Cerpen : Kabut Hitam Jalan Kehidupan - skripsi man (dulrohman webs)

Selasa, 03 November 2015

Cerpen : Kabut Hitam Jalan Kehidupan


Oleh :   Erni Widyastuti
Add caption

Ini awal mula kisah hidup ku, aku seorang gadis kecil yang sangat menderita saat itu. Saat aku kecil aku tinggal bersama ayah dan ibu ku juga bersama kakek nenek ku. Saat itu aku masih berumur 2 tahun aku selalu terbangun setiap pagi entah pukul berapa itu yang jelas suasana masih sangat sepi, gelap, dan dingin.Aku terlahir dari seorang ayah yg suka bermain judi, minum-minum, perokok berat sedangkan ibu nya seorang perempuan muda berumur 20 tahun dengan jiwa polos dan lugu nya ia dinikahi seorang yang seperti itu. Disaat aku lahir di dunia ini, ia di besarkan di keluarga yg tinggal bersama kakek dan neneknya dari ayah. Kakek yang yahhhh sama seperti anaknya yaitu ayah ku, Cuma bedanya kakek suka bermain wanita pula. Dan nenek ku ia adalah istri enatah keberapa dari kakek, yaaa karena memang kakek ku istri nya banyak. Walaupun nenek ku bukan nenek kandung, tetapi beliau sangat mencintaiku, peduli sekali dengan ku.  Aku terbangun dan mencari orang tua ku, ibu ku yang sedang tertidur pulas di dekat ku terlihat sangat jelas di raut wajah nya karena rasa lelah setelah seahrian ia merawat ku. Namun aku cari di setiap sudut rumahku kenapa ayah tidak ada? Kenapa? Kemana dia? Aku mencari terus menerus sampai aku membuka pintu pergi keluar mencari ayah. Dan ibu pun tebangun, untuk mencegah ku pergi namun aku tetap pergi mencari ayah entah dimana ia berada. Aku mencari dari ujung jalan ke ujung jalan lain gelap, jalanan sepi, hanya terdengar suara burung hantu. Aku mencari terus mencari ayahku, dan ibu ku mengikuti ku dari belakang sampai akhir nya aku bertemu ayah di rumah nya temannya, entah apa yang sedang mereka lakukan? Aku bingung banyak orang disitu, aku duduk dipangkuan ayahku melihat ia sedang bermain kartu kartu, aku tidak mengerti kartu apa yang sedang mereka mainkan? Tetapi kenapa di tengah pekumpulan mereka ada banyak uang? Kenapa? Huh entahlah… lalu tidak begitu lama ibu datang menjemput ku, ia mengajak ku pulang. Tetapi aku tidak mau… pada akhirnya ayah memberi ku uang kertas dan aku pun pulang bersama ibu. Begitu terus terjadi setiap harinya….
Setiap hari aku mendengar kedua orang tua ku bertengkar selalu bertengkar entah tentang kenapa mereka selalu berantem, tetapi nenek ku yang selalu mendekapku saat aku takut seperti saat itu. Dan kakek juga ikut bertengkar. Aku bingung apa orang dewasa seperti itu ya? Dan akhirnya pun ibu tidak kuat dengan semua ini, ia memutuskan untuk pergi keluar negeri sebagai TKW, ia pergi ke Singapore. Sebelum ibu ku pergi aku dititipkan ditempat nenek ku di luar kota. Setelah kejadian itu aku sering sekali sakit, demam, batuk yang hingga berminggu-minggu. Ketika kakek ku yang dari ayah mendengar kabar tentang kondisi ku mereka pun memutuskan untuk mejemputku. Tidak sekedar menjemput biasa bahkan keluarga besar datang untuk menjemputku. Saat itu aku sedang bermain dengan sepupu ku, lalu tiba-tiba anak orang yang mengendongku otomatis sepupuku kaget dong… lalu ia lari kerumah kakek dan memberiahu kalau aku diculik orang hahahahha lucu sekali kejadian itu… lalu aku pun dibawa pulang oleh kakek dan ayah ke kota X lagi. Namun, sama saja hal nya aku masih sering sakit hingga berminggu-minggu. Bahkan ketika aku sakit itu aku merasa sakit parah apa aku akan meninggal ya? Karena setiap aku terbangun dari tidurku, aku selalu melihat sosok berbadan besar, berwarna hitam, seolah-olah dia inginkan aku. Aku takut sangat takut hingga menangis histeris, saat seperti itu kakek selalu mengajakku keluar rumah entah mau beli soto, bakso, mie ayam, mainan, ataupun baju yang aku inginkan. Aku merasa kakek tau tentang sosok makhluk itu. Karena hanya ia yang paham. Kakek memang selalu memanjakan aku, aku minta ini dituruti aku minta itu dituruti apasaja pasti dituruti.
Beberapa tahun kemudian ibu ku pulang dari Singapore. Disitu entah kenapa aku seperti tidak mengenal sosok ibu ku sendiri, bahkan ketika pertama kali ia peluk aku sepulangnya dari Singapore aku nangis sejadi jadinya. Aku takut siapa sosok perempuan yang memeluk ku itu. Ternyata ia adalah ibu ku yang sudah bertahun-tahun pergi ke Singapore meninggalkan gadis kecil nya sendiri.
Singkat cerita aku sudah sekolah di TK pippppppppp *sensor*. Ingat sekali disitu aku sering jajan nasi goreng yang *dipincuk* pakai daun pisang dan sendoknya pun daun pisang juga harganya msaih sangat murah saat itu. Saat umur itu kondisi keluarga ku sudah mulai berbeda. Aku kembali sendirian dirumah hanya bersama kakek dan nenek. Dulu ibu ku yang meninggalkan aku saat kecil, bahkan sekarang ayah ku pun juga pergi bersama ibu ku entah aku tidak tau mereka pergi kemana? Yang aku tau aku hidup dengan kakek dan nenekku. Hidupku terus berlangsung walaupun tanpa hadirnya sosok kedua orang tuaku.
Satu tahun kemudian saat aku sedang belajar di bangku TK B ayah dan ibu ku pulang. Dengan perut besar ibu saat itu. Tidak lama kemudian perut besar ibu kempes berubah jadi adik kecil. Nah mulai saat itu hidupku sangat berubah, aku seperti tidak mengenal sosok ibu ku yang lugu dan polos sebegitu baiknya tiba-tiba berubah menjadi monster yang menakutkan. Ibu selalu marah dengan ku, apapun yang aku lakukan salah aku rasa tiada hari tanpa menangis dimarahi ibu bahkan terkadang ibu juga sering pukul aku. Kenapa ibu jadi jahat ya? Kenapa ibu seperti itu denganku? Aku tidak tau apa alasannya. Disaat itu ayahku mulai bekerja sebagai kuli bangunan. Bantu-bantu buat rumah walaupun hasilnya tidak seberapa.
Waktu terus berjalan hingga aku mulai masuk SD di dekat rumah. Aku ingat sekali disaat awal pertama kali masuk SD, aku diantar ayah dengan menggunakan sepeda sejarah dikeluargku sepeda yang tidak akan pernah dijual. Saat itu aku diantar ayah didepan gerbang masjid At-taqwa di dekat rumah dengan menggendong tas spongbob kuningku dengan membawa susu dengan botol salah satu merk air mineral. Tetapi kalian pasti bingung kenapa aku tidak diantar ke sekolah tetapi ke masjid, itu semua karena sekolahan yang akan aku tempati belum selesai dibangun karena aku adalah angkatan pertama di sekolahan tersebut. Aku dan teman-teman ku diperkenalkan satu-satu didepan kelas lebih tepatnya di dalam masjid oleh guruku dan disekolah itu hanya ada 2 guru yang super hebat bernama ustadzah Popon dan ustadzah yani. Ada 7 anak saat itu yang menjadi teman-teman baru ku itu ditambah aku jadi ada 8 anak baru yang masuk sekolah disitu.
Tidak seperti sekolahan lainnya, sekolahku adalah sekolah di alam. Jadi aku dan teman-temanku lebih sering pelajaran diluar kelas. Saat awal-awal aku kelas 1 SD, aku dan teman-teman ku lebih sering berjalan-jalan seperti ke candi prambanan, ke malioboro, ke kebun binatang. Padahal sekolah disitu orang tuaku hanya membayar spp sebesar 15ribu pada saat itu. Itupun sudah mendapat snack dan makan siang. Aku Bahagia bisa dipertemukan dengan teman dan guru yang sangat luar biasa disekolah itu. Waktu terus berjalan, aku ingat waktu itu kita kelas 4 SD atau kelas 5 SD aku dan dan 4 teman perempuanku membuat mahkota dari daun-daun kering dan kita jual ke adik-adik kelas dengan harga mulai 1000rb – 3000rb sepertinya hehehe kita berlima jadi punya uang banyak. Tapi tidak kita bagi namun kita simpan hingga akhirnya menjadi banyak, dan aku ingat lagi saat kelas 4 atau 5 SD aku dan teman-teman ku diajak ustad yamin guru olahraga ku jalan-jalan ke sungai. Saat itu kita sedang jalan-jalan menyusuri sungai, tiba-tiba aku lihat kok banyak udang disungai? Dan udang besar-besar, lalu aku teriak memanggil ustad yamin “Ustad, ada banyak udang disungai” lalu kita berdelapan dan bersama ustad yamin menangkap udang itu bersama-sama. Saat kita sedang asik menangkap udang ternyata ada bapak yang memiliki tambak di dekat sungai mengetahui kalau kita sedang menangkap udang disungai. Bapak itu minta kita untuk menangkap udang dan di jual ke beliau dengan harga 1000rb/ ekor. Lalu kita semangat sekali untuk mengumpulkan udang-udang tersebut. Tetapi ustad yamin pintar sekali beliau mengantongi udang-udang itu dikantong celananya. Setelah udang sudah terkumpul banyak kita mendapatkan uang yang seperti bapak pemilik tambak itu janjikan. Nah sekolahanku ini adalah sekolah full day school jadi kita sekolah hingga pukul 3 sore. Saat sudah sore ustad yamin membuat api unggun kecil untuk membakar udang hasil tangkapan beliau, lalu aku dan teman-teman dipanggil untuk bakar udang bersama. Kita bakar bersama-sama hanya menggunakan bumbu garam, tapi rasa udang itu benar-benar enak sekali mungkin karena kebersamaan bersama teman-teman yang membuat udang itu menjadi lezat sekali.
Jadi uang aku dan ke 7 teman-teman ku menjadi banyak, saat kita akan naik kelas kita makan mie ayam dan bakso bersama-sama. Aku sungguh senang dan Bahagia sekolah di SD tercinta ini. Pada saatnya kita kelas 6 SD aku ingat sekali, saat itu pelajaran apa ya lupa namanya tapi kita berdelapan membaca surat An-Naba hingga An-Nas yang terdapat di juz 30 bersama-sama tanpa membaca Quran hanya saja terkadang dibetulkan oleh guru kita yaitu ustad hanafi. Setelah kita selesai hafalan kita berdelapan makan siang bersama di bawah pohon besar. Sungguh nyaman sekali berada disekolah itu. Sekolah yang tidak hanya ingin membuat muridnya pintar tetapi bertaqwa kepada ALLAH tuhan kita semua umat muslim. Aku dirumah juga sering memakai jilbab dan akhirnya aku memutuskan untuk berjilab walaupun ibuku tidak memakai jilbab.
Walaupun sebenarnya aku disekolah dan dirumah itu sangat berbeda. Dirumah aku selalu mendengar orang tua ku bertengkar bahkan ibuku sering kali memukul aku saat aku melakukan kesalahan. Tetapi itu semua berbeda dengan perasaan nyamanku disekolah.
Namun ada hal yang menarik lagi disekolah yang masih teringat dimemori otak ini, aku dan teman-teman ku bersama ustadzah yani dan dibantu pak sihono membuat kolam berbentuk cinta (hati). Sangat penuh kerjasama untuk membuat kolam itu. Dan waktu beberapa minggu setelah kolam itu jadi dan sudah ada ikan dan tanaman yang menemani ikan itu hidup di air, aku dan teman-teman sedang pelajaran IPA bersama ustad Illiyin, belajar dikolam itu dan kaki kita dimasukan kedalam kolam jadi kolamnya jadi kotor. Karena itu ustadzah yani meminta kita bertanggung jawab untuk membersihkan kolam yang sudah kita buat kotor hehehehe. Aku dan 7 teman ku membersihkan bersama-sama sampai baju basah semua karena kita sambil main-main air biasa anak-anak suka banget bermain air. Pokoknya sangat indah sekali kenangan aku saat SD bersama 8 teman-temanku dan saat ini kita masih bersahabat dengan baik.
Perjalanan ku berlanjut lagi, aku melanjutkan sekolah di SMP negeri didekat rumah lagi. Sekolah yang membuatku tumbuh menjadi remaja lebih baik lagi, aku belajar seperti pelajaran umum lainnya dan yang aku sangat suka waktu aku dan teman-teman SMP belajar membatik dan menari. Aku suka sekali.
Ada suatu kejadian saat aku SMP yang membuat masalah hingga saat ini. Masalah yang menurutku sangat besar hingga buat aku tidak nyaman. Dan ada kejadian dimana aku pertama kali mendapat tamparan diwajahku dari ayah, ya karena ayah orangnya jarang sekali marah. Aku kaget waktu aku meminta uang 20rb dan ia sampai teganya menampar wajahku. Aku piker ibu yang sering marah dan memukul aku tidak pernah hingga menamparku. Aku benar-benar kaget, tetapi mungkin karena ayah lelah setelah pulang kerja tiba-tiba aku meminta uang pada beliau.
Dan pada saatnya aku lulus SMP. Aku sangat sedih karena saat SMP aku ingin melanjutkan sekolah ke SMA karena aku ingin menjadi dokter tapi ibu ku meminta aku untuk melanjutkan di SMK karena agar punya skill saat lulus sekolah. Ibu ku meminta aku untuk kerja setelah lulus SMK karena ibu tidak memiliki biaya untuk membiayaiku jika nanti aku ingin kuliah. Jadi ibu minta aku untuk mencari biaya sendiri saat kuliah nanti. Pada akhirnya aku menuruti kemauan ibu untuk masuk di SMK, aku diterima di salah satu SMK di dekat rumah dengan jurusan yang tidak aku inginkan yaitu jurusan administrasi perkantoran sangat menyimpang dengan kesukaan ku yaitu berhitung.
Aku mulai rusak setelah itu, karena aku tidak nyaman dengan dunia ku saat itu dan banyak masalah yang membuatku memang sangat tidak nyaman. Aku merasa dikekang oleh orang tua ku, apalagi orang tua ku selalu bertengkar di depanku dan aku harus melakukan kegiatan setiap hari yang tidak aku sukai. Apa kalian juga nyaman jika meakkan hal yang tidak kalian inginkan? TIDAK!!! Tidak nyaman sekali. Aku menjadi bukan diriku saat itu. Aku sering main ditempat anak-anak rusak, anak yang suka rokok, suka minum, bahkan pakai obat-obatan terlarang. Dan aku salah satu perokok berat saat itu, beberapa minum dan pernah sekali pakai obat yang tidak aku ketahui sebelumnya. Karena obat itu dicampur kedalam kopiku. Aku juga beberapa kali ke diskotik ternama dikota ku. Tempat orang-orang merasa happy nyaman dengan dunia malam. Saat itu memang duniaku sangat berubah sekali, tetapi aku sangat nyaman dan merasa biasa dengan rok dan baju mini. Sering puang malam bahkan pagi. Aku sering nonton acara band yang memang band itu juga personilnya juga rusak. Bahkan vokalisnya berbadan sangat kurus karena obat, minum, dan rokok yang sering ia konsumsi. Tapi aku suka banget dengan band ini karena band ini apalagi vokalisnya itu orang yang sangat keren dengan karya art nya. Dia memang seniman yang keren. Walaupun memang ada sisi buruknya juga.
Awalnya dulu aku cuma iseng-iseng ngerokok karena ditempatku main banyak banget cewek kayak aku yang ngerokok dan itu sudah menjadi hal yang biasa. Aku biasa ngerokok beli yang eceran satu atau dua batang rokok saja. Lama-lama nyaman dengan rokok dengan dunia ku saat ini. Bahkan aku pernah saat sedang merasa beban yang sangat berat karena masalah-masalah yang ada setiap harinya, aku pernah ngerokok satu bungkus dalam 1-2 jam saja. Dan itu membuat kepala ku sangat sakit sekali, dan dada ku sesak. Sorenya aku dapat kabar kalau kakak dari nenek ku meninggal dunia. Aku datang dan berada di sebelah mayat yang sudah dibungkus kain kafan menajdi pocong itu. Saat itu hidungku keluar darah mimisan, coba kalian bayangkan kalo kalian pocong itu dibungkus bersih dengan kain kafan putih dan hidung kalian mimisan bisa jadi darah itu kena di kain kafan. Kalo gitu aku jadi ketahuan mimisan. Untungnya aku langsung  keluar dan cari kamar mandi untuk bersihin darah mimisan itu. Kepalaku sangat sakit, sakit sekali.
Tahun 2013 yang lalu aku menjadi orang rusak. Orang yang yang tidak memiliki impian. Orang yang sangat-sangat brengsek. Orang yang entah mau bagaimana nanti besarnya. Entah akan menjadi apa nanti. Tetapi ada rasa aku ingin kembali ke jalan yang benar. Aku mencoba berhenti merokok dan minum walaupun masih sering keluar malam. Tetapi usahaku untuk berhenti itu sangat susah sekali. Sudah aku coba dengan berbagai cara tapi toh nyatanya aku tetap saja merokok dan minum. Ya rabb, aku seperti tidak mengenal diriku. Aku malu dengan mu ya ALLAH. Aku ingin kembali bersama MU ya rabb.
Pada akhirnya diriku terpukul atas kepergian kakek ku yang benar-benar menyangiku. Saat itu sedang bulan ramadhan. Kakek sakit hanya sebentar, waktu itu sempat pulang ke rumahnya. Aku sempat menyuapi agar-agar kakek. Saat menyuapi agar-agar kakek aku merasa heran. Saat itu hape kakek berdering karena ada telfon dan client kerjanya. Karena kakek adalah seorang makelar tanah jadi ya banyak sekali client kerjanya yang menghubungi beliau untuk meminta bantuan. Waktu aku bilang “kek daritadi ada telfon kok enggak diangkat” sambil menyerahkan hape kakek dan jawaban kakek “aku sudah enggak butuh hape, biarkan saja”. Aku semakin bingung, saat aku cek hape nya banyak sekali sms dari client kerjanya mungkin sudah dari 4 atau 5 hari yang lalu tidak beliau balas. Tetapi disitu aku tetap berpikir ya mungkin karena kakek juga sedang sakit jadi tidak memikirkan pekerjaanya, aku tetap menyuapi kakek. Sorenya badan kakek merasa capek sekali, dan beliau dipijit oleh pakde ku. Mungkin karena pakde memijatnya terlalu kencang sehingga kakek merasa kesakitan dan beliau memanggil-manggil nama ibunya. Kakek bilang kangen dengan ibunya.
Hari berikutnya kakek dibawa kerumah sakit, dan kata dokter harus cek darah. Saat dicek darah kakek sudah berwarna merah gelap karena dari muda kakek sering merokok. Dan kata dokter kakek gagal ginjal harus cuci darah. Adik ku menemani kakek dirumah sakit tetapi katanya kakek memegang tangan adikku terus seperti orang akan pamitan. Sore harinya adik diantar ayah pulang. Dan pada akhirnya hingga malam aku dan adik tinggal dirumah berdua karena ayah dan ibu sedang merawat kakek dirumah sakit. Tiba-tiba sekitar pukul 19.30 perasaanku menjadi tidak enak, rasanya tidak nyaman sekali. Aku sms ibu dan Tanya kondisi kakek bagaimana dan ibu hanya membalas “Kakek baik-baik saja, tolong doakan kakek bacakan yasin ya biar segera sembuh”. Tidak berpikir panjang aku mengambil air wudhu dan membacakan yasin untuk kakek. Perasaanku tetap tidak enak aku sms ibu untuk menyusul ke rumah sakit tapi kata ibu enggak usah nanti malah merepotkan keluarga. Ya sudah aku dengarkan omongan ibu. Aku susah tidur, karena kepikiran kakek dan perasaanku tidak enak. Benar dengan firasatku ini, mungkin karena ikatan batin kakek kepada cucunya. Pukul 11.30 mbak yang mengontrak dirumahku memanggil aku, dan tiba-tiba memelukku erat sekali dan ia bilang “Kamu yang sabar ya dek, kuatkan hatimu, kakek sudah tidak ada sejak dari jam 21.00 wib”. Tiba-tiba air mataku menetes sedih merasa kehilangan kakek. Aku membangunkan adikku dari tidurnya member tau kalau kakek sudah tidak ada. Aku panik, aku ingin kerumah sakit tapi kata ibu aku enggak usah kerumah sakit kareana kakek sudah akan dibawa kerumah.
Setengah jam kemudian ayah datang kerumah menjemput aku dan adik untuk kerumah kakek. Dirumah kakek sudah banyak sekali orang-orang disana. Aku membawa boneka coklatku untuk aku peluk karena aku enggak kuat lihat kakek ku meninggal. Setelah lama menunggu sekitar pukul 01.30 pagi ambulance datang. Dan kakek diturunkan dari ambulance di angkat diruang tengah. Aku hanya lemas melihat raga kakek didepanku. Aku enggak bisa berkata-kata lagi, badanku sangat lemas dan aku hanya duduk sambil menangis didepan mayat kakek. Lalu kakek dimandikan didepan rumah, aku hanya bisa menangis terus menerus. Aku merasa belum bisa banggakan kakek, membuat kakek senang. Apalagi aku belum sempat meminta maaf dan kakek belum sempat pamitan denganku karena aku tidak boleh kerumah sakit. Saat itu aku jadi kesal kepada ibuku kenapa aku tidak boleh kerumah sakit????????? Setelah selesai dimandikan kakek dikafani. Aku hanya duduk disamping kakek dengan menangis dan membacakan surat yasin disamping kepalanya. Karena aku nangis terus tidak berhenti-henti aku lemes sekali. Aku ingin sekali mencium kakek untuk pertama dan terakhir kalinya. Aku berusah berdiri dan mencium kening kakek, aku tau pasti kakek merasakannya. Aku tidak tidur hingga pagi hari, mata ini memang sangat lelah tetapi aku tidak ingin untuk tidur. Nenek menyiapkan makan sahur untuk saudara-saudara yang ada di rumah kakek, tetapi aku tidak ingin sahur aku ingin bersama kakek untuk terakhir kalinya.
Aku lihat nenek sedang memberesi baju-baju kakek dikamar, aku mendekatinya dan membantunya. Nenek sangat sedih tetapi hanya beberapa kali mengeluarkan air matanya. Nenek bercerita saat dirinya dicari-cari kakek dengan mengendarai kuda kakek keliling mencari-cari nenek, kata nenek seperti kesatria yang mencari pujaan hatinya. Nenek juga bercerita sebelum kakek meninggal nenek diajak kakek jalan-jalan ke pantai berdua dengan motor hitamnya dan nenek merasa Bahagia sekali. Nenek juga bilang selama menjadi istri kakek, nenek baru kali itu membuka dompet kakek. Karena nenek menghargai dan menghormati kakek sebagai suaminya, ia juga bilang kalau seorang istri itu tidak boleh sembarangan membuka dompet suami apalagi suaminya tidak mengetahui. Ya rabb, saya merasakan sungguh besar cinta nenek ke kakek.
Siang harinya, banyak saudara dan kerabat terdekat datang untuk mendoakan dan menshalatkan kakek. Dan aku menggunakan jaket hitam yang diberikan kakek terkahir kalinya sebelum ia meninggal. Hingga pukul 13.00 acara penghormatan terakhir kepada kakek memakai cara adat jawa dimulai. Setelah selesai semua acaranya, kakek dimakamkan di dekat rumahku kerena keluarga besar kakek juga dimakamkan disana. Setelah acara pemakaman selesai, kita semua kembali pulang ke rumah nenek. Selama satu minggu setelah pemakaman kakek masih ada acara pengajian dirumah nenek.
Setelah kejadian ini aku benar-benar ingin kembali kejalan yang benar, aku ingin bertaubat aku ingin kembali kepada ALLAH, aku ingin berhenti dari dunia gelapku ini. Sampai pada akhirnya aku bertemu Mas Adi. Saat itu kami bertemu diacara pengajian di dekat rumah, mas Adi diundang ke pengajian itu. Awalnya aku biasa saja, saat beliau menjelaskan bahwa beliau seorang terapis hypnotherapy dan biasa membantu teman-teman yang memiliki masalah seperti aku ini. Mas adi orangnya lucu suka bercanda gitu. Kata temanku minta tolong mas Adi aja untuk selesaikan masalahmu, tapi jangan di gait juga hahahaha. Dengan nada bercanda aku menjawab, lihat aja nanti kalau enggak bisa mendapatkan mas adi jangan panggil aku *……* Setelah acara selesai aku meminta pin BB mas Adi untuk minta tolong bantuannya menyelesaikan masalahku ini. Saat mas adi sedang menerima telfon, ia memberikan smartphone nya dan saya catatan pin BB beliau.
Tiga hari berikutnya aku memberanikan diri untuk BBM mas adi. Aku ceritakan apa maksud dan tujuanku minta pin mas adi karena ingin minta tolong lepas dari masalah ku ini, lepas dari dunia gelap ku ini, lepas dari rokok paling utama. Dan akhirnya mas adi memintaku untuk ketemuan saja agar lebih nyaman untuk bercerita. Saat itu ia bilang, lebih baik bertemu di kantornya di daerah kota sana katanya tempat biro perjalanan haji gitu, toh karena saat itu aku tidak berjilbab aku berpikir akan berjilbab waktu disana. Aku meminta temanku untuk menemani ku bertemu dengan mas adi.
Setelah magrib aku dan temanku kesana mencari kantor yang dimaksud mas adi. Saat sudah ketemu aku, pintu kantor dibuka langsung oleh mas adi. Ternyata mas adi sudah menunggu didalam. Saat aku dan temanku datang dipersilahkan masuk dan duduk di sofa. Aku bercerita maksud aku datang kesitu. Dan mas adi ingin membantuku dan ia menawari apa aku mau diterapi? Aku jawab ya mas mau. Mas adi bertanya apa aku membawa rokok? Ya sentak aku kaget dong kan tujuanku ingin berhenti merokok dan dunia kelam ku. Mas adi bilang ia untuk mengetahui seberapa nikmatnya kamu merokok. Oke lalu aku diantar temanku membeli rokok dan korek api. Aku cari kesana kemari enggak ada yang jual di dekat kantor itu. Lalu aku tetep mencari dan akhirnya ketemu. Aku membeli rokok dan korek api tersebut dan kembali ke kantor untuk bertemu mas adi. Dan akhirnya pun mulai proses terapi nya. Aku merokok dan diberi sugesti sugesti oleh mas adi, aku di hypnosis tapi aku tetap sadar pada saat itu. Setelah beberapa lama aku pun mulai jijik dengan yang nama nya rokok. Hih sampai aku pun bangun dan mual-mual serasa ingin aku keluarkan semua asap rokok yang ada ditubuh ini. Itu hal benar-benar menjijikkan. Bahkan aku juga lupa kemana rokok dan korek itu sekarang.
Waktu terus berlalu, aku sering di ajak mas adi untuk menjadi testimony di depan banyak orang. Yang pertama itu dengan salah satu sekolah non muslim di daerah jakal, aku bersama ditemani teman ku pergi kesana. Aku menjadi bukti di depan mereka bahwa seseorang yang rusak, yang mempunyai masa lalu yang kelam bisa bangkit lagi bisa menjalani hidupnya normal lagi. Setelah kejadian itu aku diminta mas adi untuk datang ke BNN bertemu dengan kepala divisi pencegahan, aku ditemani temanku lagi dan aku tidak pakai jibab karena memang aku tidak pakai jilbab saat itu. Aku pertama kali datang ke BNN dengan baju lengan pendek dan celana jeans dengan rambut pajang teurai. Ketika aku dan teman aku turun dari motor satpam disana sudah tidak nyaman gitu melihat kita seolah-olah kita ini anak yang nakal hehehe lalu mas adi datang menjemput aku dan temanku bilang “santai, ini anak baik-baik kok. Mereka tamu ku” lalu seketika satpamnya berubah menjadi ramah terhadapku dan temanku. Hahaha di dalam aku ngobrol santai dengan mas adi dan pak kepala.
Waktu terus berlalu, saat yang kedua aku diminta mas adi dan pak kepala menjadi testimony pada acara BNN di Hotel daerah Kaliurang untuk mengisi anak-anak salah satu SMK swasta. Karena acara nya malam jadi aku datang setelah magrib perjalanan menuju kesana. Dan pertama kali nya aku ke daerah sana sendiri. Ternyata disitu juga ada kak orin yang juga menjadi testimony disitu. Dia berlatar belakang beda dengan ku kasusnya dia karena keluar malam dan hura-hura happy aja sama teman-temannya. Setelah acara selesai kita rame-rame berencena mau cari makan sekaligus menikmati malam di kaliurang. Tadi nya aku mau ikut tapi karena mas adi tidak ikut aku pikir mending aku ngobrol dan curhat dengan mas adi aja. Setelah mereka pergi aku dan mas adi ngobrol berdua tentang banyak hal. Ditengah obrolan kami ada yang mengetok pintu kamar dan tenyata salah satu anak dari sekolahan swasta tadi mau curhat dengan mas adi. Sebelum mas adi keluar tiba-tiba dia cium keningku dan bilang “jangan cemburu ya”. Sontak aku kaget banget eh, kok bisa-bisanya dia cium aku dan bilang jangan cemburu lah emang dia siapa aku? Setelah mas adi selesai ngobrol dengan anak itu aku pun keluar duduk dikursi depan bareng mas adi dan melanjutkan obrolan kita. Dengerin lagu jazz bareng lagunya waldjinah yang ketaman asmoro. Sambil mas adi liatin ketikan buku yang pengen ia buat. Pukul 24.00 teman-teman kembali dari makan-makannya. Aku dan mas adi dapat oleh-oleh nasi goreng dan mereka bercerita kalau mobilnya mogok didekat makam hehehe ada ada aja.
Waktu terus berlalu, setelah beberapa bulan kenal mas adi, aku pun mulai tertarik dengan mas adi. Rasa ini tumbuh begitu saja, mungkin karena rasa nyaman dan nyambung aja ngobrol sama mas adi. Mas adi tenyata juga suka dengan ku. Malam itu di kantor nya aku ngobrol berdua dengan mas adi hanya berdua. Saat kita ngobrol entah setan apa yang membisiki kita berdua untuk saling bercinta. Dan bodohnya aku enggak berpikir panjang lagi tentang itu. Kami pun mulai berciuman mesra dan akhirnya bercinta. Untuk pertama kalinya aku bercinta, jadi otomatis mas adi mendapatkan keperawananku. Dan pada akhirnya pukul setengah Sembilan malam aku pulang dan merasa kan entah bagaimana lagi mengungkapkan perasaan ini. Hari terus berganti dan kami pun sering sekali bercinta. Entah dikantor atau kita sewa hotel. Dan kejadiannya Oktober 2013 aku dan mas adi bercinta di hotel daerah kaliurang. Dan ternyata mas adi habis minum obat gamat penyubur sperma gitu. Aku dan mas adi bercinta dengan asyiknya. Dan beberapa minggu setelah itu aku hamil. Hamil untuk pertama kalinya hamil anak mas adi. Aku merasakan mual pagi hari, badan lemas, wajah pucat ya selayaknya orang hamil seperti biasanya. Aku bilang mas adi dan akhirnya kita testpack. Ada 2 garis tapi garis satunya samar-samar gitu. Lalu akhirnya aku dan mas adi memutuskan untuk mengecek nya kedokter. Saat di dokter pun ada 2 garis tapi satu garisnya samar-samar. Lalu kata dokter kalau aku ini memang positif sedang mengandung. Saat itu aku senang sekali untuk pertama kalinya aku hamil dan dirahimku ada makhluk yang sedang tumbuh disana. Namun karena saat itu aku masih sekolah dan mas adi belum siap akhirnya kami putuskan akan mengugurkan kandungan ini. Aku minta ke mas adi, aku ingin merasakan menjadi ibu hamil untuk sementara waktu saja. Aku ingin ngobrol dengan janin yang ada diperutku. Setelah bayi ini umur 3 bulan tepatnya beberapa hari setelah  aku dan mas adi mengugurkan janin ini denga penuh kesedihan dan air mata yang mengalir. Kami mengugurkan janin ini dengan obat yang harus aku minum dan dimasukan melalui ms.v juga. Saat itu perutku rasanya sangat sakit sekali walaupun mas adi ada disampingku menemaniku tapi rasa sakit itu sangat sakit sekali. 2 hari setelah itu mas adi harus pergi ke purwokerto. Nah 2 hari setelah itu tepatnya tanggal 10 Januari 2014 pagi-pagi sekitar pukul setengah 3 pagi aku terbangun dan ternyata janinku sudah keluar ia gumpalan darah janinku berada ditangan kiri ku. Begitu banyak darah yang ada. Saat itu mas adi sudah sampai purwokerto dan aku bilang lalu ia memutuskan untuk balik ke jogja. Aku bingung aku ingin janin ku berada didekatku. Aku ingin menguburkannya didekat rumah tapi kata mas adi enggak bisa nanti ketahuan banyak orang. Sampai akhir nya sebelum aku berangkat sekolah aku bertemu mas adi dan menyerahkan janin itu. Dan ternyata janin itu dimakamkan di candi dekat rumahku. Anak itu diberi nama oleh mas adi “HALILINTAR”. Nak saat bunda nuliskan cerita ini bunda sambil meneteskan air mata bunda. Bunda kangen kamu nak bunda sedih pengen peluk kamu. Kalau kamu masih ada pasti kita udah main main berdua atau bahkan bertiga dengan ayah.
Waktu terus berjalan hingga pada akhirnya, aku dan mas adi tetap bercinta dan ya menjalin hubungan ini. Dan pada bulan juni saat aku sedang PKL setelah makan siang tiba-tiba aku muntah. Aku muntahkan makanannya dikamar mandi. Setelah itu aku bilang dengan mas adi dan beberapa hari berikutnya kita testpack. Dan ternyata hasilnya negative. Tapi kok aku ngerasa ada yang beda ya? Untuk memastikannya aku dan mas adi cek ke dokter diluar kota. Dan kata dokternya negative. Tapi tetap saja aku merasa ada yang aneh. 2 minggu setelah itu aku dan mas adi kembali ke dokter itu lagi dan tenyata positif aku sedang mengandung anak kedua mas adi. Saat itu aku iseng membaca-baca sms dan bbm mas adi. Enggak sengaja aku mendapati mas adi sms ke perempuan lain dengan panggilan “say”. Aku kaget banget. Saat aku sedang mengandung anaknya kenapa dia kayak gitu ke aku? Jahat banget!!!! Aku benar-benar sakit hati. Bisa-bisa nya dia kayak gini!!! Marah-marahan dan akhirnya aku pulang. Tanggal 20 Juni adalah ulang tahun ku. Anak kedua kami ini diberi nama Bayu. Bayu adalah kado terindah saat ulang tahunku. Namun pada akhirya aku dan mas adi akan menggugurkan anak kita lagi. Sebelum mengugurkan mas adi sempat menawari yuk kita rawat janin ini, tapi tanpa berpikir panjang aku bilang aku harus lulus dan beri ijazah ke ibu. Aaaaaaaaaaaa sedih banget rasanya kalo inget itu. Akhirnya aku gugurkan janin yang tidak berdosa itu. Satu hari setelah itu ada gumpalan darah yang keluar. Aku kira sudah bersih. Tapi 2 hari setelah itu aku merasakan sakit perut yang luar biasa. Sakit sekali rasanya saat itu aku sedang PKL tapi rasanya aku pengen segera pulang, perutku sakit banget. Mungkin ya ini ya rasanya orang melahirkan. Lemes badanku. Dan ternyata ada gumpalan darah lagi keluar. Aku pikir anak ini kembar atau bagaimana ya aku binggung. Setelah kejadian itu aku dan mas adi tetap menjalani hubungan. Dan kami tetap sering melakukan rutinitas bercinta kami.
Saat ini aku sudah lulus sekolah. Namun ketika aku lihat ijazah ku, aku binggung. Ijazahku ini untuk apa? Dulu aku korbankan anakku demi ijazah ini, tapi nyatanya sekarang tidak adan gunanya. Aku sedih banget. Ya rabb apa dosa ku ini masih bisa di ampuni?

Tidak ada komentar:

Berita Viral Terkini