proposal kewirausahaan - skripsi man (dulrohman webs)

Jumat, 19 Februari 2010

proposal kewirausahaan

Sabtu, 25 April 2009
PROPOSAL KEWIRAUSAHAAN
"Beternak Ayam Potong/Pedaging"
diposkan oleh dulrohman
(http://www.dulrohman.blogspot.com)





Disusun Oleh :

NAMA : M.Ngabdurrokhman.M

No : 21











SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGRI 2 TEMANGGUNG

Jalan .Kartini no.34 b Temanggung





copyright@2009

KATA PENGANTAR


Syukur Alhamdulillah diucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunianya kepada penulis hingga bias menyelesaikan proposal beternak Ayam potong ini . Kemudian salawat beriring salam tidak pula lupa kita kirimkan kepada nabi besar kita Muhammad SAW, yang telah membawa kita dari alam yang tanpa ilmu pengetahuan kedalam alam yang penuh dengan ilmu yang serba canggih sehingga memacu kita untuk lebih berprestasi dalam kehidupan kita.


Proposal ini merupakan tugas mandiri yang diberikan oleh Guru kewirausahaan untuk melengkapi tugas Sekolah yang diikuti di bangku sekolah sekaligus sebagai tes kemampuan bagi siswa sejauh mana wawasannya dalam membuat suatu usaha yang didasari atas teoritis tampa melaksanakannya dilapangan.


Penulis mengucapkan banyak terima kasih Kepada Bapak/Ibu pengajar mata pelajaran Kewira Usahaan dan semua pihak yang ikut berpartisipasi dalam menyelesaikan Proposal ini. Semoga Proposal ini kelak berguna hendaknya.
Penulis menyadari banyak kekurangan dalam penulisan proposal ini kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan Proposal ini ini terima kasih.




Temanggung,30 april 2009

ttd



Penulis












BABI. PENDAHULUAN



A. Latar Belakang

Mencari pekerjaan dimasa sekarang ini merupakan hal yang cukup sulit. Banyak sekali calon pekerja yang berkeinginan untuk bekerja di instansi pemerintahan atau swasta,tetapi lapangan pekerjaan saat ini sangat terbatas, hal ini menyebabkan jumlah pengangguran semakin banyak. Dilihat dari segi ekonomi individual tentu saja masalah pengangguran itu sangat merugikan karena manusia mempunyai kebutuhan yang tidak terbatas. Oleh karena itu sebagai calon tenaga kerja, kita harus mampu berpikir kreatif dan inovatif yang mampu membaca peluang serta pandai memanfaatkan peluang tersebut sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan tidak terfokus hanya pada satu jenis pekerjaan saja.


Wirausaha merupakan salah satu usaha untuk mengatasi meningkatnya jumlah pengangguran. Selain menguntungkan dari segi ekonomi, sebagaian besar kegiatan wirausaha juga sangat membantu usaha-usaha dalam memenuhi kebutuhan masyarakat banyak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Salah satu usaha yang mudah dikembangkan yaitu pemeliharaan ayam pedaging karena banyak orang yang membutuhkannya. Sebagai contoh diwilayah Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya banyak penjual ayam bakar,sate ayam,soto ayam dan sebagainya yang membutuhkan daging ayam yang terus meningkat setiap harinya. Untuk memenuhi kebutuhan ini banyak peternak ayam boiler yang bersaing untuk menyuplai akan kebutuhan daging tersebut.


Dalam rangka memanfaatkan peluang ini, penulis mencoba mendirikan sebuah usaha beternak ayam potong (pedaging) yang diberi nama ”UNGGAS MAKMUR”.













B. Identifikasi Masalah


Saat ini telah banyak orang yang mendirikan usaha beternak ayam potong/pedaging, namun kurang sukses dan banyak yang merugi. Hal tersebut mungkin disebabkan saat mereka akan mendirikan usaha mereka tidak memperhatikan konsep-konsep dasar berusaha yang didalamnya terdapat 9 langkah pola berusaha dalam membentuk usaha, membina serta mengembangkan usaha, selain itu, mereka kurang sukses karena mereka tidak memiliki sikap-sikap wirausahawan yang baik dan tangguh. Maka dari itu agar kita bisa sukses dalam berwira usaha kita harus melaksanakan konsep-konsep dasar berusaha dan memiliki sikap wirausahawan yang baik serta sabar dan ulet dalam berwirausaha.
Adapun faktor-faktor yang dapat mendukung maupun menghambat usaha ini adalah :

1. Faktor Pendukung:
a. Prospek atau peluangnya cukup besar untuk dikembangkan.
b. Memberikan pendapatan/keuntungan yang cukup besar.
c. Permintaan daging ayam selalu meningkat setiap bulan.
d. Pemeliharaan tidak begitu sulit.
e. Tidak memerlukan modal yang cukup banyak.
f. Tidak membutuhkan tenaga kerja yang banyak.
g. Peluang pasar yang besar untuk pemasaran.
h. Tidak memerlukan waktu yang begitu lama untuk setiap kali panen.
2. Faktor Penghambat
a. Banyak jenis usaha yang sama sebagai pesaing.
b. Bila anak ayam terserang penyakit atau stres sulit untuk dipulihkan.
c. Memerlukan keahlian dan keuletan yang lebih dalam mengenai beternak ayam
d. Cukup sulit mendapatkan anak ayam yang sehat.

Prospek Usaha beternak ayam potong/pedaging di Ponorogo masih mempunyai peluang yang cukup besar, dilihat dari tingkat pemanfaatan potensi pemeliharaan serta kemungkinannya dikirim keluar daerah. Dapat dilihat dari nilai ekonomisnya, yaitu apabila diperoleh anak ayam yang sehat, maka dalam preses pemeliharaannya akan lebih mudah, sehingga apabila ayam-ayam tersebut sudah besar maka dapat dijual dengan harga yang tinggi dan akan berpengaruh dalam pendapatan usaha beternak ayam tersebut. Oleh karena itu kualitas anak ayam sangat menentukan untuk mendapat tujuan yang diharapkan.

C. Batasan Masalah
Sebenarnya ada banyak peluang untuk mendirikan usaha namun penulis memilih usaha beternak ayam potong karena usaha ini selain memiliki peluang pasar yang besar, usaha ini juga tidak membutuhkan modal yang besar dan tidak memerlukan tenaga kerja yang banyak. Usaha ini juga memiliki prospek yang yang cerah dengan resiko kegagalan yang relatif kecil. Karena hal-hal inilah, penulis sebagai pemula dalam dunia usaha berharap dapat menjalankan usaha ini dengan sukses..

D. Tujuan
Tujuan dari usaha pemeliharaan ayam potong ini adalah:
1. Dapat melakukan usaha pemeliharaan ayam potong/pedaging dengan baik dan memberikan manfaat yang besar.
2. Dapat memasarkan daging ayam dengan baik.
3. Dapat menjaga kelangsungan usaha dan mengembangkannya.
4. Dengan usaha ini pengalaman dan penghasilan penulis dapat bertambah.



























BAB II
KAJIAN TEORITIS



Analisis SWOT

Sebelum melaksanakan suatu usaha baru kita perlu mengetahui hal-hal/aspek-aspek yang berpengaruh terhadap usaha tersebut. Hal tersebut diantaranya adalah aspek kekuatan(strenght), kelemahan(waekness), kesempatan(opportunities), dan ancaman (threath). Dengan melakukan analisis terhadap hal-hal tersebut diharapkan usaha akan berjalan lancar dan sukses. Berikut adalah beberapa hal dari masing-masing aspek diatas:


a). Strenght:

1). Beternak anak ayam potong/pedaging tidak begitu sulit
2). Resiko merugi/kegagalan kecil dengan modal yang relatif kecil.
3). Usaha ini mudah dilakukan dan tidak membutuhkan tenaga kerja yang banyak.


b). Weakness:

1). Bila anak ayam terserang penyakit atau stres sulit untuk dipulihkan.
2). Sulit mendapatkan anak ayam yang sehat dengan kualitas unggul.
3). Terjadinya wabah Penyakit yang sangat mudah menular bagi Unggas

c). Opportunities

1). Prospek atau peluangnya cukup besar untuk dikembangkan
2). Permintaan pasar tiap tahunnya selalu meningkat.
3). Memberikan keuntungan yang cukup besar.


d). Threath:

1). Banyak jenis usaha yang sama sebagai pesaing.
2). Persaingan dalam pemasaran yang semakin ketat.

BAB III

DESKRIPSI USAHA BUDIDAYA AYAM RAS PEDAGING







A). SEJARAH SINGKAT

Ayam pedaging merupakan ayam yang sangat banyak dibutuhkan pada saat ini karena memiliki rasa yang has lain dari ayam ras dan memiliki kekenyalan daging yang lebih a lot dibandingkan dengan ayam ras salah satu jenisnya:
Ayam jawa
Jenis ayam ini merupakan jenis ayam yang banyak beredar pada saat ini umumnya didaerah pedesaan seperti ayam kedu, ayam cianjur, ayam karawang, ayam tukung, ayam trondol, ayam sumatera, ayam Kalimantan.dalam jangka waktu pemeliharaanh antara 3-4 bulamn ayam buras sudah mencapai berat 2 kg dan sudah dapat dipasarkan dengan harga yang cukup lumayan untuk cirri- cirri ayam buras pedaging ini dapat kita lihat dalam kehidupan kita sehari- yang bayak terdapat disekitar kita.
Untuk memperoleh bibit ayam buras pada saat ini untuk daerah pekanbaru sangat mudah sekali karma sudah ada perusahaan hendcri yang menetaskan anak ayam atau dengan penetasan secara tradisional yang banyak dilakukan nseperti saat ini klemampuan induk ayamj ini untuk menetaskan telurnya 10-15 butir per priode penetasan sangat banyak.


Ayam ras pedaging disebut juga broiler, yang merupakan jenis ras unggulan hasil persilangan dari bangsa-bangsa ayam yang memiliki daya produktivitas tinggi, terutama dalam memproduksi daging ayam. Sebenarnya ayam broiler ini baru populer di Indonesia sejak tahun 1980-an dimana pemegang kekuasaan mencanangkan panggalakan konsumsi daging ruminansia yang pada saat itu semakin sulit keberadaannya. Hingga kini ayam broiler telah dikenal masyarakat Indonesia dengan berbagai kelebihannya. Hanya 5-6 minggu sudah bisa dipanen. Dengan waktu pemeliharaan yang relatif singkat dan menguntungkan, maka banyak peternak baru serta peternak musiman yang bermunculan diberbagai wilayah Indonesia.









B). SENTRA PETERNAKAN



Ayam telah dikembangkan sangat pesat disetiap negara. Di Indonesia usaha ternak ayam pedaging juga sudah dijumpai hampir disetiap propinsi .





C). JENIS



Dengan berbagai macam strain ayam ras pedaging yang telah beredar dipasaran, peternak tidak perlu risau dalam menentukan pilihannya. Sebab semua jenis strain yang telah beredar memiliki daya produktifitas relatif sama.Artinya seandainya terdapat perbedaan, perbedaannya tidak menyolok atau sangat kecil sekali. Dalam menentukan pilihan strain apa yang akan dipelihara, peternak dapat meminta daftar produktifitas atau prestasi bibit yang dijual di Poultry Shoup. Adapun jenis strain ayam ras pedaging yang banyak beredar di pasaran adalah: Super 77, Tegel 70, ISA, Kim cross, Lohman 202, Hyline, Vdett, Missouri, Hubbard, Shaver Starbro, Pilch, Yabro, Goto, Arbor arcres, Tatum, Indian river, Hybro, Cornish, Brahma, Langshans, Hypeco-Broiler, Ross, Marshall”m”, Euribrid, A.A 70, H&N, Sussex, Bromo, CP 707.





D). MANFAAT



Manfaat beternak ayam ras pedaging antara lain, meliputi:

penyediaan kebutuhan protein hewani

pengisi waktu luang dimasa pensiun

pendidikan dan latihan (diklat) keterampilan dikalangan remaja

tabungan di hari tua

mencukupi kebutuhan keluarga (profit motif)





E). PERSYARATAN LOKASI

Lokasi yang cukup jauh dari keramaian/perumahan penduduk.

Lokasi mudah terjangkau dari pusat-pusat pemasaran.

Lokasi terpilih bersifat menetap, artinya tidak mudah terganggu oleh keperluan-keperluan lain selain untuk usaha peternakan.





F). PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA



Sebelum usaha beternak dimulai, seorang peternak wajib memahami 3 (tiga) unsur produksi yaitu:

1) manajemen (pengelolaan usaha peternakan),

2) breeding (pembibitan) dan

3) feeding (makanan ternak/pakan)



1).Penyiapan Sarana dan Peralatan:



v Perkandangan

Sistem perkandangan yang ideal untuk usaha ternak ayam ras meliputi:

persyaratan temperatur berkisar antara 32,2-35 derajat C,

kelembaban berkisar antara 60-70%, penerangan/pemanasan kandang sesuai dengan aturan yang ada,

tata letak kandang agar mendapat sinar matahari pagi dan tidak melawan arah mata angin kencang, model kandang disesuaikan dengan umur ayam,

untuk anakan sampai umur 2 minggu atau 1 bulan memakai kandang box, untuk ayam remaja ± 1 bulan sampai 2 atau 3 bulan memakai kandang box yang dibesarkan dan untuk ayam dewasa bisa dengan kandang postal atapun kandang bateray.

Untuk kontruksi kandang tidak harus dengan bahan yang mahal, yang penting kuat, bersih dan tahan lama.

v Peralatan

1. Litter (alas lantai)

Alas lantai/litter harus dalam keadaan kering, maka tidak ada atap yang bocor dan air hujan tidak ada yang masuk walau angin kencang. Tebal litter setinggi 10 cm, bahan litter dipakai campuran dari kulit padi/sekam dengan sedikit kapur dan pasir secukupnya, atau hasi serutan kayu dengan panjang antara 3–5 cm untuk pengganti kulit padi/sekam.

2. Indukan atau brooder

Alat ini berbentuk bundar atau persegi empat dengan areal jangkauan 1-3 m dengan alat pemanas di tengah. Fungsinya seperti induk ayam yang menghangatkan anak ayamnya ketika baru menetas.



3. Tempat bertengger (bila perlu)

Tempat bertengger untuk tempat istirahat/tidur, dibuat dekat dinding dan diusahakan kotoran jatuh ke lantai yang mudah dibersihkan dari luar. Dibuat tertutup agar terhindar dari angin dan letaknya lebih rendah dari tempat bertelur.



4. Tempat makan, minum dan tempat grit

Tempat makan dan minum harus tersedia cukup, bahannya dari bambu, almunium atau apa saja yang kuat dan tidak bocor juga tidak berkarat. Untuk tempat grit dengan kotak khusus .



5. Alat-alat rutin

Alat-alat rutin termasuk alat kesehatan ayam seperti: suntikan, gunting operasi, pisau potong operasi kecil, dan lain-lain.

PembibitanTernak yang dipelihara haruslah memenuhi persyaratan sebagai berikut:

ternak sehat dan tidak cacat pada fisiknya

pertumbuhan dan perkembangannya normal

ternak berasal dari pembibitan yang dikenal keunggulannya.

tidak ada lekatan tinja di duburnya.



2). Pemilihan Bibit dan Calon Induk:



Ada beberapa pedoman teknis untuk memilih bibit/DOC (Day OldChicken)/ayam umur sehari Berikut:

1. Anak ayam (DOC ) berasal dari induk yang sehat.

2. Bulu tampak halus dan penuh serta baik pertumbuhannya .

3. Tidak terdapat kecacatan pada tubuhnya.

4. Anak ayam mempunyak nafsu makan yang baik.

5. Ukuran badan normal, ukuran berat badan antara 35-40 gram.

6. Tidak ada letakan tinja diduburnya.





3). Perawatan Bibit dan Calon Induk:



Dilakukan setiap saat, bila ada gejala kelainan pada ternak supaya segera diberi perhatian secara khusus dan diberikan pengobatan sesuai petunjuk Dinas Peternakan setempat atau dokter hewan yang bertugas di daerah yang bersangkutan.



v Pemeliharaan dan Pemberian Pakan dan Minuman :

Untuk pemberian pakan ayam ras broiler ada 2 (dua) fase yaitu fase starter (umur 0-4 minggu) dan fase finisher (umur 4-6 minggu).

Kualitas dan kuantitas pakan fase starter adalah sebagai berikut:
kualitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 22-24%, lemak 2,5%, serat kasar 4%, Kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9%, ME 2800-3500 Kcal.
kuantitas pakan terbagi/digolongkan menjadi 4 (empat) golongan yaitu minggu pertama (umur 1-7 hari) 17 gram/hari/ekor, minggu kedua (umur 8-14 hari) 43 gram/hari/ekor, minggu ke-3 (umur 15-21 hari) 66 gram/hari/ekor dan minggu ke-4 (umur 22-29 hari) 91 gram/hari/ekor. Jadi jumlah pakan yang dibutuhkan tiap ekor sampai pada umur 4 minggu sebesar 1.520 gram.

Kualitas dan kuantitas pakan fase finisher adalah sebagai berikut:
kualitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 18,1-21,2%; lemak 2,5%, serat kasar 4,5%, kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9% dan energi (ME) 2900-3400 Kcal.

kuantitas pakan terbagi/digolongkan dalam empat golongan umur yaitu:
minggu ke-5 (umur 30-36 hari) 111 gram/hari/ekor,
minggu ke-6 (umur 37-43 hari) 129 gram/hari/ekor,
minggu ke-7 (umur 44-50 hari) 146 gram/hari/ekor dan
minggu ke-8 (umur 51-57 hari) 161 gram/hari/ekor.



jadi total jumlah pakan per ekor pada umur 30-57 hari adalah 3.829 gram.

Pemberian minum disesuaikan dangan umur ayam yang dikelompokkan dalam 2 (dua) fase yaitu:

· Fase starter (umur 1-29 hari), kebutuhan air minum terbagi lagi pada masing-masing minggu, yaitu minggu ke-1 (1-7 hari) 1,8 lliter/hari/100 ekor; minggu ke-2 (8-14 hari) 3,1 liter/hari/100 ekor, minggu ke-3 (15-21 hari) 4,5 liter/hari/100 ekor dan minggu ke-4 (22-29 hari) 7,7 liter/hari/ekor. Jadi jumlah air minum yang dibutuhkan sampai umur 4 minggu adalah sebanyak 122,6 liter/100 ekor. Pemberian air minum pada hari pertama hendaknya diberi tambahan gula dan obat anti stress kedalam air minumnya. Banyaknya gula yang diberikan adalah 50 gram/liter air.

· Fase finisher (umur 30-57 hari), terkelompok dalam masing-masing minggu yaitu minggu ke-5 (30-36 hari) 9,5 liter/hari/100 ekor, minggu ke-6 (37-43 hari) 10,9 liter/hari/100 ekor, minggu ke-7 (44-50 hari) 12,7 liter/hari/100 ekor dan minggu ke-8 (51-57 hari) 14,1 liter/hari/ekor. Jadi total air minum 30-57 hari sebanyak 333,4 liter/hari/ekor.



v Pemeliharaan Kandang

Kebersihan lingkungan kandang (sanitasi) pada areal peternakan merupakan usaha pencegahan penyakit yang paling murah, hanya dibutuhkan tenaga yang ulet/terampil saja. Tindakan preventif dengan memberikan vaksin pada ternak dengan merek dan dosis sesuai catatan pada label yang dari poultry shoup. Agar bangunan kandang dapat berguna secara efektif, maka bangunan kandang perlu dipelihara secara baik yaitu kandang selalu dibersihkan dan dijaga/dicek apabila ada bagian yang rusak supaya segera disulam/diperbaiki kembali. Dengan demikian daya guna kandang bisa maksimal tanpa mengurangi persyaratan kandang bagi ternak yang dipelihara.





7. HAMA DAN PENYAKIT



1).Penyakit:



a). Berak darah (Coccidiosis)

· Gejala:

tinja berdarah dan mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan.

· b). Pengendalian:

menjaga kebersihan lingkungaan, menjaga litter tetap kering;

dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan dalam air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox.

b). Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)



· Gejala:

ayam sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang berdarah, tinja encer kehijauan yang spesifik adanya gejala “tortikolis”yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu dan lumpuh.

· Pengendalian:

menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan yang tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yang mati segera dibakar/dibuang;

pisahkan ayam yang sakit, mencegah tamu masuk areal peternakan tanpa baju yang mensucihamakan/ steril serta melakukan vaksinasi NCD. Sampai sekarang belum ada obatnya.



2). Hama



a). Tungau (kutuan):



· Gejala: ayam gelisah, sering mematuk-matuk dan mengibas-ngibaskan bulu karena gatal, nafsu makan turun, pucat dan kurus.

· Pengendalian:

sanitasi lingkungan kandang ayam yang baik; pisahkan ayam yang sakit dengan yang sehat;dengan menggunakan karbonat sevin dengan konsentrasi 0,15% yang encerkan dengan air kemudian semprotkan dengan menggunakan karbonat sevin dengan konsentrasi 0,15% yang encerkan dengan air kemudian semprotkan ketubuh pasien. Dengan fumigasi atau pengasepan menggunakan insektisida yang mudah menguap seperti Nocotine sulfat atau Black leaf 40.





8. PANEN



1.)Hasil Utama

Untuk usaha ternak ayam pedaging, hasil utamanya adalah berupa daging ayam



2.)Hasil Tambahan.

Usaha ternak ayam broiler (pedaging) adalah berupa tinja atau kotoran kandang dan bulu ayam.









9. PASCAPANEN



1.) Stoving



Penampungan ayam sebelum dilakukan pemotongan, biasanya ditempatkan di kandang penampungan (Houlding Ground)



2). Pemotongan



Pemotongan ayam dilakukan dilehernya, prinsipnya agar darah keluar keseluruhan atau sekitar 2/3 leher terpotong dan ditunggu 1-2 menit. Hal ini agar kualitas daging bagus, tidak mudah tercemar dan mudah busuk.



3). Pengulitan atau Pencabutan Bulu



Caranya ayam yang telah dipotong itu dicelupkan ke dalam air panas (51,7- 54,4°C). Lama pencelupan ayam broiler adalah 30 detik. Bulu-bulu yang

halus dicabut dengan membubuhkan lilin cair atau dibakar dengan nyala api biru.



4). Pengeluaran Jeroan



Bagian bawah dubut dipotong sedikit, seluruh isi perut (hati, usus dan ampela) dikeluarkan. Isi perut ini dapat dijual atau diikut sertakan pada daging siap

dimasak dalam kemasan terpisah.



5). Pemotongan Karkas



Kaki dan leher ayam dipotong. Tunggir juga dipotong bila tidak disukai. Setelah semua jeroan sudah dikeluarkan dan karkas telah dicuci bersih, kaki ayam/paha ditekukan dibawah dubur. Kemudian ayam didinginkan dan dikemas..













BAB IV

RENCANA PRODUKSI DAN PEMASARAN



A. Sarana dan prasarana:

Lokasi tempat usaha ini cukup strategis dan jauh dari pemungkiman masyarakat sehingga jauh dari kebisinggan sehingga tidak menyebabkan ayam ini steres, sebab apabila apabila ayam ini mengalami streres maka ayam akan banyak yang mati. Iklim kandang yang cocok untuk beternak ayam pedaging meliputi persyaratan temperatur berkisar antara 32,2–35 derajat C, kelembaban berkisar antara 60–70%, penerangan dan atau pemanasan kandang sesuai dengan aturan yang ada, tata letak kandang agar mendapat sinar matahari pagi dan tidak melawan arah mata angin kencang serta sirkulasi udara yang baik, jangan membuat kandang dengan permukaan lahan yang berbukit karena menghalangi sirkulasi udara dan membahayakan aliran air permukaan bila turun hujan, sebaiknya kandang dibangun dengan sistem terbuka agar hembusan angin cukup memberikan kesegaran di dalam kandang.Untuk kontruksi kandang tidak harus dengan bahan yang mahal, yang penting kuat, bersih dan tahan lama. Selanjutnya perlengkapan kandang hendaknya disediakan selengkap mungkin seperti tempat pakan, tempat minum, tempat air, tempat ransum, tempat obat-obatan dan sistem alat penerangan.

Bentuk-bentuk kandang berdasarkan sistemnya dibagi menjadi dua:

a) Sistem kandang koloni, satu kandang untuk banyak ayam yang terdiri dari ribuan ekor ayam petelur;

b) Sistem kandang individual, kandang ini lebih dikenal dengan sebutan cage. Ciri dari kandang ini adalah pengaruh individu di dalam kandang tersebut menjadi dominan karena satu kotak kandang untuk satu ekor ayam. Kandang sistem ini banyak digunakan dalam peternakan ayam petelur komersial.

Jenis kandang berdasarkan lantainya dibagi menjadi tiga macam yaitu:

1) kandang dengan lantai liter, kandang ini dibuat dengan lantai yang dilapisi kulit padi, pesak/sekam padi dan kandang ini umumnya diterapkan pada kandang sistem koloni;

2) kandang dengan lantai kolong berlubang, lantai untuk sistem ini terdiri dari bantu atau kayu kaso dengan lubang-lubang diantaranya, yang nantinya untuk membuang tinja ayam dan langsung ke tempat penampungan.

3) kandang dengan lantai campuran liter dengan kolong berlubang, dengan perbandingan 40% luas lantai kandang untuk alas liter dan 60% luas lantai dengan kolong berlubang (terdiri dari 30% di kanan dan 30% di kiri).

B. Ketersediaan SDM

Karena usaha ini sepenuhnya dikelola oleh keluarga ,maka ketersediaan SDM sudah dapat terpenuhi dengan ketersediaan anggota keluarga,Apabila skala usaha besar maka Memerlukan karyawan paling tidak 1 orang /100 ekor ayam atau lebih.

C. Sistem manajemen usaha

Melihat usaha ini dikelola oleh keluarga,maka sistem manajemen diatur berdasarkan musyawarah secara kekeluargaan Jika dikelola secara skala usaha Besar maka dengan sistem kemitraan yaitu bekerjasama dengan Perusahaan lain.

D. Sistem Pelaksanaan dan Analisa Usaha
Setelah melakukan langkah-langkah dalam konsep dasar berusaha, maka usaha dapat dimulai dengan kalkulasi anggaran sebagai berikut:

1). Dasar perhitungan biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diperoleh dalam analisis ini, antara lain adalah:
jenis ayam yang dipelihara adalah jenis ayam ras pedaging (broiler) dari strain CP.707.
sistem pemeliharaan yang diterapkan dengan cara intensif pada kandang model postal
luas tanah yang digunakan yaitu 200 m 2 dengan nilai harga sewa tanah dalam 1 ha/tahun adalah Rp 1.000.000,-.
kandang terbuat dari kerangka bambu, lantai tanah, dinding terbuat dari bilah-bilah bambu denga alas dinding setinggi 30 cm, terbuat dari batu bata yang plester dan atap menggunakan genting.
ukuran kandang, yaitu tinggi bagian tepinya 2,5 m, lebar kandang 5 m dan lebar bagian tepi kandang 1,5 m.
lokasi peternakan dekat dengan sumber air dan listrik.
menggunakan alat pemanas (brooder) gasolec dengan bahan bakar gas.
penerangan dengan lampu listrik.
umur ayam yaitu dimulai dari bibit yang berumur 1 hari
litter/alas kandang menggunakan sekam padi.
jenis pakan yang diberikan adalah BR-1 untuk anak ayam umur 0-4 minggu dan BR-2 untuk umur 4-6 minggu.
tingkat kematian ayam diasumsikan 6%.
lama masa pemeliharaan yaitu 6 minggu (42 hari).
berat rata-rata per ekor ayam diasumsikan 1,75 kg berat hidup pada saat panen.
harga ayam per kg berat hidup, yaitu diasumsikan Rp 2500,-, walau kisaran harga sampai mencapai Rp 3000,- ditingkat peternak/petani.
ayam dijual pada umur 6 mingu atau 42 hari.
nilai pupuk kandang yaitu Rp 60.000,-.
bunga Bank yaitu 1,5%/bulan
nilai penyusutan kandang diperhitungkan dengan kekuatan masa pakai 6 tahun dan nilai penyusutan peralatan diperhitungkan dengan masa pakai 5 tahun.

perhitungan analisis biaya ini hanya diperhitungkan sebagai Pedoman dasar, karena nilai/harga sewaktu-waktu dapat mengalami perubahan.



2). Adapun rincian biaya produksi dan modal usaha tani adalah sebagai berikut :

Biaya prasarana produksi

Sewa tanah 200 m 2 selama 2 bulan---------------Rp. 20.000,-

Kandang ukuran 20 x 5 m

Bambu 180 batang @ Rp 1250,--------------Rp. 225.000,-

Semen 4 zak @ Rp 7000,--------------------Rp. 28.000,-

Kapur 30 zak @ Rp 6000,-------------------Rp. 18.000,-

Genting 2600 bh @ Rp 90,-------------------Rp. 234.000,-

Paku reng 5 kg @ Rp 2000,------------------Rp. 10.000,-

Paku usuk 7000 kg @ Rp 1800, -------------Rp. 12.600,-

Batu bata 1000 buah @ Rp 55,---------------Rp. 55.000,-

Pasir 1 truk -----------------------------------Rp. 230.000,-

Tali 28 meter @ Rp 5000, --------------------Rp. 14.000,-

Tenaga kerja ----------------------------------Rp. 400.000,-

Peralatan

Tempat pakan 28 bh @ Rp 5000, ------------ Rp. 140.000,-

Tempat minum 32 bh @ Rp 3880, ------------ Rp. 124.000,-

Sekop 1 bh ----------------------------------- Rp. 7.000,-

Ember 2 bh @ Rp 2000, ---------------------- Rp. 4.000,-

Tong bak air 1 bh ----------------------------- Rp. 15.000,-

Ciduk 2 bh @ Rp 500, ------------------------ Rp. 1.000,-

Tabung gas besar 1 bh ------------------------- Rp. 250.000,-

Thermometer 1 bh ----------------------------- Rp. 2.000,-

Regulator 1 bh --------------------------------- Rp. 52.500,-

Brooder (gasolec) 1 bh ------------------------ Rp. 15.000,-

Tali gantung tmp pakan 120 m @Rp 500,- ----- Rp. 60.000,-

Jumlah biaya prasarana produksi --------------- Rp. 2.052.000,-

Biaya sarana produksi

Bibit DOC 1000 bh @ Rp 900,- -------------------- Rp. 900.000,-

Pakan dan obat-obatan

BR-1 31 zak (0-4 minggu) @Rp 36.000, ------- Rp. 1.116.000,-

BR-2 34 zak (4-6 mingu) @ Rp 34.000, -------- Rp. 1.156.000,-

obat-obatan @ Rp 150,-/ekor ------------------ Rp. 150.000,-

tenaga kerja pelihara 1,5 bln @ Rp 105.000,- -------- Rp. 157.500,-

Lain-lain ---------------------------------------------- Rp. 10.000,-

sekam padi alas kandang 1 truk @Rp 60.000,- -- Rp. 60.000,-

karung goni bekas 32 kantong @ Rp 300,- ------ Rp. 2.400,-

pemakaian listrik selama 0-6 minggu ------------- Rp. 7.000,-

pemakaian gas ----------------------------------- Rp. 35.000,-

Jumlah biaya produksi --------------------------- Rp. 3.583.900,-

Biaya produksi

Sewa tanah 200 m 2 selama 2 bulan ------------------ Rp. 20.000,-

Nilai susut prasarana produksi/2 bln

kandang ----------------------------------------- Rp. 51.109,-

Peralatan Rp 805.660,- : 30 --------------------- Rp. 26.856,-

Bibit DOC 1000 ekor --------------------------------- Rp. 900.000,-

Pakan dan obat-obatan -------------------------------- Rp. 2.422.000,-

Tenaga kerja ------------------------------------------- Rp. 157.500,-

lain-lain ------------------------------------------------ Rp. 104.400,-

Bunga modal 1,5% per bulan --------------------------- Rp. 84.543,-

Bulan modal 1,5 bulan --------------------------------- Rp. 126.815,-

Jumlah biaya produksi ---------------------------------- Rp. 3.808.680,-

Pendapatan

Total produksi 1000X94%X1,75 kg X Rp 2500,- ----- Rp. 4.112.500,-

Nilai Pupuk kandang ----------------------------------- Rp. 60.000,-

Jumlah pendapatan ------------------------------------- Rp. 4.172.500,-

Keuntungan -------------------------------------------- Rp. 363.820,-

Parameter kelayakan usaha

BEP Volume Produksi = 870 ekor

BEP Harga Produksi Rp. 3.316.000,-

B/C Ratio = 1,09

ROI = 6,45 %

Rasio keuntungan terhadap pendapatan = 8,71 %

Tingkat pengembalian modal = 2,6 th.



D. Gambaran Peluang Agribisnis

Prospek agribisnis peternakan untuk ternak ayam pedaging cukup baik dimana permintaan pasar selalu meningkat, sejalan dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi hewani. Produksi ternak ayam pedaging saat ini berkembang dengan pesat dan peluang pasar yang bisa dihandalkan. Pada saat ini analisa usaha dari ayam Pedaging diliteratur sebagai acuan dalam menyelesaikan tugas ini tapi berdasarkan teori yang didapat dan hasil survey dilapangan penulis membuat analisa usaha berdasarkan hasil survey dilapangan.


E. Antisipasi Persoalan
Beternak ayam potong (pedaging), memiliki prospek yang cukup cerah pada masa sekarang ini, dilihat dari kebutuhan akan daging di Berbagai wilayah yang cukup besar.
Peluang akan beternak ayam potong (pedaging) ini memang menggiurkan, akan tetapi didalam berusaha, kita harus tetap mengantisipasi persoalan-persoalan yang muncul dalam pemeliharaan dan pemasaran. Melihat persaingan yang terus meningkat didalam pemasaran, maka untuk mengantisipasi persoalan yang akan timbul, perlu adanya peningkatan pemeliharaan untuk menghasilkan daging yang segar dan sehat serta siap untuk dipasarkan.

F.TEHNIK PEMASARAN



Pemasaran produk usaha budidaya ayam pedaging merupakan salah satu ujung tombak keberhasilan usaha di bidang peternakan tersebut .Sebelum melakukan Pemasaran sebaiknya melakukan langkah0lngkah sebagai berikut:



1) Mengukur potensi pasar.

2) Menganalisis luas pasar yang di kuasai beserta komposisinya .

3) Mengamati karakterisik pasar.

4) Membuat ramalan tentang penjualan.

5) Menganalisis kegiatan para penjual.

6) Meneliti saluran penjualan.



G. KARAKTERISTIK PEMASARAN

Karakteristik Pasar dibidang usaha Peternakan sangat spesifik ,tidak bias disamakan dengan barang Industri. Pendistribusian perlu cepat dan tepat waktu ,ada beberapa Jalur Pemasaran Produk yang biasa digunakan ,sbb:


Produsen ~konsuman langsung yaitu Produsen menjual produknya Kapada tengkulak atau Kios dipasar .
Produsen ~ Kios ~ konsumen langsung yaitu Produsen Menjual Produknya kepada para Tengkulak atau Kios dipasar .Produsen biasanya Merangkap sebagai broker atau Tengkulak atau sehingga masih mempunyai waktu untuk menjual produknya tersebut.
Produsen ~ Broker /Tengkulak ~ Kios ~ Konsumen Langsung yaitu Produsen tidak langsung menjual produk kekios ,tetapi melalui para Broker /Tengkulak saluran ini biasanya dilakukan oleh Peternak yang skala usahanya sudah besar.
Produsen ~ Agen ~ Broker /Tengkulak ~Kios ~ Konsumen langsung yaitu saluran Pembayaran ini biasanya diujukan untuk produk hasil olahan daging ayam matang seperti sosis atau nugget Produk tersebut mempunyai daya tahan yang lama dan jaringan pemasaran cukup luas.



H. SISTEM PEMBAYARAN

Sistem Pembayaran dari penjualan Produk beternak ayam hampir sama dengan sistem Penjualan Produk-produk lainnya .Sistem Pembayaran tersebut tergantung dari kebijakan yang dikeluarkan oleh setiap Perusahaan .contoh sistem Pembayaran sebagai berikut :
Sistem Pembayaran Tunai (cash and carry) yaitu sistem Pembayaran yang dilakukan dengan cara uang dibayarkan melalui bank Kemudian barang atau produk yang dibeli bias langsung di bawa atau dikirim.
Sistem Pembayaran dengan sistem mengulang atau kredit ,yaitu sistem Pembayaran yang dilakukan dengan cara setelah barang diteima dengan tenggang waktu yang telah ditentukan /disepakati bersama .contohnya: satu minggu, satu bulan setelah barang diterima.
Sistem Pembayaran mencicil yaitu sistem pembayaran setelah baran diterima atau dikirim secara mencicil dengan jangka waktu yang telah disepakati .
Sistem Pembayaran dimuka (cash before delivery) yaitu sistem pembayaran dilakukan sebelum barang atau produk diterima / dikirim .
Sistem tukar ( barter) ,yaitu Sistem pembayaran suatu produk dengan mengganti produk lain yang telah disepakati contohnya barter antara DOC/ anak ayam atau Broiler hidup dengan pakan ,nilai Uang antar Produk yang ditukar sebandin dan telah disepakati bersama.









BAB V



MANAJEMEN DAN STRUKTUR ORGANISASI


PERANAN POKOK SDM



SDM(Sumber daya manusia ) dalam usaha peternakan adalah bertanggung jawab terhadap kelancaran ussha ,meliputi Produksi ,Administrasi dan Keamanan Lingkungan sehingga mencapai tujuan yang diinginkan .Sumber daya manusia merupakan salah satu sarana atau alat manajemen untuk mencapai tujuan usaha peternakan . cara kerja dipeternakan sangat berbeda dengan cara kerja di bidang industri.

Di sebuah Farm karyawan tidak terikat waktu Kerja ,karena yang di pelihara adalah berupa benda hidup , sehingga harus selalu siaga bila sewaktu-waktu ada masalah karena itu di unit usaha peternakan ayam perlu ada suatu wadah yang bisa mengorganisir semua potensi yang ada atau kelompok manusia ,diarahkan untuk mencapai suatu tujuan tertentu untuk mencapai suatu keseimbangan antara tujuan yang saling bertentangan ,serta untuk mencapai efisiensi dan efektivitas.

Jika dibidang peternakan tanpa ada manajemen yang jelas ,Apalagi skala usahanya cukup besar ,usaha tesebut tidak akan berjalan dengan mulus.



B.PEMBAGIAN UNIT KERJA

Pembagian unit kerja di sebuah farm /peternakan adalah sebagai berikut:

a. Pimpinan ( farm manager)

Pimpinan (farm manager) adalah adalah orang pertama yang bertangung jawab terhadap kelangsungan dan keberhasilan suatu usaha ayam pedaging

Seorang pemimpin yang baik akan berhasil jika dalam menjalankan tugasnya memiliki sifat dan sikap sebagai berikut:
1.loyal ,jujur ,bijaksana ,bersifat tegas dalam mengambil sikap ,tidak pilih kasih , menjadi panutan untuk bawahannya ,serta bias memecahkan setiap permasalahan yang dihadapi.
memiliki Visi yang jelas .pimpinan yang mempunyai visi yang jelas akan tercermin dari sikap dan cara kerja yang terencana ,sistematis terarah memiliki tujuan yang jelas serta memiliki target yang akan di capai .
mampu menjalin interaksi yang baik dengan bawahan dan lingkungan .

4. Mampu memberikan motivasi untuk dirinya sendiri dan bawahannya sehingga terjadi iklim kerja yang Kondusif dan team work yang solid.

5. Memiliki keyakinan yang kuat dan ambisi yang tinggi untuk mencapai tujuan .

6. Memiliki wawasan yang luas dan pengalaman di bidang usaha ayam.

7. Memiliki kemampuan unutk mengidentifikkan semua permasalahan yang ada ,kemudian memberikan jalan keluar untuk setiap permasalahan tersebut.

8. Memilki kemampuan untuk memberikan tugas (job description ) wewenang (authorization) dan tanggung jawab keseluruhan jajarannya.

9. Memiliki kemampuan untuk menekan biaya produksi (cut cost).



Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa seorang pimpinan (farm manager) memiliki beberapa peranan sebagai berikut:

1. Peranan hubungan antar pribadi (interpersonal role).

2. Peranan yang berhubungan dengan informasi (informational role).

3. Peranan membuat Keputusan (decisional role).



b. Bagian Pengadaan

Bagian pengadaan bertanggung jawab terhadap pengadaan semua keperluan usaha ayam .Kebutuhan tersebut meliputi Pengadaan sarana produksi peternakan (sapronak) berupa peralatan kandang (Tempat makan ,tempat minum , sprayer,dan peralatan untuk brooding) ,DOC, pakan, obat-obatan, Boks DOC sekam ,serta kapur.



c. Bagian Produksi

Bagian produksi bertanggung jawab terhadap perencanaan, pengawasan, kelancaran produksi ,serta hasil akhir produksi ayam Pedaging /broiler. Bagian ini biasanya dipimpin oleh kepala produksi atau supervise.

Beberapa Tugas bagian produksi sebagai berikut:

1. Membuat perencanaan jadawal penerimaan DOC, persiapan kandang dan peralatannya ,penempatan Karyawan kandang ,menghitung kebutuhan DOC, pakan, obat-obatan, vaksin, sekam, minyak tanah atau gas dan batu bara serta menentukan target prestasi yang akan dicapai.

2. Membuat laporan produksi harian .

3. Mengontrol segala aktivitas karyawan kandang, mengarahkan, dan memberikan bimbingan tehnik produksi.



d. Bagian Kesehatan

Bagian kesehatan bertanggung jawab terhadap kesehatan ayam secara menyeluruh .Bagian ini dikepalai oleh seorang Dokter hewan .Beberapa tugas bagian kesehatan adalah sebagai berikut:

1. Bertanggung jawab terhadap kesehatan ayam diareal peternakan atau lokasi yang menjadi tugasnya.

2. Membuat program pencegahan dan program sanitasi /vaksinasi, serta melakukan pengawasan ketat terhadap program yang telah dibuat tersebut ,dan melaporkannya setiap kegiatan kepada farm manager.

3. Melakukan tes kesehatan ayam atau tes lainnya tentang lingkungan di sekitar farm atau hatchery secara rutin dan berkala.

4. Membuat laporan mencatat tentang riwayat kesehatan ayam di sekitar flok.

5. Melakukan deteksi dan tindakan sedini mungkin terhadap segala sesuatu yang menyangkut kesehatan ayam.



e. Bagian Hatchery

Bagian ini bertanggung jawab terhadap dalam menetaskan telur tetas (HE) yang dikirim dari breeding farm dan menghasilkan DOC yang berkualitas (Peformanya baik). Bagian hatchery merupakan ujung tombak suatu usaha peternakan ayam dalam Pembibitan ayam broiler(broiler breeder) karena jika DOC yang dihasilkan cukup berkualitas ,usaha tersebut akan tetap berjalan dan bias bersaing dengan kompetitor lainnya. Namun, sebaliknya jika kualitas produksi DOC yang dihasilkan rendah dan banyak masalah maka dipastikan usaha tersebut tidak akan berjalan lama. Beberapa tugas dan tanggung jawab bagian hatchery adalah sebagai berikut:

1. Bertanggung jawab terhadap Produksi DOC yang berkualitas .

2. Betanggung jawab atas semua aset ,keamanan, ketertiban, pelaksana biosekuriti, dan kebersihan Hatchery.

3. Bertanggung jawab dalam menghasilkan DOC yang berkualitas.

4. Melakukan aktivitas dan pengawasan segala kegiatan dari proses penerimaan telur HE, setting, candling, transfer, pull chick, dan pengiriman DOC.

5. Melakukan pengecekan secara rutin operasional mesin, dari mengecek temperatur dan kelembaban di setter hingga di hatchery, serta proses turning dan panel elektrik lainnya.

6. Membuat laporan dan Evaluasi hasil produksi hatchery.



f.Bagian Umum

Bagian umum meliputi bagian keamanan, kepegawaian, pergudangan, kendaraan, teknisi, dan bagian kebersihan. Setiap bagian bertugas dan bertanggung jawab sesuai dengan peranan, tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan pimpinan farm. Bagian ini sering di sebut juga team support bagian produksi.



g. Bagian Administrasi

Bagian administrasi merupakan bagian sentral dalam pengolahan analisis, dan evaluasi semua data usaha, baik data produksi maupun data keuangan yang di sajikan dalam bentuk laporan.

Berikut ini adalah jenis laporan yang harus di buat :

1. Laporan produksi adalah laporan aktivitas sehari-hari mengenai perkembangan produksi. Laporan produksi meliputi deplesi (kerugian) , penggunaan pakan, timbangan berat badan ayam, keadaan kesehatan ayam, dan pemakaian obat/vaksin.

2. Laporan stok barang dan laporan segala aktivitas barang yang keluar dan masuk.

3. Laporan keuangan adalah laporan yang berisi arus keluar masuk keuangan selama satu periode pemeliharaan.

4. Laporan laba rugi adalah Laporan yang berisi neraca laba rugi usaha beternak ayam broiler komersial selama satu kurun waktu tertentu , seperti satu per satu tahunan.



h. Bagian keamanan

Dalam struktur perusahaan, bagian keamanan ada yang berdiri sendiri ,ada juga yang dimasukkan ke bagian umum. Namun, tidak mengubah tugas dan kewajiban bagian keamanan itu sendiri.



i. Karyawan Kandang

karyawan kandang merupakan ujung tombak suatu unit usaha ayam pedaging/ broiler .Ditangan mereka keberhasilan akan diraih. karyawan kandang merupakan level terendah dari struktur Organisasi. Meskipun peranan fisik lebih besar mereka harus tetap bisa membaca dan menulis karena informasi laporan berawal dari karyawan kandang.

BAB VI

TEKNIS PERMODALAN


JENIS PERMODALAN DALAM USAHA BETERNAK AYAM



1). Modal Sendiri atau mandiri

Seluruh usaha beternak ayam pedaging ( breeder atau komersial ) menggunakan modal pribadi /tidak meminjam ke bank atau pihak lainnya.

2). Pola kemitraan

Usaha beternak ayam broliler dijalankan dengan cara menjalin hubungan kerja sama baik dengan pemodal , perusahaan pakan maupun perusahaan pembibitan beberapa pola kemitraan yang sering dilakukan sebagai berikut :
Pola simpan pinjam

Peternak meminjam sejumlah modal untuk usaha budidaya ayam kepada pihak pemodal seperti bank .Pada akhir Periode atau dalam jangka waktu tertentu ,pinjaman harus dikembalikan dengan tambahan presentase bunga atau presentase keuntungan ,yang besarnya telah disepakati terlebih dahulu.
Pola kemitraan dengan perusahaan pakan

Pada pola kemitraan ini Peternak hanya bermitra sebatas suplai pakan untuk usaha ayam tesebut selebihnya peternak yang menyediakan. Peternak memiliki wewenang sepenuhnya untuk untuk mengelola usahanya ,tetapi biasanya peternak memberikan jaminan kepada perusahaan pakan senilai pakan yang digunakan .
Pola kemitraan bagi hasil

Pola kemitraan yang terjadi antara peternak dan pihak lain seperti pemodal atau perusahaan peternakan dengan sistem sharing ,contohnya peternak hanya memiliki sejumlah kandang ,semua biaya operasional dan sarana produksi ternak disuplai dari pemodal atau perusahaan Peternakan Presentase pembagian keuntungan untuk peternak 20% dan Pemodal 80 %.

Pola kemitraan inti plasma

Saat ini Pola kemitraan inti plasma paling banyak dilakukan pada pola ini ,peternak bermitra dengan perusahaan peternakan selaku inti. Banyak pola kerja sama yang yang ditawarkan ,seperti bagi hasil atau sistem harga kontrak . Namun, prinsipnya semua sama yaitu perusahaan berperan sebagai inti untuk membina peternak yang menjadi plasmanya agar lebih maju dan bisa mandiri.


PERKIRAAN ALIRAN KAS PERUSAHAAN



Berikut ini merupakan perkiraan arus kas perusahaan peternakan ayam pedaging CV .Unggas Makmur :



1. Neraca permulaan perusahaan



Bugdet Penerimaan dan Pengeluran Kas

CV. Unggas Makmur
.

(Dalam Ribu)















Uraian
Jan
feb
maret
April
Mei
Juni

Perkiraan penerimaan :

Hasil penjualan Tunai







400
600
750
1100
1200
1600

Penagihan piutang
400
500
700
800
600
700

Penerimaan lain
150
150
250
300
250
250

Jumlah penerimaan
950
1250
1700
2200
2050
2550

Perkiraan pengeluaran :

Pembelian bahan produksi







1000
550
400
350
200
200

Pembayaran dan upah
350
350
350
350
200
200

Biaya administrasi dan umum
300
200
250
300
200
200

Biaya penjualan
350
350
210
200
250
200

Pembayaran pajak


100




Jumlah Pengeluaran
2000
1450
1310
1200
850
800

Surplus/defisit
-1050
-200
390
1000
1200
1750




Dari perkiraan tersebut diatas dapat di ketahui Perusahaan akan dalam keadaan likuid dalam bulan januari dan februari ,sedangkan bulan lainnya likuiditasnya cukup baik.













2. Skedul Permintaan dan pembayaran



Dari data diatas dapat disusun skedul permintaan dan penawaran sebagai berikut:

Untuk menyusun skedul tersebut maka di perlukan tambahan data sebagai berikut:

1. Penerimaan akhir saldo akhir bulan Desember 2008 = 100.000

2. Persediaan besi kas ditutup sebesar 50.000

3. Pinjaman dari bank X diterima pada permulaasn bulan dan Pembayaran bunga dilakukan akhir bulan. Bunga ditetapkan 2 % Perbulan.

Berikut ini skedul permintaan dengan Terima Kredit bank untuk bulan januari sebesar 400 dan februari 2008 untuk menutupi kekurangan kas.


Uraian
Jan
Feb
Maret
April
Mei
Juni

Saldo kas PB
100
-558
-554
-152
600
1400

Terima Kredit dari PB
400
200
0
0
0
0

Membayar kembali kredit PB
0
0
0
200
400
0

Alat Likuid yang tersedia pada PB
500
-358
-554
-352
200
1400

Surplus ( Defisit)
-1050
-200
390
1000
1200
1750

Pembayaran bunga AB
8
12
12
8
0
0

Saldo kas AB
-558
-546
-152
640
1400
3150




Dari data diatas dapat di ketahui bahwa pada bulan januari sampai maret defisit cukup tinggi tetapi mulai bulan april sampai Juni Saldo mengalami kenaikan yang cukup tinggi, Hal tersebut dapat diketahui sebabnya seperti produksi ayam pedaging pada bulan 3 bulan pertama belum begitu banyak dan di bulan lain produksi mengalami puncaknya, sehingga mengalami surplus yang cukup tinggi.















4. Bugdet kas

Tahap terakhir adalah menyusun budget kas yang menggambarkan perkiraan dan pengeluaran kas keseluruhan.



CV. Unggas Makmur

Bugdet kas selama 6 Bulan pertama Tahun 2009

( dalam ribuan rupiah)


Uraian
Jan
Feb
Maret
April
Mei
Juni

I. Saldo kas, PB
100
-558
-554
-152
600
1400

II. Penerimaan Kas :

1. Hasil Penjualan Tunai







400
600
750
1100
1200
1600

2. Pengihan piutang
400
500
700
800
600
700

3. Penerimaan Kredit bank
400
200
0
0
0
0

4. Penerimaan lain
150
150
250
300
250
250

Jumlah Penerimaan
1350
1450
1700
2200
2050
2550

Jumlah kas keseluruhan
1450
892
1146
2048
2650
3950

III. Pengaluaran kas :

1. Pembelian bahan produksi







1000
550
400
350
200
200

2. Pembayaran upah
350
350
350
350
200
200

3. Biaya Penjualan
350
350
210
200
250
200

4. Biaya adm. dan Umum
300
200
250
300
200
200

5. Pembayaran bunga
8
12
12
8
0
0

6. Pembayaran pajak


100




7. Pembayaran utang bank



200
400


Jumlah pengeluaran
2008
1462
1322
1408
1250
800

IV. Saldo kas AB
-558
362
-152
640
1400
200








BAB VII



APENDIKS




SURAT-SURAT



Dalam menyusun proposal ini penulis juga menyertakan surat-surat izin usaha perusahaan peternakan CV. Unggas makmur”, mengingat jika usaha tersebut cukup besar maka memerlukan surat ijin , sbb:



1. Akte pendirian

Berikut ini merupakan contoh akta pendirian usaha untuk CV. Unggas Makmur:


AKTA PENDIRIAN USAHA

CV .UNGGAS MAKMUR



1. Tanggal pendirian usaha : 30 april 2009

2. Bentuk dan nama perusahaan : CV/Unggas makmur

3. Nama para pendiri : Dulrohman, surameto, Kabul , babbon, jackgo

4. Alamat Tempat usaha : jl.Gunung Sumbing no 14

5. Besarnya Modal usaha : Rp.3.500.000,-

6. Kepengurusan dan tanggung

Jawab Anggota : Tanggung jawab bersama

7. Tahun Buku : 2009







Temanggung , April 2009

Ka. Kandep Perindustrian dan Perdagangan

Kabupaten Temanggung







Ir. ………………………………………………

Nip.000000 00000 000


2. SITU ( surat izin Tempat usaha )

Berikut ini merupakan contoh surat izin Tempat usaha CV. Unggas Makmur

Sbb:



Berikut ini merupakan Contoh Surat ijin Tempat usaha (SITU) CV. Unggas Makmur :


SURAT IZIN TEMPAT USAHA



SURAT IZIN

Nomor : 668/15390/RK/tahun 09

Tentang Tempat usaha

TEMPAT USAHA

Lampiran : 1. Gambar denah

2. Akte perusahan

WALIKOTA SEMARANG

Membaca : Surat permohonan tanggal 12 Maret 2009 dari CV. Unggas Makmur dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Dulrohman

Bertempat tinggal di Jln. Lereng Sumbing / Untuk memperoleh /memperluas memperpanjang Izin tempat Usaha Bagi perusahaan Peternakan Unggas dengan Nama Unggas Makmur Yang terletak di Temanggung.



Memperhatikan : 1. Hasil Sidang Team Rekomendasi Surat izin Usaha Tanggal 11 maret 2007.

2. Hasil hasil Sidang Team Rekomendasi Surat izin Usaha Tanggal 21 April 2008.



Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 5 tahun 1974 ( LN 1974 Nomor 38 TLN Nomor 3037 ) Tentang:Pokok-pokok Pemerintahan daerah.

2. Hinder Ordonnatine (LN Tahun 1926 Nomor 226 ) Junkto LN Tahun 1940 Nomor 450 dan Peraturan Daerah Gangguan tahun 1928.

3. Undang-undang 4 tahun 1982 tanggal 11 maret 1982 tentang : Ketentuan pokok Pengelolaan lingkungan hidup

4. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1986 tanggal 5 Juni 1986 Tentang analisis mengenai dampak lingkungan .

5. Surat keputusan Bersama Mentri Dalam Negri dan Mentri Perdagangan dan koperasi .

6. Konstruksi Gubernur Jawa tengah NO. 117/B intr /1971 tanggal 10 Agustus 1971 beserta pedoman melaksanakannya.



7. Surat Keputusan Walikota madya Kepala Daerah Tingkat II Semarang No:706 Tahun 1982 tanggal 21 maret 1986 Perihal pembentukan Team Rekomendasi Surat usaha dan tata cara Pemberian surat izinTempat usaha.





MENGIZINKAN :



Kepada : Nama ; Dulrohaman

Alamat : Temanggung

Nama Perusahaan : CV.Unggas makmur

Alamat Perusahaan : jln. Sumbing no 12 Temanggung

Jenis usaha : Agri bisnis.






































3. SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan)

Berikut merupakan contoh SIUP :






SURAT IZIN USAHA PERDAGANGAN



REPUPIK INDONESIA

DEPARTEMEN PERDAGANGAN

SURAT IZIN USAHA PERDAGANGAN

NO.SIUP : 0667/12-26/PK/I/1994





Nama Perusahaan : CV.Unggas makmur

Alamat Perusahaan : jln. Sumbing no.12 ,Temanggung

Nama Pemilik : Dulrohman

Alamat Pemilik : jln. Sumbing no.26 ,Temanggung

NPWP : 1.234.868.9-556

Golongan Usaha :

Bidang usaha : Agri bisnis

Jenis Kegiatan usaha : Peternakan

Surat izin usaha Perdagangan (SIUP) ini berlaku untuk melakukan kegiatan perdagangan di seluruh wilayah Repuplik indonesia Selama perusahaan Masih menjalankan Kegiatan usahanya .

Dikeluarkan di Semarang

Pada tanggal 12 Maret 2009 .



A.n Mentri Perdagangan

Kepala kantor Wilayah Departemen Perdagangan Propinsi Jawa barat

u.b

Kepala BIdang usaha dan sarana perdagangan

(…………………………………….)

NIP.






4. NPWP (Nmor Pokok Wajib Pajak)

Berikut ini merupakan contoh NPWP :




DEPARTEMEN KEUANGAN REPUPIK INDONESIA

DIREKTORAT JENDRAL PAJAK

KANTOR PELAYANAN PAJAK TEMANGGUNG

KARTU NOMOR POKOK WAJIB PAJAK

No . Reg. : 001536-4236





Nama : CV. Unggas Makmur

Alamat : jln. Sumbing no.12 ,Temanggung





Kode Cabang : Kepala Kantor Pelayanan Pajak



NPWP : 1.234.868.9-556 Temanggung Karess

Kasi T.U.P





K.P.P.DIP.4.20 …………………………………

NIP.










BAB VIII

PENUTUP

Kesimpulan


Melihat dari permintaan yang masih belum terpenuhi akan ayam potong saat ini maka pengembangannya sangat menguntungkan bagi peternak maka dari itu peternakan ayam potong sangat bagus untuk dikembangkan, dan melihat dari segi kemudahan dalammengembangkan dan mudah dalam pemeliharaan ternak ayam potong ini bias diternakkan secara intensif oleh peternakan rakyat yang selama ini hanya sebagai usaha sambilan saja.

Saran :


1. Sebaiknya beternak ayam potong dilakukan secara intensif agar mendapatkan hasil yang maksimal bukan hanya sebagi usaha sambilan bagi peternak dipedesaan.


2. Untuk peternak yang ada dipedesaanyang telah memiliki ternak ayam potong sebaiknya dikandangkan bukan dilepas begitu saja untuk meng hindari denyakit pada ternak dan manusia.


3. Semoga makalah ini menjadi motipator bagi pembaca untuk beternak ayam potong.













DAFTAR PUSTAKA :












Martono Adi Priyitno (1996) Mendirikan Usaha Pemotongan Ayam (Jakarta), Penebar Swadaya Bogor.

Rasyaf, M. (2003) Manajemen Ayam Petelur. Penebar Swadaya Jakarta.

Setyo Wibowo, (1996) Petunjuk Beternak Ayam Buras.

Siregar, Sabrabi dan Saprawiryo (1980) Teknik Beternak Ayam Pedaging Margie Grup Jakarta.


www.peternakan .com


Muhammad Rasyaf, Dr.,Ir. Beternak Ayam Pedaging. Penerbit Penebar Swadaya (anggota IKAPI) Jakarta.


Cahyono, Bambang, Ir.1995. Cara Meningkatkan Budidaya Ayam Ras Pedaging (Broiler). Penerbit Pustaka Nusatama Yogyakarta.
Diposkan oleh sahibulman di 10:13 0 komentar

Tidak ada komentar: