itu harus membantu si penerima dalam usahanya untuk mendapatkannya.
2. Ketelitian penyampaian dan pengolahan data
penyampaian dan mengolah data, inti dan pentingnya info harus dipertahankan.
3. Waktu
Informasi yang disajikan harus sesuai dengan perkembangan informasi itu sendiri.
4. Ruang dan tempat
Informasi yang didapat harus tersedia dalam ruangan atau tempat yang tepat agar penggunaannya lebih terarah bagi si pemakai.
5. Bentuk
Dalam hubungannya bentuk informasi harus disadari oleh penggunaannya secara efektif, hubungan-hubungan yang diperlukan, kecenderungan-kecenderungan dan bidang-bidang yang memerlukan perhatian manajemen serta menekankan informasi tersebut ke situasi-situasi yang ada hubungannya.
6. Semantik
Agar informasi efektif informasi harus ada hubungannya antara kata-kata dan arti yang cukup jelas dan menghindari kemungkinan salah tafsir.

4.       Cara Mengolah Data Menjadi Informasi
Di dalam olah data baik secara manual maupun dengan komputerisasi terdiri dari tiga tahapan dasar yaitu input, proses, output. Dan tiga tahapan dasar tersebut dapat dikembangkan menjadi :
1. Orginating-Recording (Pencatatan)
Tahapan ini berhubungan dengan proses pengumpulan data yang biasanya merupakan proses pencatatan (recording) data ke dokumen dasar atau formulir. 
2.    Classifiying (Klasifikasi)
Tahapan ini memberikan identitas atau pengklasifikasian dalam data yang akan diolah, apakah identifikasi tersebut dilakukan untuk satu kelompok atau beberapa kelompok dari data yang nantinya merupakan karakteristik dari data yang bersangkutan
3.    Sorting (Penyusunan)
Setelah data–data yang akan diolah diberikan identifikasi seperti diatas, maka data tersebut mungkin perlu diatur atau disusun sedemikian rupa, contohnya urutkan menurut kode klasifikasinya
4.    Calculating (Perhitungan) 
Disini data dimanipulasi seperti pelaksanaan perhitungan-perhitungan atau disebut Calculating
5.    Summarizing (Penyusunan Laporan) 
Untuk memungkinkan dilakukan analisa terhadap data atau informasi yang dihasilkan, diperlukan penyimpulan atau pembuatan rekapitulasi laporan sesuai dengan keinginan pemakai informasi
6.    Storing (Penyimpanan) 
Storing atau penyimpanan data dan informasi yang sejenis ke dalam file untuk referensi dimasa yang akan datang perlu dilakukan. Dan media penyimpanan ada beberapa macam, disesuaikan dengan metode dan peralatan yang dipakai dalam sistem pengolahan data, seperti disk, kartu, dokumen. 
7.                                                                                 Retrieving (Pencarian) 
Di dalam file yang disimpan, pencarian data atau retrieving biasa digunakan dengan cara penyimpanannya, terutama jika pengolahan datanya menggunakan computer.
8.       Communicating (Komunikasi )
Dalam proses olah data menjadi informasi, sampai informasi tersebut dipakai oleh user. Diperlukan suatu komunikasi sehinnga mempermudah proses pengolahan data menjadi informasi.
9.                                                                                 Reproducing (Penggandaan )
Untuk pengamanan apabila data hilang atau rusak, juga untuk keperluan perusahaan lainnya bisa dilakukan dengan penggandaan dengan menggunakan mesin photocopy, disk, magnetic tape





















BAHAN MATERI 18
MENGAPLIKASIKAN ADMINISTRASI PERKANTORAN
DI TEMPAT KERJA

A.         Pengertian dan Fungsi Administrasi Kepegawaian
Istilah Administrasi Kepegawaian atau personnel administration di Amerika serikat dipergunakan dalam bidang pemerintahan, sedangkan personnel management dipergunakan dalam bidang bisnis. Di Indonesia ada kecenderungan menggunakan istilah manajemen kepegawaian (personnel management), baik dalam bidang pemerintahan maupun dalam bidang bisnis.
Dalam kamus administrasi, administrasi kepegawaian dirumuskan sebagai segenap aktivitas yang bersangkut paut dengan masalah penggunaan tenaga kerja manusia dalam suatu usaha kerjasama untuk mencapai tujuan tertentu. Aktivitas administrasi kepegawaian terutama berkisar pada penerimaan, pengembangan, pemberian balas jasa dan pemberhentian.
Sehubungan dengan perumusan tersebut, maka fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan dari administrasi kepegawaian menurut Felix A. Nigro meliputi :
1.    Pengembangan struktur organisasi untuk melaksanakan program kepegawaian termasuk didalamnya tugas dan tanggung jawab dari setiap pegawai yang ditentukan dengan jelas dan tegas.
2.    Penggolongan jabatan yang sistematis dan perencanaan gaji yang adil dengan mempertimbangkan adanya saingan yang berat dari sektor swasta.
3.    Penarikan tenaga kerja yang baik
4.    Seleksi pegawai yang menjamin adanya pengangkatan calon pegawai yang cakap dan penempatannya dalam jabatan-jabatan yang sesuai.
5.    Perencanaan latihan jabatan dengan maksud untuk menambah keterampilan pegawai, memotivasi semangat kerja dan mempersiapkan mereka untuk kenaikan pangkat.
6.    Penilaian kecakapan pegawai secara berkala dan teratur dengan tujuan meningkatkan hasil kerjanya dan menentukan pegawai-pegawai yang cakap.
7.    Perencanaan kenaikan pangkat yang didasarkan atas kecakapan pegawai dengan adanya sistem jabatan, di mana pegawai-pegawai yang baik ditempatkan pada jabatan-jabatan yang sesuai dengan kecakapannya, sehingga mereka dapat mencapai tingkat jabatan yang paling tinggi.
8.    Kegiatan-kegiatan untuk memperbaiki hubungan antar manusia
9.    Kegiatan-kegiatan untuk memelihara dan mempertahankan moril serta disiplin pegawai.
Sementara itu Glenn O Stahl, merumuskan administrasi kepegawaian sebagai keseluruhan yang berhubungan dengan sumber-sumber manusia dari organisasi.
Menurut Prof. Dr. R Arifin Abdulrachman, Administrasi kepegawaian negara adalah salah satu cabang dari administrasi negara yang berkaitan dengan segala persoalan mengenai pegawai-pegawai negara. Selanjutnya kegiatan-kegiatan administrasi kepegawaian negara meliputi:
1.   Analisa jabatan, klasifikasi jabatan dan evaluasi jabatan
2.   Recruitment, ujian-ujian dan penempatan
3.   Training
4.   Promosi dan transfer
5.   Penggajian
6.   Employee counselling
7.   Personnel relations
8.   Disiplin dan moral
9.   Catatan kepegawaian
Paul Pigors dan Charles A. Myers serta Thomas G Spates berpendapat Bahwa administrasi kepegawaian adalah suatu tata cara atau prosedur tentang cara-cara mengorganisasi dan memperlakukan orang yang bekerja sedemikian rupa sehingga mereka masing-masing mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya dari kemampuannya, jadi memperoleh efisiensi yang maksimum untuk dirinya sendiri dan golongannya.
Kalau kita perhatikan rumusan di atas, nampak bahwa perumusan tersebut ditekankan pada dua hal, yakni:
1.    Administrasi kepegawaian didasarkan atas suatu tata cara, dari mana diperoleh sudut pandangan dan teknik-teknik mengawasi orang-orang yang sedang bekerja.
2.    Administrasi kepegawaian yang baik membantu individu untuk bekerja dengan sebaik-baiknya dan tidak hanya untuk mendapatkan kepuasan individu yang maksimum dari pekerjaannya, tetapi juga kepuasan sebagai bagian dari suatu kelompok pekerjaan.

B.         Fungsi Teknis Administrasi Kepegawaian
olah data baik secara manual maupun dengan komputerisasi terdiri dari tiga tahapan dasar yaitu input, proses, output. Dan tiga tahapan dasar tersebut dapat dikembangkan menjadi :
1. Orginating-Recording (Pencatatan)
Tahapan ini berhubungan dengan proses pengumpulan data yang biasanya merupakan proses pencatatan (recording) data ke dokumen dasar atau formulir. 
2.    Classifiying (Klasifikasi)
Tahapan ini memberikan identitas atau pengklasifikasian dalam data yang akan diolah, apakah identifikasi tersebut dilakukan untuk satu kelompok atau beberapa kelompok dari data yang nantinya merupakan karakteristik dari data yang bersangkutan
3.    Sorting (Penyusunan)
Setelah data–data yang akan diolah diberikan identifikasi seperti diatas, maka data tersebut mungkin perlu diatur atau disusun sedemikian rupa, contohnya urutkan menurut kode klasifikasinya
4.    Calculating (Perhitungan) 
Disini data dimanipulasi seperti pelaksanaan perhitungan-perhitungan atau disebut Calculating
5.    Summarizing (Penyusunan Laporan) 
Untuk memungkinkan dilakukan analisa terhadap data atau informasi yang dihasilkan, diperlukan penyimpulan atau pembuatan rekapitulasi laporan sesuai dengan keinginan pemakai informasi
6.    Storing (Penyimpanan) 
Storing atau penyimpanan data dan informasi yang sejenis ke dalam file untuk referensi dimasa yang akan datang perlu dilakukan. Dan media penyimpanan ada beberapa macam, disesuaikan dengan metode dan peralatan yang dipakai dalam sistem pengolahan data, seperti disk, kartu, dokumen. 
7.                                                                                 Retrieving (Pencarian) 
Di dalam file yang disimpan, pencarian data atau retrieving biasa digunakan dengan cara penyimpanannya, terutama jika pengolahan datanya menggunakan computer.
8.       Communicating (Komunikasi )
Dalam proses olah data menjadi informasi, sampai informasi tersebut dipakai oleh user. Diperlukan suatu komunikasi sehinnga mempermudah proses pengolahan data menjadi informasi.
9.                                                                                 Reproducing (Penggandaan )
Untuk pengamanan apabila data hilang atau rusak, juga untuk keperluan perusahaan lainnya bisa dilakukan dengan penggandaan dengan menggunakan mesin photocopy, disk, magnetic tape





















BAHAN MATERI 18
MENGAPLIKASIKAN ADMINISTRASI PERKANTORAN
DI TEMPAT KERJA

A.         Pengertian dan Fungsi Administrasi Kepegawaian
Istilah Administrasi Kepegawaian atau personnel administration di Amerika serikat dipergunakan dalam bidang pemerintahan, sedangkan personnel management dipergunakan dalam bidang bisnis. Di Indonesia ada kecenderungan menggunakan istilah manajemen kepegawaian (personnel management), baik dalam bidang pemerintahan maupun dalam bidang bisnis.
Dalam kamus administrasi, administrasi kepegawaian dirumuskan sebagai segenap aktivitas yang bersangkut paut dengan masalah penggunaan tenaga kerja manusia dalam suatu usaha kerjasama untuk mencapai tujuan tertentu. Aktivitas administrasi kepegawaian terutama berkisar pada penerimaan, pengembangan, pemberian balas jasa dan pemberhentian.
Sehubungan dengan perumusan tersebut, maka fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan dari administrasi kepegawaian menurut Felix A. Nigro meliputi :
1.    Pengembangan struktur organisasi untuk melaksanakan program kepegawaian termasuk didalamnya tugas dan tanggung jawab dari setiap pegawai yang ditentukan dengan jelas dan tegas.
2.    Penggolongan jabatan yang sistematis dan perencanaan gaji yang adil dengan mempertimbangkan adanya saingan yang berat dari sektor swasta.
3.    Penarikan tenaga kerja yang baik
4.    Seleksi pegawai yang menjamin adanya pengangkatan calon pegawai yang cakap dan penempatannya dalam jabatan-jabatan yang sesuai.
5.    Perencanaan latihan jabatan dengan maksud untuk menambah keterampilan pegawai, memotivasi semangat kerja dan mempersiapkan mereka untuk kenaikan pangkat.
6.    Penilaian kecakapan pegawai secara berkala dan teratur dengan tujuan meningkatkan hasil kerjanya dan menentukan pegawai-pegawai yang cakap.
7.    Perencanaan kenaikan pangkat yang didasarkan atas kecakapan pegawai dengan adanya sistem jabatan, di mana pegawai-pegawai yang baik ditempatkan pada jabatan-jabatan yang sesuai dengan kecakapannya, sehingga mereka dapat mencapai tingkat jabatan yang paling tinggi.
8.    Kegiatan-kegiatan untuk memperbaiki hubungan antar manusia
9.    Kegiatan-kegiatan untuk memelihara dan mempertahankan moril serta disiplin pegawai.
Sementara itu Glenn O Stahl, merumuskan administrasi kepegawaian sebagai keseluruhan yang berhubungan dengan sumber-sumber manusia dari organisasi.
Menurut Prof. Dr. R Arifin Abdulrachman, Administrasi kepegawaian negara adalah salah satu cabang dari administrasi negara yang berkaitan dengan segala persoalan mengenai pegawai-pegawai negara. Selanjutnya kegiatan-kegiatan administrasi kepegawaian negara meliputi:
1.   Analisa jabatan, klasifikasi jabatan dan evaluasi jabatan
2.   Recruitment, ujian-ujian dan penempatan
3.   Training
4.   Promosi dan transfer
5.   Penggajian
6.   Employee counselling
7.   Personnel relations
8.   Disiplin dan moral
9.   Catatan kepegawaian
Paul Pigors dan Charles A. Myers serta Thomas G Spates berpendapat Bahwa administrasi kepegawaian adalah suatu tata cara atau prosedur tentang cara-cara mengorganisasi dan memperlakukan orang yang bekerja sedemikian rupa sehingga mereka masing-masing mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya dari kemampuannya, jadi memperoleh efisiensi yang maksimum untuk dirinya sendiri dan golongannya.
Kalau kita perhatikan rumusan di atas, nampak bahwa perumusan tersebut ditekankan pada dua hal, yakni:
1.    Administrasi kepegawaian didasarkan atas suatu tata cara, dari mana diperoleh sudut pandangan dan teknik-teknik mengawasi orang-orang yang sedang bekerja.
2.    Administrasi kepegawaian yang baik membantu individu untuk bekerja dengan sebaik-baiknya dan tidak hanya untuk mendapatkan kepuasan individu yang maksimum dari pekerjaannya, tetapi juga kepuasan sebagai bagian dari suatu kelompok pekerjaan.

B.         Fungsi Teknis Administrasi Kepegawaian
Administrasi kepegawaian pada hakikatnya melakukan dua fungsi yaitu fungsi manajerial, dan fungsi operatif (teknis). Fungsi manajerial berkaitan dengan pekerjaan pikiran atau menggunakan pikiran (mental) meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian pegawai. Sedangkan fungsi operatif (teknis), berkaitan dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan dengan fisik, meliputi pengadaan, pengembangan, kompensasi, integrasi, pemeliharaan, dan pemensiunan pegawai.

C.                  Mengidentifikasi Sarana dan Prasarana Administrasi Perkantoran

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sarana  adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud atau tujuan. Sedangkan prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses (usaha, pembangunan, proyek). Untuk lebih memudahkan membedakan keduanya, sarana lebih ditujukan untuk benda-benda yang bergerak seperti komputer dan mesin-mesin, sedangkan prasarana lebih ditujukan untuk benda-benda yang tidak bergerak seperti gedung, ruang, dan tanah. Sarana dan prasarana juga mempunyai arti dan maksud yang sama dengan istilah perbekalan kantor. Tanpa adanya sarana dan prasarana, mustahil tujuan akan dicapai. Demikian halnya kantor, tempat berlangsungnya kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan ketatausahaan atau administrasi, juga sangat memerlukan sarana dan prasarana kantor. Bahkan tidak akan ada pekerjaan kantor yang tidak berkaitan dengan sarana dan prasarana kantor.
1.       Jenis-Jenis Sarana dan Prasarana kantor
b.      Peralatan/perlengkapan kantor (office supplies)
Peralatan/perlengkapan kantor dibedakan menjadi dua, yaitu :
1)     Peralatan/perlengkapan kantor dilihat dari bentuknya ;
Dilihat dari bentuknya, peralatan/perlengkapan kantor dibedakan menjadi tiga, antara lain :
b)  Peralatan/perlengkapan kantor berbentuk lembaran
c)   Peralatan/perlengkapan kantor berbentuk nonlembaran
d)  Peralatan/perlengkapan kantor berbentuk buku
2)      Peralatan/perlengkapan kantor dilihat dari penggunaannya ;
Dilihat dari pengguanaannya, peralatan/perlengkapan kantor dapat dibedakan menjadi dua, antara lain :
a)   Barang habis pakai
b)  Barang tidak habis pakai
c.       Mesin-mesin kantor (office machine)
d.      Mesin komunikasi kantor
e.       Perabot kantor (office furniture)
f.        Interior kantor (office arrangement)
2.       Pengelolaan Sarana Prasarana Kantor
Dengan banyaknya kebutuhan sarana dan prasarana, maka pengelolahan yang baik, efisien dan efektif mutlak diperlukan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan. Tujuan pengelolaan sarana dan prasarana kantor adalah agar semua kegiatan yang berhubungan dengan perbekalan kantor baik yang bersifat administrasi maupun teknis operasional dapat dijalankan dengan baik dan efisien. Dalam pengelolaan sarana dan prasarana kantor dilakukan dengan beberapa kegiatan, yaitu :
a.    Pengadaan
Pengadaan adalah semua kegiatan menyediakan sarana dan prasarana (perbekalan) untuk menunjang pelaksannaan tugas. Pengadaan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing organisasi tersebut dengan menggunakan prosedur yang berlaku di organisasi tersebut. Perencanaan perlu dilakukan sebelum melakukan pengadaan yang bertujuan untuk mngetahui dengan tepat manfaat dan juga biaya yang akan dikeluarkan.
b.   Penyimpanan
Penyimpanan adalah kegiatan yang dilakukan oleh satuan kerja atau petugas gudang untuk menampung hasil pengadaan barang/bahan kantor, baik berasal dari pembelian, instansi lain atau yang diperoleh dari bantuan. Tujuan penyimpanan barang/bahan kantor antara lain :
1)      Agar barang tidak cepat rusak.
2)      Agar tidak terjadi kehilangan barang.
3)      Agar tersusun rapi sehingga mudah ditemukan apabila barang tersebut dicari.
4)      Memudahkan dalam pengawasan.
5)      Memudahkan dalam analisis barang.
c.    Pemeliharaan
Pemeliharaan adalah kegiatan terus-menerus untuk mengusahakan agar barang/bahan kantor tetap dalam keadaan baik atau siap untuk dipakai. Tujuan pemeliharaan sarana dan prasarana kantor, antara lain :
1)      Agar barang tidak mudah rusak karena hama atau suhu/cuaca.
2)      Agar barang tidak mudah hilang.
3)      Agar barang tidak kadaluarsa.
4)      Agar barang tidak mudah susut.
5)      Agar sarana dan prasarana selalu dalam keadaan bersih.


d.   Inventarisasi
Inventarisasi adalah semua kegiatan dan usaha untuk memperoleh data yang diperlukan mengenai sarana dan prasarana yang dimiliki. Inventarisasi yang dilakukan di setiap organisasi bisa saja berbeda, namun pada dasarnya semua dilakukan dengan tujuan yang sama, tujuannya yaitu :
1)         Agar peralatan tidak mudah hilang.
2)         Adanya bukti secara tertulis terhadap kegiatan pengelolaan barang sehingga dapat dipertanggung jawabkan.
3)         Memudahkan dalam pegecekan barang.
4)         Memudahkan dalam pengawasan.
5)         Memudahkan ketika mengadakan kegiatan mutasi/penghapusan barang.

Tidak ada komentar:

Berita Viral Terkini